WATCH ART™ Grand Exhibition Milan 2026 mempertemukan lebih dari 500 timepieces dan objects, mahakarya dari Patek Philippe Museum, rare handcrafts, komplikasi tertinggi, hingga tujuh edisi khusus Milan. Lebih dari sebuah pameran, Patek Philippe membawa sejarah, keahlian dan cara pandangnya terhadap haute horlogerie ke jantung kota Milan.
Milan mendapatkan kesempatan untuk melihat Patek Philippe dari jarak yang sangat dekat. Bukan hanya melalui koleksi jam tangan terbaru, tetapi juga melalui sejarah panjang, craftsmanship, komplikasi, arsip, movement hingga tangan para artisan yang masih mengerjakan teknik-teknik tradisional.
Berlangsung dari 2 hingga 18 Oktober 2026 di CityOval—bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai Palazzo delle Scintille di kawasan CityLife—WATCH ART™ Grand Exhibition Milan 2026 menjadi edisi ketujuh dari rangkaian Grand Exhibition Patek Philippe. Setelah Dubai, Munich, London, New York, Singapore dan Tokyo, Milan dipilih sebagai kota berikutnya sekaligus salah satu pasar historis penting bagi Patek Philippe.
Namun Milan kali ini bukan sekadar tempat penyelenggaraan. Italia memiliki hubungan panjang dengan Patek Philippe. Sejak masa awal perusahaan, para pendiri Patek Philippe telah menjalin hubungan langsung dengan pelanggan Italia, bahkan menjual sejumlah jam tangan pertama mereka kepada klien di negara tersebut. Bagi Patek, karakter Italia yang menghargai tradisi, craftsmanship, desain, fashion sekaligus semangat inovasi membuat Milan menjadi tempat yang tepat untuk menghadirkan dunia mereka secara utuh.
Membawa Geneva ke Milan

Dengan luas lebih dari 2.900 meter persegi, pameran ini menjadi Grand Exhibition terbesar yang pernah diselenggarakan Patek Philippe. Di bawah kubah CityOval yang mencapai ketinggian 30 meter, pengunjung diajak memasuki semacam versi miniatur dunia Patek Philippe—mulai dari kantor bersejarah di Rue du Rhône, manufacture di Plan-les-Ouates, hingga Patek Philippe Museum di Geneva.
Atrium menjadi pembuka perjalanan tersebut. Sebuah instalasi setinggi sembilan meter dan lebar 4,5 meter terdiri dari 2.028 tetes transparan yang merepresentasikan Jet d’Eau, salah satu simbol kota Geneva sejak 1891. Dari sini, perjalanan berlanjut ke 15 ruang dengan tema yang berbeda, masing-masing memperlihatkan sisi lain dari Patek Philippe.
Lebih dari 500 timepieces dan objects hadir dalam pameran ini. Koleksinya mencakup seluruh current collection Patek Philippe, dari model-model ikonik hingga mekanisme paling kompleks. Ada pula ruang khusus yang memperlihatkan sejarah manufacture, movement, research and development, supercomplications, rare handcrafts dan arsip perusahaan. Dengan cara tersebut, Patek tidak hanya menunjukkan apa yang mereka produksi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah jam Patek Philippe lahir.
Ketika museum meninggalkan Geneva

Salah satu bagian yang paling bernilai dari exhibition ini adalah kehadiran sekitar 80 jam dari Patek Philippe Museum di Geneva. Koleksi tersebut sangat jarang meninggalkan museum dan untuk Milan dipilih secara khusus untuk memperlihatkan perjalanan panjang horologi.
Ada jam dari Antique Collection yang berasal dari abad ke-16 hingga awal abad ke-19. Kemudian terdapat P-72, perpetual calendar wristwatch pertama yang diketahui, yang dibuat pada 1925. Ada pula World Time wristwatch Ref. 1415 HU dari 1948 dan sebuah pocket watch minute repeater dengan power reserve 30 hari dari 1918 yang pernah dimiliki James Ward Packard.
Sejarah juga hadir melalui pemilik-pemilik penting. Sebuah pendant watch yang diberikan kepada Queen Victoria pada Great Exhibition di London pada 1851 ikut dipamerkan, bersama pocket watch tahun 1901 dengan portrait Pope Leo XIII. Ruang Historical Owners memperlihatkan bahwa sejarah sebuah jam sering kali tidak hanya ditentukan oleh mekanismenya, tetapi juga oleh siapa yang pernah memilikinya.
Seni yang masih dikerjakan dengan tangan

