Sebuah jam tangan selalu menunjukkan waktu yang sama. Namun, cerita yang menyertainya akan berbeda pada setiap orang. Ada yang mengenakannya saat memulai bisnis, berkarya, bepergian, atau merayakan pencapaian pribadi.
Inilah yang menjadi titik awal 100 Icons 1 Watch, kampanye terbaru Bell & Ross bersama Time International yang mempertemukan 100 individu Indonesia dalam satu narasi tentang waktu, identitas, dan kehidupan modern.
Selain Mike Ethan sebagai Friend of the Brand, kampanye ini menghadirkan 99 sosok lain dari berbagai latar belakang, mulai dari dunia kreatif, bisnis, hingga budaya. Misalnya Evelyn Tandionoputri, Lola Nadya Larasati Pasaribu, Dwi Sasono, Ade Yunita Batubara, dan Shaloom Syach Razade.
Mereka hadir bukan sebagai representasi satu definisi kesuksesan, melainkan sebagai seratus cerita yang menunjukkan bahwa setiap orang memiliki ritme hidup dan cara berbeda dalam menjalani waktu. Di balik seluruh potret tersebut, Bell & Ross memilih satu ikon yang menjadi benang merah, yakni BR 05.
Kampanye tentang Waktu dan Identitas

Bell & Ross membangun kampanye ini dari pemikiran bahwa waktu adalah sesuatu yang universal, tetapi cara setiap orang menjalaninya selalu bersifat personal. Waktu tidak hanya hadir sebagai angka pada dial, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup, keputusan, dan pengalaman yang membentuk karakter seseorang.
Pemikiran itu selaras dengan filosofi desain Bell & Ross yang dikenal melalui konsep circle within a square. Bahasa desain yang terinspirasi dari instrumen kokpit pesawat ini telah menjadi identitas Bell & Ross sejak awal. Pada koleksi BR 05, bentuk tersebut diterjemahkan menjadi urban watch dengan proporsi yang lebih kontemporer, dirancang untuk mengikuti ritme kehidupan kota.
Melalui presentasi 100 Icons 1 Watch, Bell & Ross mengajak para tamu melihat lebih dekat filosofi tersebut melalui sesi touch and feel. Setiap detail, mulai dari finishing case, konstruksi integrated bracelet, hingga keseimbangan proporsi desain, memperlihatkan aspek teknis dan estetika berjalan beriringan.
BR 05 36 mm Ice Blue, Karakter Urban dalam Proporsi Baru

Salah satu model yang menjadi sorotan dalam presentasi tersebut adalah BR 05 36 mm Ice Blue Steel. Bell & Ross memperkenalkan model ini sebagai interpretasi terbaru dari BR 05 dengan diameter 36 mm. Ukurannya lebih ringkas dibanding versi sebelumnya, namun tetap mempertahankan karakter desain yang menjadi identitas koleksi ini.
Case baja setebal 8,5 mm dipadukan dengan integrated bracelet. Menciptakan proporsi yang terasa seimbang dan nyaman dikenakan oleh berbagai ukuran pergelangan tangan.
Perhatian kemudian tertuju pada dial Ice Blue dengan finishing sunray. Permukaannya memantulkan cahaya secara dinamis sehingga menghadirkan karakter yang terus berubah dari satu sudut ke sudut lainnya. Warna biru muda tersebut memberi kesan modern sekaligus ringan, melengkapi desain BR 05 yang dikenal bersih dan arsitektural.
Di balik tampilannya, BR 05 36 mm Ice Blue menggunakan Caliber BR CAL.329 otomatis dengan cadangan daya hingga 54 jam, sapphire crystal berlapis anti reflective, serta ketahanan air hingga 100 meter. Seluruh spesifikasi tersebut mendukung posisinya sebagai urban watch yang dirancang untuk menemani aktivitas sehari hari.
Saat Konstelasi Menjadi Penunjuk Waktu

Selain BR 05 36 mm Ice Blue, Bell & Ross juga menghadirkan interpretasi yang lebih artistik melalui BR 05 36 mm Blue Diamond Eagle. Model ini mempertahankan desain ikonis circle within a square, namun menghadirkan cerita yang berangkat dari langit malam.
Inspirasi utamanya berasal dari konstelasi Aquila, rasi bintang yang melambangkan seekor elang. Bell & Ross mereproduksi susunan bintang tersebut pada dial secara presisi. Altair, bintang paling terang dalam konstelasi Aquila. Ditampilkan sebagai berlian terbesar yang membentuk kepala elang di antara posisi pukul 10 dan 11.
Enam berlian lainnya menyusun siluet sayap dan ekornya, sementara total 18 berlian dalam tiga ukuran berbeda dipadukan dengan sebelas indeks penunjuk waktu. Setiap berlian dipasang pada dudukan kuningan yang dibuat khusus agar susunannya tetap presisi.
Nuansa langit malam diperkuat melalui penggunaan blue aventurine. Dial ini dibangun di atas dasar kuningan yang kemudian dilapisi aventurine plate. Material kaca dekoratif tersebut memiliki partikel berkilau yang menciptakan efek menyerupai gugusan bintang. Menghadirkan kedalaman visual yang berubah mengikuti pantulan cahaya.
Satu Ikon, Beragam Perspektif
Melalui 100 Icons 1 Watch, Bell & Ross memperlihatkan bahwa sebuah jam tangan dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap pemiliknya. Kampanye ini tidak berusaha menyamakan seratus individu dalam satu identitas, melainkan menunjukkan bagaimana satu desain dapat menemani berbagai perjalanan hidup.
BR 05 36 mm Ice Blue menghadirkan ekspresi urban yang sederhana dan kontemporer. Sementara Blue Diamond Eagle membawa sisi yang lebih puitis melalui inspirasi langit malam dan konstelasi. Keduanya lahir dari bahasa desain yang sama, tetapi menawarkan cara berbeda dalam memaknai waktu.

