Home LifestyleGourmetKetika Dinner di Kindling Menjadi Pengalaman yang Tak Pernah Sama

Ketika Dinner di Kindling Menjadi Pengalaman yang Tak Pernah Sama

by Ion Akhmad
0 comments
Bagikan

Bagi pemegang Visa Infinite, makan di Kindling bukan sekadar reservasi meja. Ada akses menuju pengalaman yang lebih personal, menu yang tidak selalu tersedia, dan cerita yang hanya bisa ditemukan ketika Chef Vallian Gunawan membuka dapurnya lebih jauh.

Ada alasan mengapa sebuah restoran bisa membuat seseorang ingin kembali, bahkan setelah seluruh menu pernah dicicipi. Bukan hanya karena makanannya, tetapi karena selalu ada kemungkinan menemukan sesuatu yang berbeda pada kunjungan berikutnya. Kindling di Cikini adalah salah satunya.

Berada di sebuah rumah lama yang telah direstorasi, Kindling menawarkan pengalaman fine dining yang terasa lebih dekat dengan sebuah private dinner. Restoran ini merupakan karya Chef Vallian Gunawan, yang menerjemahkan berbagai pengaruh Asia melalui teknik memasak modern. Namun, pengalaman di Kindling bisa menjadi lebih eksklusif ketika Anda datang sebagai pemegang Visa Infinite.

Melalui Infinite Tastes: Beyond the Menu, Visa Infinite membuka akses kepada pengalaman kuliner yang memang dirancang untuk membawa tamu lebih dekat kepada chef, proses kreatif, cerita, dan hidangan yang berada di luar pengalaman restoran pada umumnya. Program ini hadir di berbagai kota di Asia Pasifik dan menghadirkan pengalaman yang berbeda-beda—mulai dari menu off-menu, chef-hosted dining hingga perjalanan kuliner yang hanya tersedia dalam kesempatan tertentu.

Untuk Kindling, pengalaman tersebut diberi nama The Nostalgic Adventure. Dan kata nostalgic bukan sekadar nama.

Chef Vallian membawa tamu masuk ke dalam memori kulinernya sendiri. Pada pengalaman khusus ini, hidangan yang disajikan bukan menu reguler Kindling, melainkan kreasi yang terinspirasi dari arsip resep personal sang chef, dengan jejak warisan Peranakan Chinese, Teochew, Betawi, dan Manado. Formatnya pun dibuat lebih komunal, terinspirasi dari tradisi berkumpul dan berbagi makanan dalam keluarga Peranakan. Di sinilah pengalaman Visa Infinite menjadi menarik.

Eksklusivitasnya bukan hanya terletak pada sesuatu yang tidak tersedia untuk semua orang. Yang lebih menarik adalah akses kepada cerita di balik makanan tersebut.

Ketika Chef Val hadir untuk menjelaskan hidangan, sebuah piring tidak lagi hanya menjadi sebuah sajian. Ada memori, teknik, budaya dan pengalaman pribadi yang ikut berada di atas meja. Tamu tidak hanya diberi kesempatan untuk mencicipi hasil akhirnya, tetapi juga memahami mengapa makanan tersebut dibuat dan dari mana inspirasinya berasal.

Hal ini terasa semakin relevan dengan arah baru pengalaman luxury dining. Visa sendiri menggambarkan Beyond the Menu sebagai program yang membawa pemegang Visa Infinite lebih dekat kepada orang, tempat, dan proses kreatif di balik sebuah hidangan. Dengan kata lain, pengalaman tidak berhenti ketika makanan tiba di meja. Dan di sinilah definisi eksklusivitas menjadi sedikit berbeda.

Luxury tidak selalu berarti mendapatkan sesuatu yang lebih mahal. Kadang luxury adalah mendapatkan akses kepada sesuatu yang tidak semua orang bisa lihat.

Di Kindling, akses tersebut bisa berarti mendengar Chef Val bercerita tentang sebuah hidangan. Bisa berarti mencicipi resep yang tidak muncul di menu reguler. Bisa pula berarti duduk bersama orang lain dalam sebuah pengalaman makan yang dibuat khusus untuk kesempatan tertentu.

Bahkan pengalaman Kindling sendiri memang dirancang sebagai sebuah perjalanan. Restoran ini menempati bekas kediaman Lily Kasoem di Cikini dan menggunakan beberapa ruang di dalam rumah untuk membangun alur pengalaman makan yang berbeda. Konsep tersebut memperkuat gagasan bahwa bersantap di Kindling bukan hanya mengenai apa yang ada di piring, tetapi juga bagaimana sebuah pengalaman dibangun dari awal hingga akhir. Karena itu, datang kembali ke Kindling bukan berarti sekadar mengulang makan malam yang sama.

Bagi pemegang Visa Infinite, kesempatan seperti Beyond the Menu membuka kemungkinan untuk melihat sisi Kindling yang berbeda—menu khusus, cerita baru, interaksi yang lebih dekat dengan chef, atau sebuah pengalaman yang memang hanya hadir untuk waktu dan kesempatan tertentu.

Setiap kunjungan memiliki kemungkinan untuk membawa cerita yang berbeda.

Dan mungkin itulah bentuk eksklusivitas yang paling menarik dari sebuah pengalaman kuliner hari ini: bukan sekadar memiliki meja di restoran yang sulit didapat, tetapi memiliki akses untuk masuk lebih jauh ke dalam cerita yang berada di balik meja tersebut.

Di Kindling, dinner akhirnya bukan hanya tentang apa yang kita makan. Tetapi tentang apa yang kita temukan.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1