Home FashionBeauty & GroomingYSL Beauty Hadirkan Le Vestiaire des Parfums COEUR, Interpretasi Olfaktori dari Talisman Ikonis Yves Saint Laurent

YSL Beauty Hadirkan Le Vestiaire des Parfums COEUR, Interpretasi Olfaktori dari Talisman Ikonis Yves Saint Laurent

by Dhanny Septianto
0 comments
Bagikan

YSL Beauty memperkenalkan Le Vestiaire des Parfums COEUR di Indonesia, sebuah kreasi haute parfumerie yang menerjemahkan simbol personal Monsieur Yves Saint Laurent ke dalam komposisi aroma yang berani, sensual, dan melampaui batas gender. Terinspirasi dari perhiasan berbentuk hati yang menjadi talisman sang couturier, parfum ini mempertemukan kontras aroma dingin dan hangat dengan kekayaan Indonesian patchouli serta inovasi sains hijau.

Diluncurkan di Jakarta pada 22 Oktober 2026, Le Vestiaire des Parfums COEUR menjadi bagian terbaru dari koleksi haute parfumerie YSL Beauty yang mengangkat warisan couture ke dalam dunia fragrance. Bukan sekadar kreasi wewangian, COEUR membawa narasi tentang passion, dedikasi artistik, dan sisi personal Yves Saint Laurent yang selama ini tersimpan di balik kemegahan panggung mode.

Kehadirannya juga merefleksikan perkembangan dunia luxury fragrance, ketika parfum semakin dipandang sebagai medium untuk mengekspresikan identitas, karakter, dan preferensi personal. Di tengah meningkatnya ketertarikan terhadap kreasi niche dan artisanal, kedalaman cerita di balik sebuah wewangian menjadi bagian penting dari pengalaman kemewahan itu sendiri.

Terinspirasi dari Talisman Pribadi Yves Saint Laurent

Di balik nama COEUR, tersimpan kisah sebuah perhiasan ikonis bernama Cœur fétiche. Dibuat pada 1961 oleh desainer perhiasan Roger Scemama untuk pembukaan rumah mode Yves Saint Laurent di 30 bis rue Spontini, Paris, bros berbentuk hati asimetris tersebut dihiasi kristal merah, smoky gray diamonds, dan pearl cabochons.

Perhiasan ini memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kreatif sang desainer. Sejak 1961 hingga peragaan terakhirnya pada 2002, talisman tersebut dikirimkan ke studio sehari sebelum pertunjukan dan disematkan pada busana model favorit Yves Saint Laurent. Berbeda dari berbagai elemen lain dalam koleksi couture-nya, perhiasan ini juga disimpan secara pribadi di apartemennya di Rue de Babylone.

Bagi YSL Beauty, simbol hati tersebut merepresentasikan passion dan dedikasi artistik yang menjadi bagian dari dunia Yves Saint Laurent. Melalui COEUR, warisan itu diterjemahkan ke dalam bahasa aroma, menghadirkan interpretasi yang lebih intim atas hubungan antara mode, emosi, dan ekspresi diri.

Komposisi Aroma dengan Kontras Hot-and-Cold

Diciptakan oleh Master Perfumer Daniela Andrier, Le Vestiaire des Parfums COEUR menghadirkan pendekatan yang tidak konvensional terhadap struktur amber fragrance. Karakter utamanya dibangun melalui kontras hot-and-cold, mempertemukan kesan dingin yang metalik dengan kehangatan amber yang sensual.

Pada pembukaan, cold aldehydes menghadirkan sensasi tajam dan dingin, mengingatkan pada kilau bingkai logam yang membungkus sebuah perhiasan. Kesan tersebut kemudian bertransisi menuju carnal red amber, yang memberikan kehangatan lebih dalam dan intens pada komposisi.

Memasuki bagian heart notes, iris pallida butter dari Prancis selatan menambahkan dimensi yang lebih halus dan refined. Bahan ini membutuhkan proses budidaya hingga pematangan rimpang atau rhizome selama tiga tahun untuk menghasilkan karakter aroma yang powdery, violet, dan raspberry.

