Di Cannes, sinema memang menjadi alasan utama orang datang. Tetapi di sepanjang Croisette, ketika matahari Riviera mulai tenggelam dan kilatan kamera memenuhi Grand Théâtre Lumière, ada satu elemen lain yang sama pentingnya dengan film: perhiasan. Dan selama hampir tiga dekade terakhir, satu nama nyaris tidak pernah absen dari momen-momen paling monumental festival tersebut — Chopard. Don’t you dare walking on the Cannes’s red carpet without Chopard attach on your body.
Sulit membicarakan Cannes modern tanpa menyebut Chopard. Maison asal Swiss itu perlahan menjelma menjadi apa yang banyak pengamat fashion sebut sebagai “penguasa tak resmi” red carpet Cannes Film Festival. Bukan sekadar sponsor, melainkan kekuatan budaya yang membentuk bagaimana glamour Cannes terlihat hari ini.

Hubungan itu dimulai pada 1998, ketika Caroline Scheufele — co-president dan artistic director Chopard — mendesain ulang Palme d’Or, trofi tertinggi festival film paling prestisius di dunia tersebut. Sejak saat itu, Chopard menjadi official partner Cannes dan satu-satunya maison yang dipercaya membuat Palme d’Or setiap tahunnya. Namun pengaruh Chopard di Cannes berkembang jauh melampaui trofi.

Setiap Mei, Cannes berubah menjadi panggung haute joaillerie terbesar di dunia. Jika Oscar identik dengan couture Hollywood, maka Cannes adalah tempat di mana high jewelry tampil sebagai karakter utama. Dan Chopard memahami bahasa itu dengan sangat baik.
Mereka tidak hanya meminjamkan kalung berlian untuk aktris papan atas. Mereka membangun seluruh ekosistem glamour festival: private jewelry suites di Hotel Martinez, rooftop parties eksklusif, yacht gatherings, celebrity fittings, hingga Red Carpet Collection — koleksi high jewelry tahunan yang memang dirancang khusus untuk Cannes.

Tradisi Red Carpet Collection bahkan menjadi simbol hubungan emosional antara Chopard dan festival tersebut. Jumlah karya dalam koleksi selalu mengikuti usia Cannes. Ketika festival memasuki edisi ke-79 tahun ini, Chopard menghadirkan 79 kreasi haute joaillerie yang dibuat secara khusus untuk menghormati dunia sinema. Di sinilah Cannes menjadi lebih dari festival film. Ia berubah menjadi teater visual tempat berlian, couture, dan celebrity mythology bertemu dalam satu frame. Yang tanpa disadari, ini merupakan salah satu faktor karir profesional pekerja film terangkat lebih lebih tinggi. Diduga, bahkan seorang aktris Indonesia, pernah meminta agennya di Amerika untuk meminjamkan Chopard high-jewelry untuk berjalan di red carpet Cannes Film Festival. Sebuah langkah yang cerdas.
Tidak heran jika hampir setiap malam premiere besar selalu dipenuhi perhiasan Chopard. Dari Bella Hadid, Julia Roberts, Cate Blanchett, hingga Angelina Jolie, Chopard menjadi bagian dari banyak momen visual paling ikonis Cannes modern.

Salah satu yang paling membekas terjadi pada 2021 ketika Bella Hadid muncul mengenakan gaun hitam Schiaparelli dengan kalung berbentuk paru-paru anatomis. Namun di balik sensasi surreal look tersebut, Chopard hadir sebagai penyeimbang glamour lewat ruby earrings yang memperkuat keseluruhan dramanya. Foto itu kemudian menjadi salah satu citra red carpet paling viral dalam dekade terakhir.
Kekuatan Chopard sebenarnya terletak pada kemampuannya memahami Cannes bukan sebagai ajang promosi, melainkan panggung storytelling. Di festival ini, perhiasan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi sebagai alat pembentuk karakter. Emerald necklace besar menghadirkan aura old-Hollywood elegance. Yellow diamonds menciptakan sensasi Mediterranean glamour. Sementara chandelier earrings memantulkan cahaya flash kamera seperti adegan sinema klasik.

Atmosfer itu semakin kuat karena Cannes memiliki latar yang nyaris sempurna: laut Riviera, yacht culture, hotel legendaris, matahari keemasan, dan parade couture setiap malam. Chopard memanfaatkan seluruh lanskap tersebut untuk membangun identitas maison yang sensual, sinematik, dan sangat aristokratis.
Tidak banyak jenama luxury yang berhasil membuat sebuah festival terasa seperti bagian dari DNA mereka. Tetapi Chopard melakukannya di Cannes. Bahkan ketika dunia luxury bergerak menuju quiet luxury dan minimalisme, Cannes tetap menjadi ruang di mana glamour diperbolehkan tampil maksimal. Dan di ruang itu, Chopard masih memegang mahkota yang sama: bukan sekadar sponsor resmi, melainkan penguasa tak resmi red carpet paling glamor di dunia.






