Valentino Beauty memperkenalkan Vendetta, fragrance terbaru yang hadir dalam dua ekspresi, Vendetta Uomo dan Vendetta Donna, melalui sebuah immersive experience di Atrium Grand Indonesia, Jakarta. Bukan sekadar area untuk mencoba parfum, instalasi ini membawa pengunjung masuk lebih jauh ke dalam dunia Valentino, dengan warna merah yang mendominasi hampir setiap sudutnya.

Begitu mendekati area instalasi, nuansa Valentino langsung terasa. Merah menjadi warna utama yang membingkai keseluruhan ruang, berpadu dengan hitam dan putih yang membuat identitas visual Vendetta semakin kuat. Pada lantainya, pola geometris membentuk logogram V Valentino secara berulang, menciptakan sebuah visual yang terasa seperti perpanjangan dari desain botol Vendetta.
Kesan dramatis semakin kuat melalui struktur instalasi yang menyerupai sebuah ruang eksklusif di tengah atrium. Dari kejauhan, oversized letter V dengan tulisan Vendetta menjadi salah satu focal point yang langsung menarik perhatian.
Memasuki Dunia Vendetta
Pengalaman yang ditawarkan Valentino Beauty tak berhenti pada kesempatan untuk mencium langsung fragrance terbaru ini. Pengunjung diajak menjelajahi sejumlah instalasi interaktif yang terasa seperti memasuki dunia Vendetta.
Salah satunya adalah pengalaman fotografi di photo booth dengan teknologi AI. Pengunjung dapat berpose seolah sedang menjadi pembalap yang tengah memacu sebuah mobil klasik. Dengan bantuan teknologi, adegan tersebut kemudian membawa pengunjung ke dalam sebuah visual yang terasa seperti potongan film kampanye Valentino.

Ada pula rangkaian layar televisi bergaya vintage yang menampilkan berbagai aktivitas di dalam instalasi, termasuk momen pengunjung yang sedang mengabadikan diri di dalam booth, sekaligus footage yang memperkenalkan Vendetta. Kehadiran elemen vintage ini memberikan kontras menarik terhadap teknologi digital yang digunakan di dalam pengalaman tersebut.
Bagi mereka yang ingin mengeksplorasi lebih jauh, tersedia pula sebuah instalasi berbentuk pintu dengan lubang kecil untuk mengintip. Dari baliknya, pengunjung dapat menemukan pengalaman visual yang berkaitan dengan karakter masing-masing fragrance Vendetta.

Rasanya seperti diberi kesempatan untuk membuka sedikit demi sedikit sebuah rahasia. Sebuah pendekatan yang cukup tepat untuk fragrance yang memang dibangun di atas gagasan tentang insting, hasrat, dan passion yang tak terbendung.
Vendetta Uomo, Kesegaran yang Berakhir Hangat dan Woody
Vendetta Uomo Eau de Parfum hadir sebagai fragrance dengan karakter woody spicy, dirancang untuk memberikan kesan berani, magnetis, dan penuh energi. Komposisinya dibuat oleh Master Perfumer Marie Salamagne dan bertumpu pada tiga signature ingredients: ginger, cinnamon liquor accord, dan patchouli.
Pada semprotan pertama, yang langsung terasa adalah sparkling ginger dari Peru. Karakternya segar, sedikit tajam, dan memberikan sensasi yang energik. Ginger menjadi pembuka yang membuat fragrance terasa hidup sejak awal.

Beberapa saat kemudian, karakter tersebut mulai berkembang menuju cinnamon liquor accord sebagai heart note. Di sinilah Vendetta Uomo mulai terasa lebih hangat dan sensual. Nuansa kayu manis hadir dengan karakter spicy sekaligus gourmand, memberikan kedalaman yang lebih kaya dibandingkan kesegaran pada awal semprotan. Valentino
Ketika fragrance mulai mengering di kulit, patchouli essence mengambil peran sebagai base note. Patchouli memberikan fondasi yang lebih dalam, woody, intens, dan maskulin, dengan karakter yang terasa lebih berani namun tetap smooth.
Perjalanan aromanya terasa seperti perubahan suasana. Dimulai dengan kesegaran ginger yang spontan, kemudian menjadi hangat dan spicy, sebelum akhirnya menetap dalam karakter woody yang lebih dalam.
Vendetta Donna, Floral yang Sensual dan Magnetis
Jika Vendetta Uomo bergerak melalui ginger, rempah, dan kayu, Vendetta Donna Eau de Parfum menawarkan interpretasi yang lebih floral, gourmand, dan woody.
Diciptakan melalui kolaborasi Master Perfumer Dominique Ropion dan Andrew Everett, Vendetta Donna dibangun dari tiga signature notes yang memberikan perjalanan aroma yang cukup berbeda.
Pada semprotan pertama, tuberose dari Kolombia langsung memberikan karakter floral yang intens. Bunga ini menghadirkan kesan solar, creamy, dan sensual, membuat pembuka Vendetta Donna terasa penuh sekaligus feminin.

