Diperkenalkan di Milan pada 15 September lalu, Rolex Perpeetual Padellone membawa sebuah komplikasi yang selama ini identik dengan tradisi haute horlogerie ke dalam bahasa Rolex: instantaneous complete annual calendar, lengkap dengan indikasi tanggal, hari, bulan, dan moonphase. Yang membuatnya menarik bukan hanya jumlah informasi yang ditampilkan pada dial, melainkan cara seluruh sistem tersebut bekerja.
Saya melihat Padellone sebagai salah satu upaya Rolex yang cukup menarik untuk memperlihatkan sisi lain dari kemampuan teknisnya. Rolex tidak sedang membuat jam yang sengaja terlihat rumit. Sebaliknya, kerumitan mekanisnya justru disembunyikan di balik dial yang relatif tenang.
Nama lama, interpretasi baru

Nama Padellone bukan nama yang muncul begitu saja. Ia merujuk kepada Rolex Reference 8171, sebuah complete calendar dari akhir 1940-an hingga awal 1950-an yang kemudian mendapatkan julukan Padellone di kalangan kolektor. Rolex menggunakan referensi historis tersebut sebagai titik awal, tetapi tidak sekadar melakukan reproduksi desain vintage.
Versi 2026 hadir dengan case berdiameter 39 mm, bezel yang menggabungkan permukaan domed dengan fluting halus, serta dial bertekstur grained finish dan satin finish pada bagian perimeter. Proporsinya terasa lebih kontemporer, sementara detail seperti bentuk bezel dan pendekatan pada dial tetap membawa nuansa klasik.
Ada sesuatu yang menarik dari pendekatan ini. Rolex mengambil sebuah komplikasi dan nama yang punya sejarah kolektor, kemudian mengemasnya dalam konstruksi mekanis yang sepenuhnya baru.
Annual calendar yang bekerja hampir tanpa kompromi

Secara prinsip, complete calendar menampilkan lebih banyak informasi daripada kalender biasa: hari, tanggal, bulan dan fase bulan. Namun annual calendar memiliki satu kemampuan tambahan yang sangat penting—mekanismenya mampu membedakan bulan dengan 30 dan 31 hari.
Pada Perpetual Padellone, sistem tersebut menggunakan mekanisme yang disebut Haplos. Hanya ada dua komponen tambahan yang terhubung dengan mekanisme tanggal: sebuah additional carrier finger dan annual lever. Programming untuk kalender tahunan bahkan ditempatkan pada sisi belakang month disc untuk memberikan informasi kepada annual lever mengenai bulan yang sedang berlangsung.
Implikasinya sederhana bagi pemakai: kalender hanya membutuhkan satu penyesuaian setiap tahun, yaitu ketika Februari berganti menjadi Maret. Tetapi Rolex tidak berhenti pada konsep annual calendar biasa. Pada tengah malam, tanggal, hari dan bulan berganti secara simultan dalam waktu yang sangat singkat. Inilah bagian yang menurut saya menjadi salah satu daya tarik utama Padellone. Sebuah fungsi yang secara visual tampak sederhana ternyata membutuhkan arsitektur mekanis yang sangat presisi. Rolex bahkan mengajukan patent application untuk mekanisme instantaneous change tersebut.
Bulan yang benar-benar bergerak
Moonphase pada Padellone juga layak diperhatikan. Rolex menggunakan blue enamelled disc yang berputar mengikuti siklus lunar selama 29,53 hari. Representasi full moon dan new moon dibuat dari meteorite; new moon kemudian diberi dark blue PVD coating. Keduanya bergerak secara kontinu hingga bergantian berada di bawah triangular indicator.
Detail kecil lain justru memberikan karakter pada jam ini: kedua representasi bulan tersebut memiliki wajah yang dicetak pada permukaannya. Ini merupakan penghormatan kepada Reference 8171 vintage, yang juga menampilkan benda langit dengan wajah yang dikelilingi bintang. Ini adalah contoh menarik bagaimana Rolex menggabungkan technical complication dengan storytelling historis, tanpa membuat dial kehilangan keterbacaan.
Calibre 7190: bagian yang sebenarnya paling menarik

