Home TravelDestinationsRENAISSANCE DAY OF DISCOVERY 2026: Menemukan Sisi Lain Johor Bahru Lewat Delapan Pengalaman Terkurasi Bersama Renaissance

RENAISSANCE DAY OF DISCOVERY 2026: Menemukan Sisi Lain Johor Bahru Lewat Delapan Pengalaman Terkurasi Bersama Renaissance

by Dhanny Septianto
0 comments
Bagikan

Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah perjalanan tidak hanya mengajak kita mengunjungi tempat baru, tetapi juga mengubah cara kita melihat sebuah destinasi. Johor Bahru, misalnya, mungkin lebih sering dikenal sebagai kota perbatasan Malaysia yang menjadi tujuan singkat untuk berbelanja atau menikmati kuliner. Namun, setelah mengikuti Renaissance Day of Discovery 2026, saya mulai melihat kota ini dari sudut pandang yang berbeda.

Pada 30 Oktober hingga 2 November 2026, Luxina mendapat kesempatan mengikuti Renaissance Day of Discovery 2026 Fam Trip yang diselenggarakan oleh Renaissance Johor Bahru Hotel. Bersama sejumlah media dan content creators dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia, perjalanan ini dirancang untuk memperkenalkan karakter Johor Bahru melalui pengalaman yang lebih dekat dengan budaya, masyarakat, kreativitas, dan kehidupan lokal.

Mengusung tema global Frame & Reveal, Renaissance mengajak para tamu untuk melihat setiap pengalaman sebagai sebuah bingkai cerita. Ada hal-hal yang mungkin terlewat ketika kita hanya datang sebagai wisatawan biasa, tetapi justru menjadi menarik ketika kita bersedia meluangkan waktu untuk mengenalnya lebih dekat.

Selama empat hari, delapan pengalaman telah disiapkan. Dan setiap frame ternyata menyimpan cerita yang berbeda.

Sebelum rangkaian perjalanan dimulai, Hezrin Ali, Assistant Director of Marketing Communication Renaissance Johor Bahru Hotel, menjelaskan filosofi di balik perayaan tahun ini.

“Renaissance Day of Discovery merupakan undangan tahunan kami untuk merayakan rasa ingin tahu serta komunitas lokal yang turut membentuk karakter dan keunikan setiap destinasi,” ungkap Hezrin. Ia juga menyampaikan bahwa peresmian Renaissance “R” Logo Statue menjadi babak baru bagi hotel, sekaligus simbol komitmen Renaissance dalam menghadirkan pengalaman bermakna yang mendorong para tamu untuk menjelajahi Johor Bahru dengan cara yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Sebuah ajakan yang kemudian kami rasakan sendiri melalui delapan pengalaman berikut.

Frame 01: Wellness, Memulai Hari dengan Energi Baru

Hari kedua dimulai dengan sesuatu yang sedikit berbeda dari rutinitas pagi ketika menginap di hotel. Alih-alih langsung menikmati sarapan panjang atau bersiap menjelajahi kota, kami diajak mengikuti sesi wellness yang menghadirkan Zumba bersama dua instruktur, Heny Haryanti dan MisFino, di area meeting room lantai dua Renaissance Johor Bahru Hotel.

Berkolaborasi dengan Fitness First, sesi ini menjadi cara menyenangkan untuk membangunkan tubuh sekaligus mengisi ulang energi sebelum menjalani rangkaian aktivitas sepanjang hari.

Saya selalu percaya bahwa pengalaman menginap yang menyenangkan bukan hanya tentang kamar yang nyaman atau fasilitas hotel yang lengkap. Ada nilai lebih ketika sebuah hotel juga memberikan kesempatan kepada tamunya untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu untuk diri sendiri.

Dengan pakaian olahraga yang sudah disiapkan, pagi itu terasa lebih aktif dan penuh energi. Sebuah pembuka yang cukup menyegarkan sebelum kami mengenal Johor Bahru lebih jauh.

