Wellness tidak selalu dimulai dari sesi yoga saat matahari terbit atau ritual spa yang panjang. Terkadang, ia hadir dalam jeda sederhana, menikmati secangkir kopi, menghirup aromanya perlahan, dan memberi diri sendiri waktu untuk benar-benar berhenti. Di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, momen semacam ini mendapat interpretasi baru melalui The Art of Coffee, kolaborasi bersama MILKLAB yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 30 November 2026. Terinspirasi oleh Mikael Jasin, World Barista Champion 2024, program ini menghadirkan tiga kreasi kopi berbasis espresso premium dan susu nabati dengan karakter rasa yang beragam. Sejalan dengan gagasan wellness yang memberi ruang bagi keseimbangan dan kesadaran terhadap momen saat ini, pengalaman ini mengajak tamu menikmati kopi bukan sekadar sebagai suntikan energi, melainkan sebagai bagian dari ritual personal yang memperkaya perjalanan di Bali.

Percakapan dari Mikael Jasin
Di balik secangkir kopi yang berkesan, selalu ada percakapan tentang rasa, tekstur, aroma, dan keberanian meracik sesuatu yang berbeda. Mikael Jasin, yang juga merupakan MILKLAB Brand Ambassador, membawa perspektif tersebut melalui tiga kreasi yang mengolah espresso premium bersama pilihan susu nabati MILKLAB. Racikannya tersedia di The Lobby Bar & Lounge, menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin menikmati kopi dengan pendekatan lebih eksperimental. Bukan sekadar soal kafein untuk memulai hari, tetapi juga tentang bagaimana satu minuman bisa menjadi jeda kecil yang menyenangkan di antara agenda liburan.

Kopi demi Kopi
Menu pertama, Lemon Almond Cookie, bermain dengan nostalgia kue lemon klasik. Sirup shortbread memberikan karakter manis menyerupai biskuit mentega, berpadu dengan MILKLAB Almond, kemudian disempurnakan busa matcha dengan sentuhan almond dan lemon. Hasilnya menghadirkan pertemuan rasa yang terasa akrab sekaligus tidak terduga. Sementara itu, Honey Oat Lychee membawa nuansa lebih floral dan lembut melalui perpaduan sirup madu mentah, aroma leci, serta MILKLAB Oat yang memberi karakter malt halus. Espresso hadir untuk memberikan kedalaman, menjaga profil rasa tetap seimbang. Dua kreasi ini memperlihatkan bagaimana kopi modern dapat bergerak melampaui formula latte konvensional tanpa kehilangan daya tariknya sebagai minuman sehari-hari.

Detail-detail MILKLAB Macademia
Pilihan ketiga, Macadamia Palm Sugar Latte, terasa paling dekat dengan palet rasa Asia Tenggara. Perpaduan espresso, MILKLAB Macadamia, dan gula aren menghasilkan karakter yang hangat, sementara busa pandan aromatik memberi aksen lokal yang khas. Ada sesuatu yang menarik ketika bahan-bahan yang akrab dalam keseharian Indonesia bertemu dengan pendekatan specialty coffee kontemporer. Hasilnya bukan sekadar minuman dengan daftar bahan yang menggoda, melainkan interpretasi baru atas rasa regional dalam format yang lebih modern. Bagi tamu yang gemar mengeksplorasi kuliner melalui detail-detail kecil, tiga kreasi ini menawarkan alasan sederhana untuk kembali ke bar dan mencoba gelas berikutnya.


Maulida Fika – Barista Internal The Westin Resort Nusa Dua, Bali,
Pengalaman tersebut juga memberi panggung kepada Maulida Fika, barista internal The Westin Resort Nusa Dua, Bali, yang mendampingi perjalanan The Art of Coffee sepanjang program berlangsung. Dengan sertifikasi profesional serta pengalaman dalam specialty coffee, teknik manual brewing, dan analisis sensori, Fika membawa keterampilan teknis sekaligus pendekatan hospitality ke dalam setiap sajian. Keterlibatannya memperlihatkan sisi lain industri kopi yang kerap luput dari perhatian: kualitas pengalaman tidak hanya ditentukan oleh biji kopi atau resep, tetapi juga oleh orang yang memahami bagaimana rasa dibangun dan diceritakan. Partisipasinya dalam kompetisi regional Indonesia Brewers Cup turut menegaskan keterhubungannya dengan komunitas kopi spesialti yang terus berkembang.

Kopi di Tepi Laut
Puncak kolaborasi ini hadir melalui Brew After Hours, sebuah sesi kopi istimewa di Ikan Beachfront pada 31 Oktober 2026. Dalam pertemuan yang menghadap Samudra Hindia, Mikael Jasin dan Maulida Fika akan berada di balik bar yang sama, menyajikan ketiga kreasi signature sekaligus berbagi cerita tentang inspirasi rasa dan teknik pembuatannya. Formatnya terasa lebih intim daripada demonstrasi kopi formal: tamu dapat menikmati minuman dalam suasana pesisir sambil mengenal proses kreatif di balik setiap racikan. Bagi pencinta kopi yang sedang berada di Nusa Dua, inilah kesempatan untuk melihat keahlian internasional dan talenta hospitality lokal bertemu dalam satu pengalaman yang santai, tanpa kehilangan kedalaman craft-nya.

Jeda Waktu di Suasana Resort
Kolaborasi dengan MILKLAB juga menyoroti peran susu nabati dalam perkembangan budaya kopi kontemporer. Pilihan almond, oat, dan macadamia memberikan karakter tekstur serta rasa yang berbeda, membuka kemungkinan baru dalam merancang minuman berbasis espresso. Melalui kolaborasi dengan para profesional kafe, edukasi, dan keterlibatan komunitas, MILKLAB mendukung eksplorasi tersebut di kawasan Asia Pasifik. Di The Westin Resort Nusa Dua, pendekatan ini bertemu dengan suasana resor yang menjadikan makanan dan minuman bagian penting dari pengalaman menginap. Seperti disampaikan Dane Fernandes, Director of Food & Beverage resor, program ini juga menjadi momen bermakna bagi Fika untuk berbagi panggung dengan seorang juara dunia, sekaligus merayakan dedikasi tim di balik setiap cangkir.

The Art of Coffee
The Art of Coffee mengingatkan bahwa pengalaman luxury tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang megah. Terkadang, kemewahan terasa lebih dekat melalui waktu untuk menikmati aroma kopi, menemukan kombinasi rasa baru, atau berbincang dengan barista yang memahami pekerjaannya. Di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, ritual sederhana itu ada dengan latar tropis yang membuatnya terasa berbeda, terutama ketika Brew After Hours mempertemukan kopi dan laut dalam satu sore menjelang malam. Koleksi tiga minuman ini tersedia hingga 30 November 2026 di The Lobby Bar & Lounge, sementara sesi bersama Mikael Jasin berlangsung pada 31 Oktober di Ikan Beachfront. Sebuah alasan untuk memasukkan coffee break ke dalam agenda Bali berikutnya—dan membiarkan secangkir kopi menjadi bagian dari perjalanan, bukan sekadar teman singgah.

