Ada musik yang tak sekadar terdengar, tetapi membawa kita melintasi waktu. Pada 27 Oktober 2026, kemegahan musikal Prancis abad ke-17 dan ke-18 akan bergaung di Aula Simfonia Jakarta melalui Empat Musim di Versailles, konser perdana Opéra Royal de Versailles di Indonesia. Digelar oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Prancis (IFCCI), dengan dukungan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d’Indonésie (IFI), pertunjukan pukul 19.00 WIB ini mempertemukan orkestra, opera, dan keindahan musik barok dalam sebuah malam yang merayakan persahabatan budaya dua negara.
Komposisi Musik Baroque
Di bawah arahan pemain biola sekaligus konduktor Stefan Plewniak, Empat Musim di Versailles merangkai komposisi Giovanni Guido dengan karya para maestro barok, termasuk Vivaldi dan Handel. Perubahan suasana alam, dari energi musim panas hingga drama musim dingin, mengalir melalui permainan orkestra dan ekspresi vokal kontra tenor Théo Imart dan Stéphane Wolf serta sopran Marie Zaccarini. Musik klasik pun menjelma drama yang bernapas, dengan ritme, emosi, dan ornamen musikal yang terasa hidup di telinga pendengar masa kini.

Tradisi Artistik Istana Versailles
Didirikan dalam tradisi artistik Istana Versailles, Opéra Royal membawa warisan musik Prancis ke panggung internasional, sekaligus membuka ruang bagi dialog lintas generasi dan budaya. Direktur Opéra Royal dan Château de Versailles Spectacles, Laurent Brunner, berharap tur Jakarta menjadi kesempatan untuk membagikan energi repertoar Versailles kepada audiens baru serta membuka percakapan dengan seniman Indonesia. Semangat ini sejalan dengan Deklarasi Borobudur, strategi budaya bersama yang diluncurkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Mei 2025. Musik, dalam konteks ini, menjadi bahasa diplomasi yang lebih intim: sebuah percakapan tanpa perlu menerjemahkan setiap kata.

Paris – Versailles – Jakarta
Pengalaman musikal tersebut juga melampaui malam konser. Pada 25 Oktober, sesi terbuka di Institut Français d’Indonésie akan mendahului latihan terbuka di The Resonanz Music Studio pada 26 Oktober, disertai kelas master bagi mahasiswa musik Indonesia. Pertemuan ini memberi kesempatan untuk melihat lebih dekat proses, teknik, dan interpretasi para pemusik yang menghidupkan tradisi barok. Bagi pencinta musik klasik maupun mereka yang baru ingin mengenalnya, Empat Musim di Versailles menawarkan lebih dari sebuah pertunjukan: sebuah undangan untuk mendengarkan sejarah dengan telinga yang segar, merasakan bagaimana musik berabad-abad silam tetap mampu menyentuh masa kini, dan menemukan nada-nada yang menghubungkan Paris, Versailles, dan Jakarta.
Penjualan tiket:
Circle Royal Experience: https://versailles.ifcci.com
Penjualan bagi umum : https://www.tiket.com/en-id/to-do/four-seasons-of-versailles

