Laut yang luas, kekayaan rempah, dan tradisi memasak yang diwariskan lintas generasi membentuk identitas kuliner Indonesia Timur yang begitu beragam. Namun, untuk mengenal sebuah wilayah, terkadang kita tidak perlu langsung menempuh perjalanan ribuan kilometer. Sebuah meja makan bisa menjadi titik keberangkatan yang sama menariknya. Pada Oktober 2026, 1945 Restaurant di Fairmont Jakarta mengajak para pencinta kuliner menyusuri cita rasa dari timur Nusantara melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026, sebuah perayaan yang menempatkan makanan sebagai pintu masuk untuk memahami budaya, sejarah, dan karakter sebuah destinasi.
Semangat Cita Rasa Indonesia
Digagas oleh Wonderful Indonesia, WIG 2026 berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026 dengan rangkaian kegiatan di Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Bali. Program ini mempertemukan chef, praktisi kuliner, pelaku pariwisata, komunitas kreatif, media internasional, dan gastronom untuk mengeksplorasi kekayaan gastronomi Indonesia. Lebih dari sekadar festival makanan, WIG mengajak publik menelusuri kisah di balik setiap hidangan, mulai dari asal-usul bahan pangan dan lanskap tempatnya tumbuh hingga teknik memasak tradisional yang terus hidup dalam keseharian masyarakat. Dalam perspektif perjalanan, pengalaman semacam ini menawarkan cara yang lebih intim untuk mengenal Indonesia, melalui rasa yang menyimpan jejak tempat dan manusia.

Diolah di 1945 Restaurant
Semangat tersebut diterjemahkan di 1945 Restaurant melalui kolaborasi Chef de Cuisine Yopi Tumeru dan chef Indonesia yang berbasis di London, Petty Elliott. Keduanya mengeksplorasi tradisi kuliner Indonesia Timur dengan pendekatan kontemporer, menghadirkan interpretasi yang menghormati karakter bahan, teknik, dan cerita lokal. Kawasan timur Nusantara memiliki kekayaan gastronomi yang dibentuk oleh kedekatannya dengan laut, hasil bumi setempat, serta pengetahuan kuliner masyarakat adat. Melalui kolaborasi ini, warisan tersebut mendapatkan ruang untuk diperkenalkan kepada audiens urban Jakarta, tanpa kehilangan keterikatannya dengan akar budaya yang membentuknya.

Pesisir Maluku Utara
Perjalanan dimulai dengan Ikan Gohu, hidangan tuna tartare yang dipadukan dengan emulsi kemangi dan cabai, lalu disegarkan oleh calamansi granita. Perpaduan ini menawarkan permainan rasa yang kontras: karakter ikan yang lembut, aroma herbal yang segar, sentuhan pedas, serta aksen citrus yang cerah. Gohu sendiri mengingatkan pada tradisi kuliner Maluku Utara, ketika ikan segar menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir. Interpretasi di meja 1945 Restaurant memberikan pendekatan yang lebih modern terhadap karakter hidangan tersebut, sekaligus membuka percakapan tentang bagaimana kekayaan laut membentuk selera dan identitas kuliner sebuah wilayah.

Papua dan Papeda
Papua hadir melalui Papeda, dengan bubur sagu yang disajikan bersama udang dan scallop dalam kaldu seafood beraroma kunyit, serai, dan basil. Sagu bukan sekadar bahan pangan, melainkan bagian penting dari sejarah konsumsi dan kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia Timur. Dalam hidangan ini, tekstur papeda bertemu dengan kekayaan rasa kaldu laut dan aroma rempah yang hangat. Dua pilihan hidangan utama kemudian membawa eksplorasi menuju karakter rasa yang berbeda. Sapi Se’i disajikan bersama sambal luat, rumpu rampe, dan sorghum kuning berbentuk bola jamur dengan kelapa serta kunyit, sementara Ikan Woku Sauce menghadirkan fillet barramundi atau kakap dengan saus woku, sayuran, dan nasi kuning. Keduanya merangkum kekayaan tradisi memasak Indonesia Timur melalui bahan dan racikan yang memiliki identitas regional kuat.
Klapertaart Manado dan Almond Jawa
Sebagai penutup, Klapertaart menghadirkan interpretasi yang lebih elegan terhadap hidangan penutup klasik Indonesia. Custard kelapa muda berpadu dengan kismis, almond Jawa, dan black rum, menciptakan lapisan rasa yang lembut dengan sentuhan manis serta aroma yang lebih kompleks. Klapertaart memiliki hubungan historis dengan pengaruh kuliner Belanda di Manado, menjadikannya contoh menarik tentang bagaimana perjalanan budaya dapat meninggalkan jejak di meja makan. Dalam konteks pengalaman gastronomi ini, hidangan penutup tersebut terasa seperti catatan akhir yang menghubungkan warisan lintas budaya dengan pendekatan penyajian masa kini.

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026
Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di 1945 Restaurant berlangsung pada 3–31 Oktober 2026. Hidangan tersedia secara à la carte dengan harga mulai dari Rp120.000++, sementara set menu ditawarkan seharga Rp1.000.000++ per orang untuk pengalaman bersantap yang merangkai pilihan hidangan dalam satu perjalanan rasa. Fleksibilitas ini memungkinkan tamu memilih eksplorasi sesuai selera, baik melalui satu hidangan yang memancing rasa ingin tahu maupun rangkaian menu yang lebih menyeluruh. Bagi mereka yang ingin mengenal kekayaan kuliner Nusantara tanpa meninggalkan Jakarta, pengalaman ini menawarkan alasan menarik untuk kembali duduk di meja makan dengan perspektif yang berbeda.
Suasana Bersantap di Hotel Fairmont Jakarta
Daya tarik gastronomi Indonesia Timur tidak berhenti pada rasa yang tersaji di piring. Ia juga berbicara tentang laut yang menyediakan pangan, tanah yang menumbuhkan bahan-bahan lokal, serta komunitas yang menjaga pengetahuan kuliner agar tetap hidup. Melalui kolaborasi Chef Yopi Tumeru dan Petty Elliott, 1945 Restaurant menghadirkan kesempatan untuk mendekati cerita-cerita tersebut dalam suasana bersantap kontemporer. Sebuah perjalanan mungkin dimulai dari Jakarta, tetapi imajinasi dapat bergerak jauh ke timur, mengikuti aroma rempah, tekstur sagu, dan kekayaan tradisi yang membentuk salah satu lanskap gastronomi paling menarik di Indonesia.