Frame 02: Taste, Mengenal Johor Bahru Lewat Kekayaan Rasa

Bagi saya, mengenal sebuah kota hampir selalu paling menyenangkan dimulai dari makanannya. Ada banyak cerita tentang budaya, kebiasaan, bahkan sejarah yang bisa ditemukan melalui apa yang tersaji di atas meja.

Siang itu, kami menuju Wan Li Chinese Restaurant untuk menikmati pengalaman bersantap yang terinspirasi oleh kekayaan kuliner Kanton dan cita rasa lokal Johor. Setiap hidangan menjadi kesempatan untuk mengenal bagaimana tradisi kuliner dapat dipertahankan sekaligus dihadirkan dengan pendekatan yang lebih kontemporer.

Malaysia sendiri memiliki karakter kuliner yang sangat menarik. Perpaduan pengaruh Melayu, Tionghoa, dan berbagai budaya lainnya menciptakan identitas rasa yang begitu beragam. Johor Bahru pun memiliki cerita tersendiri dalam lanskap kuliner tersebut.

Makan siang ini bukan sekadar jeda di antara aktivitas. Saya justru melihatnya sebagai bagian penting dari perjalanan, karena terkadang sebuah destinasi lebih mudah dikenang melalui rasa yang pernah kita nikmati.

Setelah makan siang, kami memiliki waktu untuk beristirahat dan menikmati waktu pribadi di hotel sebelum kembali berkumpul pada malam harinya.

Frame 03: The Grand Reveal, Sebuah Malam Penuh Cerita dan Perayaan

Jika siang hari memberikan kesempatan untuk mengenal Johor Bahru melalui rasa, malamnya menjadi momen ketika berbagai elemen budaya dan kreativitas bertemu dalam satu perayaan.

Bertempat di area lobi Renaissance Johor Bahru Hotel, The Grand Reveal menghadirkan suasana yang berbeda dari pengalaman hotel pada umumnya. Konsep Frame & Reveal diterjemahkan melalui instalasi lokal, curated bites, signature beverage rituals, pertunjukan musik, serta penampilan budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi setempat.

Salah satu momen penting malam itu adalah peresmian patung Renaissance “R” Logo Statue. Instalasi ikonik ini menjadi landmark baru yang menyambut para tamu ketika memasuki hotel. Lebih dari sekadar elemen dekoratif, simbol Renaissance “R” merepresentasikan semangat untuk terus mendorong rasa ingin tahu, menemukan hal-hal baru, dan melihat sebuah destinasi melampaui apa yang selama ini dikenal.

Saya juga menikmati bagaimana malam tersebut tidak hanya berfokus pada seremoni. Kehadiran pertunjukan budaya dengan busana tradisional yang penuh warna memberikan suasana tersendiri, sekaligus menjadi pengingat bahwa identitas sebuah kota selalu memiliki cerita yang layak diperkenalkan.

Perayaan berlanjut dengan makan malam di Café BLD melalui REN Festive Dinner Buffet, yang menyajikan pilihan hidangan lokal dan internasional. Sebuah malam yang mempertemukan banyak hal dalam satu tempat, mulai dari budaya, kuliner, musik, hingga percakapan bersama teman-teman baru dari berbagai negara.

Frame 04: Heritage, Menemukan Cerita di Balik Warisan Johor

Perjalanan hari ketiga membawa kami keluar dari hotel untuk melihat Johor Bahru lebih dekat. Kali ini, fokusnya adalah heritage, mengenal individu dan warisan yang ikut membentuk identitas kota ini.

Destinasi pertama adalah Muzium Tokoh Johor, sebuah tempat yang memperkenalkan sosok-sosok penting dalam perjalanan sejarah dan perkembangan Johor.

Bagi saya, mengunjungi museum seperti ini memberikan perspektif yang berbeda ketika menjelajahi sebuah kota. Kita tidak lagi hanya melihat bangunan, jalan, atau landmark sebagai objek wisata, tetapi mulai memahami orang-orang yang berada di balik perjalanan panjang sebuah daerah.

