Home FashionJewelryAudemars Piguet Mengubah Royal Oak Menjadi High Jewellery, dan Hasilnya Sulit Diabaikan

Audemars Piguet Mengubah Royal Oak Menjadi High Jewellery, dan Hasilnya Sulit Diabaikan

by Ion Akhmad
0 comments
Bagikan

Bayangkan siluet Royal Oak yang ikonis, tetapi bukan lagi sebuah jam tangan. Kini, desain legendaris Audemars Piguet hadir sebagai gelang emas bertabur batu mulia, kalung titanium hitam dengan zamrud, hingga kreasi berlian yang dibuat hanya satu per satu. Ini adalah babak baru Royal Oak yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Ada alasan mengapa Royal Oak tetap menjadi salah satu desain paling berpengaruh dalam sejarah horologi. Sejak diperkenalkan pada 1972, jam tangan rancangan Gérald Genta ini memiliki identitas yang begitu kuat: bezel oktagonal, delapan sekrup heksagonal, serta gelang terintegrasi dengan permainan permukaan satin dan polished finish yang khas. Bahkan tanpa melihat logonya, karakter desainnya sudah cukup untuk dikenali. Namun, bagaimana jika semua elemen itu dilepaskan dari fungsi sebuah jam tangan dan diterjemahkan menjadi perhiasan?

Audemars Piguet menjawabnya melalui Royal Oak Joaillerie, koleksi terbaru yang membawa DNA desain Royal Oak ke ranah high jewellery. Diperkenalkan pada Oktober 2026, koleksi ini menghadirkan dua lini haute joaillerie, Dream of Joux dan Risoud Eclipse, bersama rangkaian Frosted Gold. Hasilnya adalah interpretasi baru atas sebuah ikon, dengan karakter yang tetap tegas, tetapi kini bermain melalui emas, berlian, zamrud, safir, dan titanium. Untuk siapa saja yang selama ini mengenal Royal Oak melalui jam tangan, koleksi ini menawarkan alasan baru untuk melihatnya kembali.

Bukan Jam Tangan, Tapi Anda Akan Langsung Mengenali Royal Oak.

Hal paling menarik dari Royal Oak Joaillerie adalah bagaimana Audemars Piguet mempertahankan identitas desainnya tanpa harus menghadirkan sebuah dial atau mesin jam. Pola gelang Royal Oak menjadi elemen utama yang diterjemahkan ke dalam gelang cuff, choker, kalung, dan anting. Bentuk oktagonal tetap dipertahankan melalui detail pengunci, sementara susunan tautan dan permainan finishing menciptakan kesinambungan visual dengan jam tangan ikonisnya.

Pendekatan ini terasa menarik karena desain yang sebelumnya identik dengan horologi kini memiliki kehidupan baru sebagai perhiasan. Karakter sport-chic Royal Oak tidak menghilang, melainkan memperoleh dimensi yang lebih dekoratif dan ekspresif.

Inilah yang membuat koleksi tersebut layak mendapat perhatian: bukan sekadar penggunaan nama Royal Oak pada produk baru, melainkan pengembangan bahasa desain yang sudah memiliki sejarah panjang menjadi sesuatu yang berbeda.

Risoud Eclipse: Zamrud, Berlian, dan Titanium Hitam

Jika harus memilih kreasi yang paling mencuri perhatian secara visual, Risoud Eclipse layak berada di urutan teratas. Kalung dan gelang cuff dalam lini ini memadukan tautan titanium hitam berlapis PVD dengan emas putih 18 karat. Pada bagian tengah, zamrud berbentuk sugarloaf tampil dikelilingi berlian brilliant-cut. Bentuk zamrud yang menyerupai kerucut dengan permukaan membulat memberikan karakter berbeda dari potongan batu permata konvensional.

Kontrasnya sangat kuat. Titanium hitam memberikan kesan tegas dan modern, sementara hijau zamrud menjadi pusat perhatian yang sulit dilewatkan. Berlian menambahkan pantulan cahaya, menciptakan pertemuan antara karakter gelap dan kemewahan batu mulia. Detail teknisnya pun patut diperhatikan. Kalung ini menggunakan lima zamrud sugarloaf dengan berat total sekitar 16,5 karat, sedangkan gelang cuff-nya menggunakan tiga zamrud dengan berat total sekitar 12 karat. Keduanya dilengkapi berlian brilliant-cut.

Kreasi ini bukan perhiasan yang mengandalkan kemewahan melalui kilau semata. Ada karakter arsitektural yang kuat, dan itulah yang membuatnya terasa begitu dekat dengan identitas Royal Oak. Menariknya lagi, kreasi haute joaillerie Risoud Eclipse dibuat satu per satu berdasarkan pesanan. Untuk kolektor yang menghargai desain sekaligus eksklusivitas, detail ini memberikan dimensi tersendiri pada daya tariknya.

Dream of Joux: Ketika Royal Oak Bermain dengan Warna

Dream of Joux mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih mengandalkan kontras gelap, lini ini mengeksplorasi warna dan komposisi batu mulia yang terinspirasi dari lanskap Vallée de Joux, wilayah di Swiss Jura yang menjadi rumah Audemars Piguet sejak 1875. Salah satu kreasi yang menarik perhatian adalah Blue Moon Royal Oak Cuff. Dibuat dari emas putih 18 karat, gelang ini dihiasi berlian brilliant-cut, safir biru tua, Swiss blue topaz, dan London blue topaz. Perbedaan warna serta ukuran batu menghasilkan komposisi yang mengingatkan pada kedalaman warna langit malam.

