Di tengah riuhnya Hutan Kota by Plataran, Art Jakarta Gardens 2025 kembali menjadi ruang eksperimental yang menyatukan seni, cuaca tropis, dan urbanitas Jakarta dalam satu napas. Salah satu nama yang …
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean adalah seorang penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku dan juga seorang jurnalis Mode dan Seni. Ia sudah meliput London Milan Paris Fashion Week sejak tahun 2000. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa Isntitut Seni Indonesia Yogyakarta, Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kemudian memulai karir jurnalistik di majalah Femina tahun 1996, lalu berturut-turut menapak naik ke media-media terkemuka nasional seperti majalah Harper’s Bazaar Indonesia, majalah Dewi, majalah SOAP, Harian Media Indonesia, dan majalah Estetika. Dengan segenap perjalanan karirnya, kini ia menjadi Co-Founder dan Editorial Director LUXINA.
- Art & CultureEvents
“Gambar Kamu Jelek” Perusak Mental dan Jiwa Kreatif – Expression of the Journey Pameran Seni Terapi di Jakarta
Ingatkah kalian ketika kecil dulu, saat kita membuat gambar, kita mendapat reaksi yang membuat kita tersengat dan bahkan muncul niat untuk tidak akan menggambar lagi seumur hidup. Gambar innocent murni …
Di bawah bayang-bayang Villa d’Este yang penuh dengan sejarah sinema Italia, CHANEL kembali menggelar koleksi Cruise 2025/26. Villa yang berdiri megah di tepian Danau Como itu bukan sekadar tempat singgah …
- DestinationsFashionHotels
Puncak Romantisme Cinta Andien & Ippe Dalam Perayaan “A Decade of Love” di Sejuknya Alam Megamenung – Kencana Valley JSI Resort
Di jantung Megamendung yang sejuk dan berselimut kabut, hadirlah Kencana Valley yang syahdu di kepung perbukitan hijau. Suasana semakin syahdu ketika di 27 April 2025, tempat ini menjadi saksi momen …
- Art & Culture
Wajah Antagonis Super Fashion Karya Tusita Mangalani Menyelinap di Art Jakarta Garden 2025
Di dunia fiksi, wajah selalu lebih jujur daripada narasi. Lihat saja wajah Madame Morrible dari Wicked dan Madame Medusa dari The Rescuers – dua tokoh antagonis yang begitu mudah menyita …
Dalam era badai digital saat ini, buku cetak adalah produk elit, apalagi jika dibesut dengan keindahan fotografi, layout, finishing berupa hard cover yang elegan. Kita seperti kembali merasakan masa-masa supremasi …