Setelah beberapa saat, muncul red orange nectar accord yang terinspirasi dari varietas Tarocco Rosso dari Italia. Di bagian heart, aroma orange ini memberikan nuansa yang lebih juicy dan manis dengan karakter seperti liquor, menciptakan kontras menarik terhadap tuberose yang creamy.
Kemudian, ketika fragrance semakin menyatu dengan kulit, sandalwood menjadi base note yang memberikan sentuhan creamy dan woody. Kehadirannya membuat keseluruhan komposisi terasa lebih dalam, lembut, sekaligus sensual.
Jika Vendetta Uomo terasa seperti perjalanan dari kesegaran menuju intensitas kayu yang berani, Vendetta Donna justru bergerak dari floral yang sensual, menuju manis yang menggoda, lalu berakhir pada kehangatan sandalwood.
Keduanya memang memiliki karakter berbeda, tetapi Valentino merancang Vendetta Uomo dan Donna sebagai sebuah duo, dua ekspresi fragrance yang dipersatukan oleh gagasan mengenai passion, instinct, dan magnetic connection.
Botol sebagai Perpanjangan Identitas Valentino
Karakter Vendetta juga terlihat jelas melalui desain botolnya. Motif V menjadi elemen utama yang dibentuk langsung pada struktur kaca, menghasilkan siluet arsitektural yang kuat.

Untuk Vendetta Donna, warna merah yang intens menjadi bagian penting dari identitas visual fragrance, merepresentasikan passion dan emotional intensity yang juga menjadi bagian dari narasi parfum. Tutup hitam dengan detail berlipit memberikan sentuhan yang mengingatkan pada karakter couture Valentino.

Sementara itu, Vendetta Uomo mempertahankan pendekatan desain yang sama dengan struktur V pada botol dan tutup hitam yang memberikan kesan lebih tegas. Valentino
Menariknya, ketika botol-botol tersebut ditempatkan di dalam instalasi serba merah, hubungan antara packaging, fragrance, dan identitas visual Valentino terasa semakin kuat. Produk tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sebuah pengalaman visual yang utuh.
Tak Hanya Vendetta, Valentino Beauty Hadirkan Koleksi Makeup
Di area yang sama, Valentino Beauty juga menghadirkan rangkaian produk makeup mereka. Deretan lipstick, lip products, serta berbagai koleksi makeup lainnya ditampilkan dalam display yang tak kalah atraktif.


Ada hadiah menarik bagi Anda yang membeli fragrance Vendetta Uomo atau Donna di instalasi Vendetta di Atrium Grand Indonesia, Anda bisa mengikuti permainan berhadiah di sebuah funding machine khusus Vendetta. Anda bisa menebak nomor yang disembunyikan di layar, dan funding machinte tersebut akan mengeluarkan hadiah kejutan setelah Anda klik. Beberapa hadiah menarik yang ada di mesin ini di antaranya: Tote Bag, Pouch, make up, hingga miniatur parfum.

Warna merah yang menjadi latar instalasi membuat kemasan-kemasan Valentino tampil semakin menonjol. Beberapa produk bahkan disusun seperti objek koleksi, sehingga pengalaman berkunjung terasa seperti menjelajahi sebuah ruang beauty boutique dalam skala yang lebih besar.
Pada akhirnya, instalasi Vendetta di Atrium Grand Indonesia berhasil menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar fragrance launch. Ada aroma yang bisa dicoba, produk yang bisa dieksplorasi, teknologi AI yang bisa dimainkan, instalasi visual untuk diabadikan, hingga ruang-ruang kecil yang mengajak pengunjung menemukan sisi lain dari Vendetta.
Semua elemen tersebut berpadu dalam satu bahasa visual yang sangat Valentino, merah, berani, sensual, dan theatrical.
Vendetta sendiri seperti menjadi pusat dari seluruh pengalaman tersebut. Dua fragrance, dua karakter, tetapi satu gagasan yang sama: mengikuti insting dan membiarkan passion mengambil alih.
Valentino Vendetta Uomo dan Donna kini menjadi bagian terbaru dari dunia Valentino Beauty, membawa pengalaman fragrance ke dalam sebuah ruang yang tak hanya bisa dicium, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan dialami.

