Sepuluh tahun bagi sebuah perusahaan bukan sekadar angka usia, melainkan rekaman tentang bagaimana sebuah bisnis bertahan ketika keadaan tidak selalu berpihak. WOU Group memasuki satu dekade perjalanan dengan tema Decade of Growth, Decade of Impact, membawa cerita tentang sebuah usaha yang dimulai pada 2016 dengan modal hanya Rp200 ribu dan kini berkembang menjadi ekosistem bisnis dengan ratusan karyawan. Apa yang membuat sebuah bisnis kecil mampu bertahan hingga tumbuh sejauh ini?

Perjalanan 10 Tahun WOU GROUP
Anton Wibowo, Owner WOU Group, tidak menutupi bahwa perjalanan tersebut penuh tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang membuat omzet perusahaan sempat turun sekitar 30 persen. Namun, WOU Group kemudian bangkit dengan mengembangkan lini bisnis baru dan berhasil mencatat rekor omzet pada 2025. “Banyak cerita di sini selama 10 tahun terakhir, banyak badai yang kita lalui bersama dan alhamdulillah kita bisa melewati itu. Kita bisa bertahan dan sampai saat ini masih bisa bertumbuh,” ujar Anton. Di balik angka tersebut terdapat kerja bersama berbagai lini, mulai dari head office, bisnis oksigen, garmen, konveksi hingga pergudangan.

Bertahan dan Bertumbuh
Memasuki dekade kedua, WOU Group tidak sekadar ingin mempertahankan momentum pertumbuhan, tetapi memasang target yang jauh lebih besar: meningkatkan skala bisnis sekaligus manfaat sosial hingga 30 kali lipat dalam sepuluh tahun mendatang. “Bertahan dan bertumbuh itu tidak bisa kita lakukan sendiri. Ini kita lakukan bersama-sama. Tidak bisa saya sendiri,” kata Anton. Target tersebut juga diterjemahkan ke dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, menunjukkan bahwa pertumbuhan bagi WOU Group tidak berhenti pada neraca perusahaan.

Kepedulian: “Nafas Untuk Solo”
Salah satu bentuk konkret gagasan tersebut hadir melalui “Nafas untuk Solo”, program sosial yang menyediakan 54 tabung oksigen lengkap dengan regulator dan isinya secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa batas waktu. Program ini menjadi bagian dari ambisi WOU Group untuk memperluas dampak sosial di luar aktivitas bisnisnya. Wali Kota Solo Respati Ardi juga melihat keberadaan WOU Group sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kota, dari karyawan hingga supplier dan reseller, yang ikut menciptakan lapangan pekerjaan.

Pertumbuhan Bersama
Dari modal Rp200 ribu menuju ratusan karyawan, dari melewati penurunan omzet hingga mencatat rekor baru, satu dekade WOU Group memperlihatkan bahwa pertumbuhan tidak pernah berdiri sendiri. Dekade kedua kini dibuka dengan target 30 kali lipat dalam skala bisnis sekaligus manfaat sosial, sebuah ambisi yang oleh Anton sendiri diakui tidak ringan. “Tentu ini bisa sangat berat bagi manusia, tapi enggak ada yang enggak mungkin bagi Allah. Jadi yang bisa kita lakukan bersama adalah berikhtiar dan berdoa,” ujarnya.