Johor memiliki sejarah kepemimpinan, perkembangan sosial, dan budaya yang menarik untuk ditelusuri. Melalui koleksi dan kisah yang diperkenalkan di museum ini, kami diajak mengenal kontribusi berbagai tokoh yang memiliki peran dalam membentuk Johor seperti sekarang.

Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah perjalanan memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari aktivitas wisata yang biasa dilakukan, lalu menghabiskan waktu untuk memahami latar belakang sebuah tempat.

Frame 05: History, Menyusuri Jejak Masa Lalu di Bekas Penjara Johor

Setelah mengenal tokoh-tokoh pentingnya, perjalanan berlanjut menuju Kota Jail, sebuah bangunan bersejarah yang dulunya berfungsi sebagai penjara. Kini, bangunan tersebut telah mengalami transformasi dan dimanfaatkan kembali sebagai museum serta area dengan kafe-kafe kecil yang memberikan kehidupan baru pada kawasan bersejarah ini.

Ada sesuatu yang berbeda ketika memasuki bangunan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masa lalu sebuah kota. Dinding, lorong, dan detail arsitekturnya seolah menyimpan cerita yang tidak langsung terlihat oleh mata.

Dalam kunjungan ini, kami diajak menelusuri sejarah bangunan penjara tersebut, mengenal fungsi dan kisah di balik keberadaannya. Rasanya seperti diajak melakukan perjalanan melintasi waktu, membayangkan bagaimana kehidupan berlangsung di tempat ini pada masa ketika bangunan tersebut masih digunakan sebagai penjara.

Saya menyukai pengalaman seperti ini karena sejarah terasa jauh lebih dekat ketika kita bisa melihat langsung ruang yang menjadi saksi peristiwa masa lalu. Bukan sekadar membaca informasi dari sebuah panel museum, tetapi berada di dalam bangunan yang memiliki cerita nyata untuk disampaikan.

Menariknya, transformasi kawasan ini juga memperlihatkan bagaimana bangunan bersejarah dapat tetap memiliki tempat dalam kehidupan kota modern. Dari sebuah penjara tua, kini sebagian ruangnya menjadi tempat untuk mengenal sejarah sekaligus menikmati suasana kafe-kafe kecil.

Bagi saya, kunjungan ini menjadi salah satu pengalaman yang cukup berkesan. Ada pertemuan antara masa lalu dan masa kini, antara bangunan yang menyimpan cerita lama dan kehidupan baru yang tumbuh di sekitarnya.

Frame 06: Craft, Kreativitas yang Lahir dari Tradisi

Dari sejarah, kami kemudian diajak mengenal sisi kreatif Johor melalui kunjungan ke Galeri Seramik MBPG (Majlis Bandaraya Pasir Gudang).

Kerajinan tangan memiliki hubungan yang erat dengan identitas sebuah komunitas. Di balik setiap karya, ada keterampilan, ketekunan, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal inilah yang ingin diperlihatkan melalui pengalaman craft kali ini.

Di galeri tersebut, kami mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana seni keramik menjadi bagian dari ekspresi kreativitas dan tradisi lokal. Tanah liat yang awalnya terlihat sederhana dapat berubah menjadi benda dengan karakter dan nilai artistik melalui proses pengerjaan yang membutuhkan ketelitian.

Saya selalu tertarik melihat proses di balik sebuah karya. Hasil akhirnya mungkin terlihat indah dan sederhana, tetapi ada banyak tahapan serta keterampilan yang tidak selalu terlihat oleh orang yang hanya melihat produk jadinya.

Pengalaman ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan wisata dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika kita memberi ruang kepada para perajin dan pelaku kreatif lokal untuk memperkenalkan karya mereka.

Bagi Renaissance, mempertemukan para tamu dengan komunitas lokal merupakan bagian dari semangat discovery. Dan bagi saya, pengalaman ini menjadi salah satu cara paling menarik untuk mengenal karakter Johor Bahru di luar atraksi wisata yang umum.