Jika melihat Padellone hanya dari depan, kita mungkin akan lebih banyak membicarakan moonphase dan kalendernya. Namun sebagai watch editor, perhatian saya justru tertuju ke balik case. Di sana terdapat Calibre 7190, automatic movement yang dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya oleh Rolex dan dibuat khusus untuk Padellone. Movement ini beroperasi pada frekuensi 5 Hz, menggunakan Syloxi hairspring berbahan silicon, ceramic balance staff, serta Dynapulse escapement.
Angka 5 Hz berarti oscillator bergerak pada 36.000 beats per hour, sebuah frekuensi tinggi yang menjadi bagian penting dari karakter teknis movement ini. Power reserve-nya mencapai sekitar 66 jam.
Namun highlight sebenarnya adalah bagaimana Rolex memasukkan Haplos ke dalam movement tersebut tanpa membuat arsitekturnya menjadi berlebihan. Calibre 7190 sendiri merupakan evolusi dari Calibre 7135 yang diperkenalkan bersama Land-Dweller pada 2025. Keduanya berbagi beberapa fondasi teknologi, termasuk Dynapulse escapement dan oscillator berfrekuensi tinggi. Padellone kemudian menambahkan kompleksitas annual calendar ke dalam arsitektur tersebut.
Kerumitan yang sengaja tidak dipamerkan
Ada kecenderungan dalam dunia haute horlogerie untuk menunjukkan kompleksitas sebanyak mungkin, namun Padellone mengambil arah yang berbeda. Dial-nya tetap relatif bersih. Dua aperture di posisi 12 menunjukkan hari dan bulan, blue hand dengan ujung berbentuk bulan sabit membaca tanggal pada perimeter, sementara moonphase ditempatkan di posisi 6. Case berukuran 39 mm juga tidak mencoba menjadi terlalu besar hanya karena harus menampung sebuah komplikasi kalender. Bahkan caseback transparannya memberikan kesempatan untuk melihat movement dengan Rolex Côtes de Genève dan cut-out oscillating weight dari yellow gold.
Di sinilah terlihat karakter Perpetual Padellone: kompleksitas mekanisnya tidak dijadikan dekorasi utama. Ia bekerja di balik kesederhanaan visual.
Tiga wajah Padellone



Rolex menawarkan Padellone dalam tiga konfigurasi. Versi utama hadir dalam 18 ct Everose gold, dengan intense white grained-finish dial dan Settimo bracelet. Pilihan lainnya adalah 950 platinum dengan ice-blue dial dan matt black alligator strap, serta Everose gold dengan dial putih dan matt brown alligator strap.
Settimo bracelet sendiri terdiri dari rangkaian tujuh link kecil yang sedikit berkontur. Bracelet ini pertama kali diperkenalkan pada Perpetual 1908 pada 2025 dan memberikan nuansa yang lebih jewellery-like dibandingkan bracelet Rolex yang biasanya lebih sporty.
Pilihan material dan strap tersebut membuat karakter Padellone bisa berubah cukup jauh. Everose gold dengan Settimo terasa lebih ornamental, sementara platinum dengan ice-blue dial dan black alligator strap membawa pendekatan yang lebih reserved.
Dari Padellone lama menuju Rolex masa depan
Yang membuat Perpetual Padellone menarik bukan semata-mata karena Rolex akhirnya membuat annual calendar. Yang lebih penting adalah cara Rolex menggabungkan sebuah komplikasi klasik dengan teknologi movement generasi terbarunya. Reference 8171 memberikan nama dan inspirasi. Calibre 7190 memberikan fondasi teknis baru. Haplos menyelesaikan persoalan annual calendar. Dynapulse dan oscillator 5 Hz membawa teknologi yang lebih modern. Sementara moonphase dengan meteorite memberikan elemen puitis yang menghubungkan mekanisme dengan siklus alam.
Hasil akhirnya adalah sebuah Rolex yang menarik untuk dibaca bukan hanya sebagai objek luxury, tetapi sebagai pernyataan mengenai arah horologi Rolex sendiri. Perpetual Padellone memperlihatkan bahwa komplikasi tidak selalu harus terlihat rumit. Kadang justru semakin baik sebuah mekanisme bekerja, semakin sederhana pengalaman yang diberikan kepada pemakainya.
Dan mungkin di situlah daya tarik sebenarnya dari Padellone: sebuah kalender yang membuat kompleksitas terasa effortless.