Kreasi lain, Frozen Lake Royal Oak Cuff, mengambil inspirasi dari formasi es melalui susunan topaz, safir biru, berlian putih, dan tsavorite dalam berbagai ukuran. Sementara Tree of Life Royal Oak Cuff menampilkan motif pepohonan menggunakan emas merah muda, safir berwarna cognac, dan tsavorite. Di sini, Royal Oak memperlihatkan sisi yang mungkin tidak langsung diasosiasikan dengannya: dekoratif, penuh warna, dan kaya detail. Namun, geometri khasnya tetap hadir sebagai fondasi desain.

Koleksi Dream of Joux juga mencakup kreasi kalung dan anting yang menggunakan berlian berbentuk pear serta ribuan safir biru. Kalungnya sendiri dihiasi 42 berlian berbentuk pear berukuran sekitar 1,5 karat, ditambah dua berlian pear berukuran lebih besar, masing-masing sekitar 5 dan 3 karat, serta 1.670 safir biru. Angka tersebut memberikan gambaran tentang tingkat pengerjaan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah kreasi yang tetap mempertahankan keteraturan visual Royal Oak, meskipun permukaannya dipenuhi batu mulia.

Seluruh kreasi haute joaillerie Dream of Joux dibuat satu per satu berdasarkan pesanan. Artinya, daya tariknya bukan hanya terletak pada desain, tetapi juga pada sifat unik setiap kreasi.

Frosted Gold: Kemewahan yang Tidak Bergantung pada Berlian

Tidak semua kemewahan harus dibangun melalui batu mulia berukuran besar. Frosted Gold menunjukkan bagaimana tekstur emas sendiri dapat menjadi daya tarik utama. Rangkaian ini menghadirkan choker dan gelang cuff dalam emas putih, kuning, serta merah muda 18 karat. Permukaannya menggunakan teknik Frosted Gold yang dikembangkan bersama desainer perhiasan Carolina Bucci pada 2016, ketika Audemars Piguet merayakan 40 tahun Royal Oak untuk perempuan.

Terinspirasi dari teknik pengerjaan emas tradisional Florentine, permukaan logam dipukul secara lembut menggunakan alat berujung berlian untuk menciptakan tekstur berkilau menyerupai debu berlian. Efek ini kemudian dipadukan dengan stud bercermin dan chamfer yang dipoles. Hasilnya adalah permainan cahaya yang berubah mengikuti sudut pandang. Tanpa harus dipenuhi batu mulia, emas tampil sebagai elemen visual utama.

Untuk mereka yang menyukai desain Royal Oak tetapi menginginkan sesuatu dengan pendekatan lebih minimal terhadap penggunaan batu permata, Frosted Gold menawarkan alternatif yang menarik. Karakternya tetap kuat, namun lebih berfokus pada tekstur, material, dan bentuk.

Ketika Sebuah Ikon Menjadi Sesuatu yang Bisa Dikenakan dengan Cara Berbeda

Hubungan Audemars Piguet dengan dunia perhiasan sebenarnya memiliki sejarah panjang. Sejak abad ke-19, manufaktur ini telah mengembangkan keahlian dalam pengerjaan logam mulia, gemsetting, dan dekorasi artistik. Perusahaan juga membangun workshop perhiasannya sendiri pada 1980-an, membuka ruang bagi pengembangan kreasi bertatahkan batu mulia. Royal Oak Joaillerie meneruskan warisan tersebut dengan pendekatan yang terasa relevan untuk saat ini: membawa desain yang sudah dikenal ke kategori baru tanpa kehilangan identitasnya.

Koleksi ini juga dikembangkan oleh Audemars Piguet bersama desainer perhiasan Nathalie Barzilay, mempertemukan ketelitian desain dengan kebebasan artistik yang dibutuhkan dalam pengerjaan high jewellery. Yang mana, di situlah letak daya tarik terbesarnya.

Seseorang yang sudah memiliki Royal Oak kini dapat melihat desain ikonis tersebut dari perspektif berbeda. Sementara bagi penggemar perhiasan, koleksi ini menawarkan cara baru untuk mengenal salah satu bahasa desain paling khas dalam dunia horologi. Bukan berarti sebuah gelang cuff dapat menggantikan jam tangan. Justru sebaliknya, keduanya memiliki fungsi dan daya tarik berbeda. Namun, ketika desain yang sama dapat diterjemahkan ke dalam bentuk yang begitu berbeda tanpa kehilangan karakternya, kita mulai memahami mengapa sebuah ikon mampu bertahan selama puluhan tahun.

Royal Oak Joaillerie bukan hanya sekadar perluasan koleksi, tapi adalah bukti bahwa desain yang kuat tidak harus berhenti pada satu kategori produk. Dan untuk siapa saja yang selama ini mengagumi Royal Oak dari balik kaca butik, kini ada sesuatu yang berbeda untuk dilihat—dan mungkin, untuk mulai dimasukkan ke dalam wishlist berikutnya.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1