Frame 07: The Pause, Menikmati Waktu untuk Berhenti Sejenak

Setelah seharian menjelajahi berbagai tempat, kembali ke hotel terasa seperti menemukan ruang untuk menarik napas lebih panjang.

Frame ketujuh, The Pause, memang dirancang sebagai momen untuk kembali menikmati suasana di Renaissance Johor Bahru Hotel. Kami diajak mengenal signature beverage ritual hotel, menikmati minuman khas, sekaligus berbagi cerita tentang berbagai pengalaman yang telah dilalui sepanjang hari.

Saya menyukai konsep ini karena perjalanan yang menyenangkan tidak selalu harus dipenuhi dengan aktivitas. Ada kalanya momen paling berkesan justru hadir ketika kita tidak terburu-buru menuju tempat berikutnya.

Kembali ke lobi hotel, menikmati suasananya, dan bertukar cerita dengan teman-teman yang baru dikenal menjadi bagian tersendiri dari perjalanan ini.

Renaissance Hotels memang memiliki pendekatan yang menarik dalam memperkenalkan karakter setiap destinasi melalui konsep Evenings at Renaissance. Sebuah pengalaman yang mempertemukan musik, budaya, minuman, dan interaksi sosial dalam suasana yang lebih santai.

Pada kesempatan ini, pengalaman tersebut juga diperkenalkan melalui dua signature punch bowls, Full of Red dan Silk Road, hasil kolaborasi dengan Demitri, founder of Hats Bar Jakarta sekaligus 2026 Renaissance Evenings Ambassador.

Dua racikan ini menjadi bagian dari interpretasi kreativitas dan eksplorasi rasa yang dihadirkan dalam perayaan Renaissance Day of Discovery.

Frame 08: The Final Reveal, Menutup Perjalanan dengan Sebuah Perayaan

Perjalanan empat hari ini akhirnya mencapai puncaknya melalui The Final Reveal, sebuah makan malam yang menjadi penutup rangkaian Renaissance Day of Discovery 2026.

Berlokasi di Café BLD, malam terakhir dirancang sebagai pengalaman bersantap bersama yang merayakan bold flavours, cerita, dan berbagai penemuan selama perjalanan. Suasana makan malam yang lebih intim memberikan kesempatan bagi kami untuk kembali berkumpul, berbagi kesan, sekaligus menikmati waktu bersama sebelum kembali ke negara masing-masing.

Salah satu hal yang saya nikmati dari perjalanan ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru. Para media dan content creators dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia datang dengan latar belakang serta cerita yang berbeda. Namun, dalam beberapa hari, berbagai percakapan dan pengalaman bersama membuat suasana terasa semakin akrab.

Malam itu menjadi pengingat bahwa sebuah perjalanan tidak hanya ditentukan oleh tempat yang kita kunjungi, tetapi juga oleh orang-orang yang kita temui sepanjang perjalanan.

Beyond The Journey, Cerita yang Dibawa Pulang

Pada 2 November 2026, setelah menikmati sarapan terakhir di Café BLD, tiba waktunya untuk meninggalkan Renaissance Johor Bahru Hotel dan kembali menuju Senai International Airport.

Saya datang ke Johor Bahru dengan ekspektasi untuk mengikuti sebuah hotel fam trip. Namun, saya pulang membawa lebih banyak cerita daripada yang dibayangkan. Tentang sejarah, budaya, kuliner, kreativitas lokal, dan tentu saja pertemanan baru.

Renaissance Day of Discovery 2026 mengingatkan saya bahwa mengenal sebuah destinasi membutuhkan lebih dari sekadar melihat tempat-tempat terkenalnya. Terkadang, kita perlu sedikit memperlambat langkah, membuka diri terhadap pengalaman baru, dan memberi kesempatan kepada cerita-cerita lokal untuk muncul dengan sendirinya.

Sebab, pada akhirnya, perjalanan yang paling berkesan bukan selalu tentang seberapa banyak tempat yang berhasil kita kunjungi, melainkan tentang hal-hal baru yang berhasil kita temukan di sepanjang perjalanan.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1