Home FeaturesPartnersCommunityPerjalanan Irjen Jayadi di Flores Membuka Mata tentang Pendidikan Anak Indonesia

Perjalanan Irjen Jayadi di Flores Membuka Mata tentang Pendidikan Anak Indonesia

by Wahyu Septiyani
0 comments
NYATA Foundation
Bagikan

Perjalanan ke sebuah sekolah di pelosok Flores bisa memberi gambaran berbeda tentang arti pendidikan. Bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan panjang untuk belajar, sampai ke ruang kelas saja membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Namun, di balik medan yang menantang, ada semangat untuk terus belajar dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Pengalaman itu dibawa pulang Irjen Jayadi setelah mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bersama NYATA Foundation pada 21 hingga 27 September 2026. Kisah perjalanan tersebut membuka percakapan tentang akses pendidikan dan pentingnya kerja sama untuk mendukung anak-anak di wilayah pedalaman.

Melihat Langsung Kehidupan di Flores

Keterlibatan Irjen Jayadi bermula dari undangan NYATA Foundation untuk melihat langsung kegiatan mereka di Flores. Perjalanan ini berlangsung ketika wilayah tersebut masih menghadapi dampak gempa dan gempa susulan. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk berangkat dan mengikuti keseharian masyarakat setempat.

Sebagai seorang endurance runner yang terbiasa menghadapi perjalanan jarak jauh, Jayadi mengira dirinya cukup siap menghadapi medan yang menantang. Namun, mengikuti rute yang biasa ditempuh anak-anak menuju sekolah memberinya pengalaman berbeda.

Dalam perjalanan tersebut, ia menyadari bahwa dirinya sendiri perlu beberapa kali berhenti. Pengalaman itu membuatnya melihat lebih dekat usaha yang harus dilakukan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

Bagi Jayadi, perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa semangat mereka tidak hanya terlihat dari ketahanan fisik, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Di Balik Keterbatasan, Ada Potensi yang Perlu Dikembangkan

Selama kunjungan, NYATA Foundation melakukan pendampingan terhadap 11 sekolah yang telah bekerja sama sebelumnya dan menyurvei lima calon sekolah baru. Kunjungan langsung ini dilakukan untuk memahami kondisi setiap sekolah, termasuk kebutuhan guru, fasilitas, serta tantangan yang dihadapi anak-anak.

Persoalan yang ditemukan tidak selalu sama. Ada sekolah dengan akses yang kurang memadai, fasilitas yang masih terbatas, hingga kebutuhan tenaga pendidik. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dukungan pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Namun, cerita dari Flores juga membawa sisi lain. Di tengah berbagai tantangan, terdapat anak-anak dengan kemampuan yang menjanjikan, baik dalam bidang akademik maupun olahraga.

Nicole Oeij Teng dan Pamela Berliana, Co-Founders NYATA Foundation, melihat potensi tersebut sebagai sesuatu yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Tantangannya adalah memastikan anak-anak memiliki akses dan dukungan yang memadai agar bakat mereka dapat terus diasah.

Dengan begitu, perhatian terhadap pendidikan tidak berhenti pada kondisi fasilitas atau keterbatasan yang ada. Ada kemampuan dan cita-cita anak-anak yang juga perlu dilihat, didukung, dan diberi kesempatan untuk tumbuh.

Pendidikan Membutuhkan Kerja Sama

Bagi NYATA Foundation, kunjungan ke Flores merupakan bagian dari upaya mendampingi sekolah dan komunitas di wilayah pedalaman Indonesia. Sejak 2014, organisasi nirlaba ini telah mendukung ribuan siswa melalui program yang mencakup akses pendidikan, pengembangan sekolah, kesejahteraan guru, serta dukungan bagi komunitas lokal.

Perjalanan bersama Jayadi kemudian menjadi kesempatan untuk membawa cerita dari lapangan kepada lebih banyak orang. Pengalaman melihat langsung kondisi sekolah dapat membantu membuka percakapan mengenai bentuk dukungan yang dibutuhkan, sekaligus mengajak lebih banyak pihak terlibat.

Melalui From Flores With Purpose, Jayadi dan NYATA Foundation ingin membuka peluang kolaborasi untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia. Langkah ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga dukungan yang diberikan perlu berangkat dari kondisi nyata di lapangan.

Perjalanan ke Flores mungkin telah selesai, tetapi persoalan pendidikan yang ditemui di sana masih membutuhkan perhatian. Ada anak-anak yang ingin terus belajar, guru yang menjalankan perannya di tengah keterbatasan, serta sekolah yang membutuhkan dukungan agar kegiatan belajar dapat berjalan lebih baik.

Cerita mereka mengingatkan bahwa kesempatan mendapatkan pendidikan seharusnya tidak ditentukan oleh seberapa jauh sebuah sekolah dari pusat kota. Dengan kerja sama dan dukungan yang tepat, semakin banyak anak dapat memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan merencanakan masa depan mereka.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1