Home FashionTOTON “TEMPAAN KALA” Uji Waktu dan Tradisi di Kreativitas Mode – Fashion Nation 2026 Senayan City Jakarta

TOTON “TEMPAAN KALA” Uji Waktu dan Tradisi di Kreativitas Mode – Fashion Nation 2026 Senayan City Jakarta

by Syahmedi Dean
0 comments
Bagikan

Apa yang bisa dilakukan waktu terhadap selembar kain? Dalam tangan TOTON, jawabannya bukan sekadar menjadi berusia, tetapi menjadi lebih merebak ke kemungkinan-kemungkinan fashion yang membuat mata tak berkedip. Membuka perayaan Fashion Nation 20th Edition di Senayan City pada 19 September 2026, TOTON menghadirkan TEMPAAN KALA, koleksi yang meneruskan gagasan besarnya tahun ini, KALA, atau waktu. Kata “tempaan” menjadi kunci: sebuah proses yang berlangsung terus-menerus hingga ide menemukan bentuknya. Gagasan ini terasa menyenangkan untuk sebuah perayaan dua dekade, ketika waktu tidak hanya dihitung dalam angka, tetapi dibaca melalui proses, ketekunan, dan perubahan. Satu pemikiran yang sangat ‘Toton’.

Batik Tuban dan Batik Pekalongan

Sebanyak 20 tampilan membawa gagasan tersebut melalui pengerjaan tangan yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Batik Tuban dan Batik Pekalongan hadir dalam palet biru dan putih, diolah tanpa dipotong dan tanpa jahitan mesin. Di sini, wastra tidak diperlakukan sebagai ornamen tempelan, melainkan sebagai material yang ditonjolkan memiliki sejarah dan karakter sendiri. TOTON kemudian membiarkan teknik tersebut berdialog dengan siluet yang lebih kontemporer, menciptakan busana yang terasa modern di era kamera smartphone.

Perjumpaan Toton dan Jeumpa

Kolaborasi dengan JEUMPA memperluas bahasa visual TEMPAAN KALA menjadi sebuah taman bunga yang bergerak di atas runway. Motif flora muncul melalui kembang batik, bordiran kebaya, renda, hingga flower crown dan aksesori bunga yang dirancang langsung untuk pertunjukan. Terinspirasi dari ragam perhiasan dan hiasan tradisional perempuan Indonesia, karya floral JEUMPA juga membawa gagasan sederhana namun kuat: bunga tidak mekar dalam semalam. Ia tumbuh, dibentuk, dan menunggu waktunya.

Kinerja Tangan untuk Fashion Nation 2026

Di antara tekstur tersebut, TOTON memainkan kontras antara tradisi dan konstruksi modern. Celana slim berbahan lace dipadukan dengan rok rumbai, legging Batik Pekalongan bertemu dengan dress penuh floral 3D dan surai-surai. Aksen dengan bentuk-bentuk sculptural memunculkan sisi solid di antara kerumunan renda dan bunga 3D di permukaan kebaya dan wastra. Hampir seluruh koleksi dikerjakan secara tangan manual dengan teknik artisan yang berakar pada tradisi kriya. Kinerja tangan membuat proses berjalan lebih slow, ini menjadi pernyataan terhadap ritme industri mode yang semakin cepat, bahwa sesuatu yang dibuat dengan tangan memiliki tumpahan energi yang memberi nilai tambah hakiki.

Uji Waktu yang Kaya Raya

TEMPAAN KALA juga tergambarkan dari pecahan keramik yang dijadikan korset, semacam pemikiran bahwa sesuatu yang terhempas karena waktu, masih bisa diangkat kembali, dan jadi istimewa dalam high fashion. Kreativitas Toton ini membawa kita berpikir lebih dari sekadar ide fashion, ia mengajak melihat warisan budaya Indonesia sebagai objek dan aset yang tumbuh tak henti, mekar menjelma ke bentuk baru dengan akar yang masih tertancap kuat di bumi musantara. Dalam perayaan 20 tahun Fashion Nation, TOTON menunjukkan bahwa memepertemukan waktu dan tradisi adalah sumber ide kaya raya. Waktu berkelindan dengan tradisi menciptakan bahasa mode yang relevan hari ini.

JEUMPA


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1