Home FashionRaungan Sejauh Mata Memandang di JFW 2027  

Raungan Sejauh Mata Memandang di JFW 2027  

by Nofi Firman
0 comments
Bagikan

Turun ke jalan berdemonstrasi bukan satu-satunya jalan untuk menunjukkan bentuk kepedulian kita terhadap isu sosial yang terus menerus menggerus hati nurani kita. Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang (SMM) menggunakan kedekatannya dengan kucing-kucing yang ia rawat di rumah. Kucing-kucing jalanan sering datang ke rumahnya untuk mencari makan. Ada yang pergi lagi, tapi ada juga yang akhirnya menetap dan dirawat. Di kantor SMM, dua kucing kampung juga sudah jadi bagian dari keseharian tim. Kedekatan ini jadi salah satu cerita di balik koleksi koleksi terbaru Sejauh Mata Memandang “RAUNG”, yang ditampilkan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta.

“Saya selalu merasa kucing punya karakter yang menarik. Mereka bisa sangat manja dan menggemaskan, tetapi juga berani menunjukkan ketidaknyamanan ketika ada sesuatu yang mengganggu mereka. Sama halnya dengan manusia, di mana ada kalanya kita merasa marah, kecewa, atau gelisah melihat apa yang terjadi di sekitar kita. Bagi saya, raungan kucing dalam koleksi Raung menjadi metafora dari kegelisahan itu sebagai suara yang muncul ketika ada sesuatu yang tidak bisa lagi diabaikan. Saya ingin koleksi ini menjadi pengingat bahwa persoalan yang terjadi saat ini bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Kita semua hidup dengan dampaknya,” ujar Chitra.

Kucing dikenal sebagai hewan yang menggemaskan, ekspresif, dan menghibur. Dalam berbagai kepercayaan, kucing melambangkan keberuntungan, serta membawa ketenangan dan perlindungan. Namun, saat merasa terancam atau terganggu, kucing juga bisa marah lewat suara raungannya. Koleksi Raung ini ibarat sebuah metafora raungan kucing yang marah di tengah keresahan masyarakat, di tengah berbagai keadaan yang memengaruhi kehidupan bersama, kemarahan, dan kegelisahan muncul ketika persoalan yang dihadapi semakin sulit untuk diabaikan. Melalui koleksi ini, SMM mengajak publik untuk lebih peka terhadap hal-hal di sekitar yang kerap luput dari perhatian.

Koleksi ini muncul dengan busana yang pucat, didominasi warna putih dan krem. Saat para model berjalan, ruangan seakan perlahan dibuat berkabut, seolah kita juga sedang terkena kabut asap. Warna busana semakin pekat, dari deretan warna pucat, berganti menjadi lebih gelap, lalu berganti menjadi berwarna-warni menggunakan kain perca khas SMM. Latar belakangnya pun ikut berganti. Dari cahaya kekuningan lalu perlahan semakin pekat menjadi merah membara, seperti cahaya api kebakaran hutan yang terus membesar dan belum juga padam. Suasana menjadi terasa lebih dalam lewat lagu pengiring Melaut karya Aria Ardikoesoema dan Matilah Kau Mati dari Efek Rumah Kaca, yang merupakan lagu tema dari film Laut Bercerita. 

Pada peragaan busana ini, SMM menampilkan 29 look yang digarap bersama Felix Tjahjadi sebagai co-creative director. Gagasan koleksi diwujudkan lewat motif kucing hasil kolaborasi dengan O Terawat, seniman dan ilustrator asal Bangkok. Visual khas O Terawat hadir dalam ragam bentuk, mulai dari ilustrasi kucing rumahan yang ekspresif hingga pola geometris kucing jalanan. Eksplorasi ini dipadukan dalam palet warna lembut hingga pekat, seperti cream, putih, merah muda, hitam, indigo, marun, jingga, dan hijau zaitun tua. Selain motif kucing, SMM juga menghadirkan kembali motif ikonik “Ayam Kincir” dengan tatanan pola yang baru.

Eksplorasi motif dalam koleksi Raung diwujudkan melalui beragam material dan teknik pengerjaan. Motif kucing rumahan diaplikasikan pada kain voal menggunakan teknik batik cap, serta pada Tencel™ Lyocell dan katun 60s melalui teknik cetak saring. Motif tersebut juga hadir pada scarf dan outer berbahan Tencel™ Lyocell dengan teknik cetak digital. Sementara itu, motif kucing jalanan diterapkan pada kain katun 60s dan Tencel™ Lyocell melalui teknik cetak digital, serta pada denim katun menggunakan teknik engraving. 

Proses produksi koleksi melibatkan para mitra artisan Studio Sejauh dari berbagai daerah di Indonesia. Di antara karya kolaboratif yang dihadirkan adalah tas berbentuk kucing yang dianyam menggunakan serat mansiang oleh Sakombu, selendang rajut tangan bermotif kucing oleh Toja, serta pakaian dan aksesoris yang memanfaatkan kembali (upcycle) kain perca sisa produksi dan kain kurang sempurna menggunakan berbagai teknik seperti patchwork, origami, dan rajut tangan yang masing-masing dibuat oleh Vitarlenology, KAIT Handmade dan Volen Art Space. Untuk melengkapi keseluruhan look, SMM berkolaborasi dengan Yongki Komaladi dalam menghadirkan sepatu yang dirancang khusus dengan bentuk terinspirasi dari kaki kucing.

Pada peragaan busana kali ini, semangat kebersamaan dan keberagaman juga terlihat dari para muse yang membawakan koleksi ini, seperti Yunita Siregar dan Ben Nugroho (pemeran film Laut Bercerita), Kesya Moedjenan (fashion stylist), Neysa Soediro (content creator), serta aktris asal Malaysia, Sharifah Sakinah.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1