Tulola kembali mempersembahkan perayaan tahunannya Kawan Nusantara. Kali ini bertajuk “Evolusi : Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom,” publik diajak melihat bagaimana warisan budaya tidak pernah berhenti berevolusi. Tradisi terus hidup karena mampu beradaptasi dan menemukan bentuk baru di setiap zaman, tanpa kehilangan akar nilai.
Tema Evolusi diterjemahkan ke dalam instalasi artistik yang menelusuri perjalanan subeng, salah satu ornamen telinga tradisional Bali selama berabad-abad. Melihat instalasi ini, pengunjung bisa memahami bagaimana sebuah artefak budaya berevolusi melalui perubahan fungsi, bentuk, material, hingga pendekatan desainnya.
“Perhiasan selalu menjadi penanda zaman. Dalam Evolusi, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya. Kami memilih subeng sebagai representasi tradisi dan budaya, dan kami terjemahkan perjalanannya ke dalam desain yang berevolusi, mulai dari konteks spiritual, sampai yang kontemporer,” ujar Sri Luce Rusna, Founder & Creative Designer Tulola.
Instalasi terbagi menjadi empat tahap yang merepresentasikan perjalanan subeng, yaitu tahap pertama persembahan, tahap kedua ekspresi, tahap ketiga nilai, dan tahap keempat transformasi.

Pada tahap Persembahan, motif subeng menggunakan pola arsitektur padma, terinspirasi oleh bentuk bangunan tradisional Bali yang digunakan sebagai tempat persembahan. Pada tahap Ekspresi, bentuk subeng diwujudkan dalam motif bunga lotus, dipadukan dengan tanaman rambat dan tangkainya yang menjulur ke segala arah, sebagai representasi dari seni ukir subeng yang semakin ekspresif dan bernilai estetik. Pada tahap Nilai, subeng sudah memasuki ruang sosial dan ekonomi yang lebih luas, sehingga dilihat sebagai produk kriya yang memiliki nilai ekonomi. Motif keranjang yang dipadukan dengan motif bunga lili dipilih karena menjadi simbol aktivitas ekonomi sekaligus simbol terjalinnya hubungan sosial. Pada tahap Transformasi, bentuk subeng mengadopsi elemen tipografi bertuliskan “Evolusi”, yang menjadi penanda bahwa tradisi tidak pernah berhenti bergerak.
Selain karya instalasi, Tulola juga meluncurkan koleksi Artwear “Evolusi”, terdiri dari 48 items berupa anting, subeng, brooch, sirkam, kalung dan gelang, yang memadukan kepiawaian pekerjaan tangan dengan teknik seni perhiasan adiluhung Nusantara. Koleksi ini menggunakan motif-motif yang diberi nama : Canang, Macan, Sinar, Bunga & Kupu-kupu, yang merupakan simbol dari proses evolusi.
Perayaan Kawan Nusantara ini sendiri terlaksana atas kerja sama Tulola bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Pertamina (Persero). Berlangsung di The Dharmawangsa, Jakarta pada 23-24 Juli 2026 silam.

