Ada banyak cara menikmati Wagyu. Di Pantja Izakaya, satu bahan diterjemahkan ke dalam rangkaian hidangan yang membawa karakter berbeda, dari potongan daging yang disajikan dengan sentuhan Jepang hingga dessert dan cocktail yang menggunakan elemen dari sapi.
Kolaborasi Pantja Izakaya x Westholme mempertemukan Australian Wagyu dengan gaya memasak Jepang. Menu edisi terbatas ini memperlihatkan bagaimana setiap potongan dapat diberi perlakuan berbeda, sambil mempertahankan karakter daging sebagai pusat pengalaman.
Dari Short Rib hingga Gyutan

Eksplorasi dimulai dengan Korean Short Rib, yang disajikan bersama daikon, shiitake, dan kimchi. Perpaduan tersebut memberikan karakter yang kaya sekaligus menghadirkan rasa yang lebih kompleks pada potongan daging.
Kemudian ada Gyutan, dengan kuro shichimi dan lemon. Potongan lidah sapi ini mendapatkan sentuhan yang lebih segar dan sedikit pedas, memberikan kontras setelah sajian sebelumnya.
Untuk Gyukatsu Sando, Westholme menggunakan rib eye yang disajikan dengan shokupan dan tonkatsu sauce. Format sando membuat pengalaman menikmati Wagyu terasa lebih kasual, sementara kombinasi daging, roti lembut, dan saus memberikan tekstur serta rasa yang lebih berlapis.
Rib Eye dan Striploin
Dua potongan lain hadir dalam karakter yang berbeda. Rib Eye dipasangkan dengan onsen egg dan tare. Kekayaan daging bertemu dengan tekstur lembut telur serta rasa gurih dari saus tare.
Sementara Striploin hadir bersama eringi, crispy onion, dan teriyaki. Jamur memberikan elemen earthy, sementara bawang renyah menambahkan tekstur pada daging dan saus teriyaki memberikan sentuhan manis-gurih.

Kelima sajian tersebut memperlihatkan satu hal yang menarik dari kolaborasi ini: karakter Wagyu dapat berubah mengikuti potongan, pendamping, dan cara penyajiannya.
Eksplorasi Westholme tidak berhenti pada hidangan utama. Beef Fat Caramel, sajian manis bersama vanilla ice cream, sobacha, dan smoked sea salt. Kombinasi tersebut terdengar tidak biasa, tetapi justru menjadi penutup yang memperluas cara menikmati elemen dari Wagyu.
Ada pula Beef Tallow Godfather, cocktail yang menggunakan bourbon, beef tallow, Laphroaig, koji, dan bitters. Dua sajian ini membuat kolaborasi Pantja dan Westholme terasa lebih utuh. Daging bukan hanya menjadi komponen utama dalam hidangan savory, tetapi juga sumber inspirasi untuk bagian lain dari menu.
Mengenal Westholme

Di balik menu tersebut terdapat Westholme, produsen Australian Wagyu yang mengembangkan ternaknya di wilayah Australia Utara. Pendekatan Nature Led mereka menempatkan kondisi lahan, rumput, ekosistem, serta pengelolaan ternak sebagai bagian dari proses menghasilkan Wagyu.
Westholme memiliki tiga lini dengan karakter berbeda: Pure, Cross, dan Forage. Masing-masing menawarkan pengalaman yang berbeda, dari marbling yang lebih kaya hingga karakter yang lebih merefleksikan terroir Australia Utara.
Pada kolaborasi ini, karakter tersebut kemudian bertemu dengan teknik dan cita rasa Pantja Izakaya.
Australian Wagyu dengan Cara Jepang

Kolaborasi Pantja Izakaya dan Westholme bukan hanya kualitas bahan yang digunakan, tetapi cara bahan tersebut diterjemahkan.
Ada Korean Short Rib dengan kimchi, gyutan dengan kuro shichimi dan lemon, rib eye dalam gyukatsu sando, hingga striploin dengan eringi dan teriyaki. Kemudian pengalaman bergerak lebih jauh menuju Beef Fat Caramel dan Beef Tallow Godfather. Satu bahan mendapatkan banyak bentuk.
Pantja Izakaya x Westholme hadir dalam jumlah terbatas, memberikan kesempatan untuk mengenal Australian Wagyu melalui berbagai potongan, rasa, dan teknik dalam satu rangkaian menu.
