Home FashionAccessoriesThe Art of Illusion, Bvlgari Octo Finissimo Dazzle Yang Menantang Cara Kita Melihat Waktu

The Art of Illusion, Bvlgari Octo Finissimo Dazzle Yang Menantang Cara Kita Melihat Waktu

by Ion Akhmad
0 comments
Bagikan

Ada sesuatu yang sedikit paradoks dari sebuah jam tangan yang dibuat untuk menunjukkan waktu, tetapi justru dirancang agar waktu tidak menjadi hal pertama yang terlihat. Itulah gagasan yang ditawarkan Bvlgari Octo Finissimo Dazzle, sebuah interpretasi baru dari Octo Finissimo yang membawa konsep optical illusion ke ranah haute horlogerie. Seluruh permukaan titanium-nya dibalut pola geometris yang membuat garis khas Octo Finissimo seolah larut ke dalam sebuah permainan visual. Bentuk jam masih dapat dikenali, tetapi tidak lagi hadir dengan cara yang biasa.

Bagi Bvlgari, eksperimen semacam ini bukan sesuatu yang benar-benar baru. Octo Finissimo selama ini memang menjadi ruang bagi Maison untuk mengeksplorasi hubungan antara arsitektur, material, teknik, dan seni. Namun pada Dazzle, eksplorasi tersebut mengambil arah yang lebih ekstrem: bagaimana jika sebuah jam tidak perlu terlihat seperti jam?

Terinspirasi dari camouflage

Ide visual Octo Finissimo Dazzle mengambil referensi dari dunia otomotif, tepatnya teknik dazzle camouflage yang digunakan untuk menyamarkan bentuk asli sebuah kendaraan ketika menjalani pengujian. Pola-pola geometris yang terfragmentasi membuat mata sulit membaca siluet sebenarnya. Bvlgari kemudian menerjemahkan prinsip tersebut ke dalam bahasa Octo Finissimo. Pada case berukuran 40 mm, garis-garis arsitektural khasnya bertemu dengan pola geometris yang membuat permukaan case, dial, dan integrated bracelet seakan menjadi satu kesatuan.

Hasilnya cukup menarik: semakin lama diperhatikan, semakin jelas bahwa desain ini bukan sekadar permainan motif. Tapi adalah permainan persepsi. Bahkan keterbacaan waktu menjadi bagian dari eksperimen tersebut. Bvlgari menyebut Dazzle sebagai sebuah jam yang secara sengaja “menantang” legibilitas. Fungsi utama sebuah timepiece tidak dihilangkan, tetapi ditempatkan di belakang pengalaman visual yang lebih dominan.

Titanium sebagai kanvas

Material memainkan peranan penting dalam menciptakan efek tersebut. Octo Finissimo Dazzle menggunakan titanium sandblasted yang kemudian diberi pola geometris melalui proses laser engraving. Teknik ini dikerjakan dengan presisi tinggi untuk menghasilkan jaringan pola yang sangat halus dan konsisten di seluruh permukaan titanium. Yang menarik, engraving tersebut bukan sekadar dekorasi yang ditempelkan di atas permukaan jam. Pola tersebut menjadi bagian dari identitas fisik Dazzle itu sendiri—mengubah bagaimana cahaya, material, dan bentuk case berinteraksi.

Karena itu, Dazzle terasa lebih dekat dengan sebuah objek desain daripada sekadar variasi baru dari sebuah model yang sudah dikenal.

Tetap sebuah Octo Finissimo

Di balik pendekatan visual yang eksperimental, Bvlgari tetap mempertahankan karakter teknis Octo Finissimo. Case titanium berukuran 40 mm memiliki ketebalan hanya 5,15 mm pada jam tangan yang hanya dibuat sebanyak 80 buah ini. Di dalamnya terdapat calibre BVL 138, automatic ultra-thin movement dengan micro-rotor yang hanya memiliki ketebalan 2,23 mm, dilengkapi dekorasi Côtes de Genève, chamfering dan perlage yang dikerjakan secara manual. Dengan power reserve mencapai 60 jam.

Dial titanium opaline juga mendapatkan pola geometris yang sama melalui laser engraving, sementara jarum dan indeks berwarna hitam mempertahankan tampilan monokromatik yang menjadi bagian penting dari efek kamuflase tersebut. Bahkan integrated titanium bracelet ikut menerima treatment yang sama. Dengan kata lain, Bvlgari tidak hanya membuat dial terlihat seperti camouflage. Seluruh jam menjadi camouflage.

Saat haute horlogerie bertemu seni kontemporer

Octo Finissimo Dazzle juga meneruskan pendekatan Bvlgari terhadap kolaborasi dan eksplorasi artistik pada lini Octo Finissimo. Sebelumnya, Maison telah membawa koleksi ini ke berbagai wilayah artistik melalui nama-nama seperti Lee Ufan, Mattar Bin Lahej, Kazuyo Sejima, dan Tadao Ando. Kali ini, eksplorasinya bergerak menuju optical illusion, persepsi, dan identitas visual yang sengaja dibuat kabur. Tapi ada sesuatu yang menarik dari keputusan tersebut.

Sebuah jam mewah biasanya ingin dikenali. Siluetnya, komplikasinya, materialnya, bahkan mereknya sering menjadi bagian dari daya tarik. Octo Finissimo Dazzle mengambil pendekatan yang berbeda. Ia justru menggunakan pola untuk mengaburkan apa yang sudah dikenal. Namun ketika mata mulai memahami polanya, siluet Octo Finissimo perlahan muncul kembali.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1