Di bagian dasar, dark Indonesian patchouli menjadi salah satu elemen penting yang membangun identitas COEUR. Dipadukan dengan Virginian cedarwood dan Andalusian cistus absolute, patchouli menghadirkan nuansa earthy yang intens sekaligus memperkuat karakter wewangian yang genderless.

Penggunaan patchouli Indonesia juga memperlihatkan bagaimana kekayaan botani Nusantara memiliki tempat dalam kreasi parfum haute parfumerie. Melalui penerapan piagam pengadaan bertanggung jawab atau responsible sourcing charter L’Oréal, bahan ini menjadi bagian dari pendekatan yang menghubungkan kualitas bahan baku dengan tanggung jawab dalam proses pengadaannya.

Ketika Haute Parfumerie Bertemu Sains Hijau

Di balik karakter aromanya, Le Vestiaire des Parfums COEUR turut menyoroti penggunaan teknologi dalam pengembangan bahan wewangian. YSL Beauty mengintegrasikan inovasi dari Ourika Community Gardens yang terletak di kaki Pegunungan Atlas, Maroko, sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan L’Oréal Groupe.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Scent Trek™ Headspace Technology. Teknologi ini memungkinkan profil molekuler esensi lavender direkam dan direkonstruksi dari lingkungan alaminya tanpa harus memetik atau merusak tanaman asli.

Pendekatan tersebut membuka peluang untuk menangkap karakter aroma alam melalui proses yang lebih non-invasif, sekaligus mendukung upaya menjaga keanekaragaman hayati. Dalam konteks haute parfumerie, inovasi ini memperlihatkan bagaimana eksplorasi kreatif dapat berjalan berdampingan dengan perhatian terhadap sumber daya alam.

Bagi YSL Beauty, kemewahan tidak hanya terletak pada kompleksitas komposisi dan kualitas bahan baku, tetapi juga pada proses yang melatarbelakangi penciptaannya.

Botol Deep Ruby dengan Sentuhan Couture

Identitas visual COEUR meneruskan bahasa desain yang menjadi ciri khas dunia Saint Laurent. Parfum ini hadir dalam botol kaca arsitektural dengan potongan tegas dan rona deep ruby, warna yang diasosiasikan dengan passion dan seduction dalam estetika rumah mode tersebut.

Tampilannya dilengkapi tutup berkarakter arsitektural serta label bertekstur yang terinspirasi dari kain tuksedo ikonis grain de poudre. Sentuhan couture black pada label mempertegas kesan elegan sekaligus memberikan kontras terhadap warna merah pekat pada botol.

Perpaduan tersebut menjadikan kemasan COEUR bukan sekadar wadah parfum, melainkan bagian dari narasi desain yang menghubungkan dunia mode dan fragrance. Seperti komposisi aromanya, desain botol ini mengandalkan permainan kontras untuk menciptakan karakter yang kuat.

Menerjemahkan Warisan Couture ke dalam Identitas Personal

Melalui Le Vestiaire des Parfums COEUR, YSL Beauty kembali mengeksplorasi hubungan antara warisan mode dan seni meracik parfum. Inspirasi dari talisman pribadi Yves Saint Laurent, komposisi hot-and-cold, penggunaan Indonesian patchouli, serta penerapan teknologi sains hijau membentuk sebuah kreasi yang memadukan narasi historis dengan pendekatan kontemporer.

COEUR menempatkan parfum sebagai bagian dari ekspresi personal, bukan semata pelengkap penampilan. Dalam interpretasi ini, kemewahan hadir melalui perpaduan karakter aroma, cerita yang melatarbelakanginya, dan perhatian terhadap detail, dari pemilihan bahan hingga desain kemasan.

Sebuah penghormatan terhadap warisan Yves Saint Laurent, COEUR membawa semangat kebebasan berekspresi ke dalam bentuk yang lebih intim, melalui wewangian yang berani, sensual, dan tidak dibatasi oleh konvensi gender.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1