Patek Philippe juga memberikan ruang besar kepada Rare Handcrafts, salah satu bagian yang memperlihatkan mengapa sebuah jam tangan haute horlogerie dapat dianggap sebagai karya seni. Sebanyak 25 karya unik dan limited editions ditampilkan, dengan teknik seperti miniature painting on enamel, cloisonné enamel, hand engraving, micro wood marquetry, hand-executed guilloché dan gemsetting. Banyak di antaranya mengambil inspirasi dari kekayaan budaya dan tradisi artistik Italia.
Yang membuatnya lebih menarik, pengunjung tidak hanya melihat hasil akhirnya. Para artisan hadir untuk memperlihatkan proses pengerjaan secara langsung. Ada sesuatu yang sangat relevan dari pengalaman tersebut: di saat teknologi semakin mengambil alih banyak proses produksi, Patek justru memperlihatkan nilai dari keterampilan manusia yang membutuhkan waktu, konsentrasi dan pengalaman bertahun-tahun.
Dari movement hingga suara

Bagi penggemar horologi, Manufacture Room mungkin menjadi salah satu ruang paling penting. Patek memperlihatkan movement yang dirancang dan dibuat sendiri, proses produksi komponen serta area khusus untuk Research and Development. Sebanyak 53 movement ditampilkan dalam revolving display cabinets, sementara 64 movement lainnya hadir melalui interactive movement showcase.
Kemudian ada dunia supercomplications. Pameran menghadirkan tiga masterpiece dan pengalaman immersive yang berhubungan dengan Grandmaster Chime, termasuk Grandmaster Chime dengan 20 komplikasi, salah satu jam paling kompleks yang pernah dibuat Patek Philippe. Sky Moon Tourbillon Ref. 6002R-001 juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. 2026_PPSA_DP_WATCH ART Grand Ex…
Ruang Master of Sound membawa perhatian kepada salah satu bidang paling sulit dalam mechanical watchmaking: chiming watches. Sebanyak 21 pieces ditampilkan, sementara master watchmakers Patek Philippe melakukan demonstrasi langsung terhadap berbagai movement.
Untuk pertama kalinya dalam sebuah major exhibition, Patek Philippe juga menghadirkan ruang yang sepenuhnya didedikasikan untuk historical archives, memperlihatkan material yang selama ini tersimpan dalam arsip perusahaan.
Tujuh jam untuk Milan
Seperti Grand Exhibition sebelumnya, Milan juga menjadi momentum untuk memperkenalkan limited editions khusus. Kali ini ada tujuh model yang mengambil inspirasi dari karakter Italia dan kota Milan.
Yang paling teknis adalah Ref. 5978P-010, sebuah instantaneous perpetual calendar chronograph dengan aperture displays. Kemudian ada Ref. 7047G-010, minute repeater dengan red lacquered dial dan strap yang senada; Ref. 7147G-010, perpetual calendar dengan dial dan strap berwarna hijau; serta Ref. 7007G-010, Calatrava dengan dial dan strap putih. Trio warna tersebut secara jelas menggemakan warna bendera Italia.
Patek juga memberikan sentuhan baru kepada Aquanaut Ref. 5167, melalui blue sunburst dial dengan black gradient serta red transferred minute track. Dua model lainnya mungkin menjadi interpretasi paling literal terhadap Milan: World Time Minute Repeater Ref. 5531G-012 dan Ref. 5531G-013. Keduanya menggunakan cloisonné enamel pada bagian tengah dial untuk menggambarkan pusat kota Milan—masing-masing dalam suasana siang dan malam.
Lebih dari sebuah pameran jam

WATCH ART™ Grand Exhibition Milan 2026 ini adalah sebuah pernyataan mengenai identitas Patek Philippe sendiri. Sudah lebih dari 185 tahun Patek Philippe mempertahankan tradisi pembuatan jam Geneva dan hingga kini tetap menjadi manufacture independen yang dimiliki keluarga. Perusahaan mencatat lebih dari 200 paten, sementara Patek Philippe Seal menjadi standar kualitas yang diterapkan pada seluruh jam mekanis yang mereka produksi.
Tetapi heritage bagi Patek bukan berarti berhenti pada masa lalu. Di Milan, sejarah berjalan berdampingan dengan research and development, movement baru, demonstrasi watchmaker, craftsmanship tradisional dan komplikasi yang terus dikembangkan.
Itulah yang membuat exhibition ini menarik. Patek Philippe tidak hanya memamerkan jam tangannya; mereka memperlihatkan seluruh ekosistem yang membuat sebuah Patek Philippe menjadi Patek Philippe.
Geneva hadir melalui museum, manufacture dan sejarahnya. Italia hadir melalui desain, warna, enamel dan interpretasi Milan. Dan di antara keduanya terdapat satu benang merah: keyakinan bahwa haute horlogerie bukan sekadar persoalan bagaimana sebuah jam menunjukkan waktu, tetapi bagaimana pengetahuan, keterampilan, inovasi dan sejarah dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
WATCH ART™ Grand Exhibition Milan 2026 menjadi potret Patek Philippe dalam skala penuh – sebuah perjalanan dari masa lalu, melewati tangan para artisan dan watchmaker, hingga masa depan mechanical watchmaking.



