Koleksi IWC Ingenieur memasuki babak baru di Watches and Wonders Geneva 2026. Setelah memperkenalkan versi keramik hitam tahun lalu, IWC Schaffhausen kini menghadirkan Ingenieur Automatic 42 dalam balutan dark olive green ceramic. Ini merupakan kali pertama desain Ingenieur dengan integrated bracelet diwujudkan dalam keramik berwarna, sekaligus menunjukkan bagaimana material kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan koleksi tersebut.

Pilihan warna hijau zaitun memberi karakter yang berbeda dibanding kebanyakan luxury sports watch yang identik dengan hitam, biru, atau abu-abu. Warnanya tampil tenang tanpa kehilangan kesan teknis yang selama ini melekat pada Ingenieur. IWC kemudian memperkuat tampilannya melalui kombinasi crown berbahan emas 18 karat 5N, sekrup bezel dari Armor Gold®, serta aksen emas pada jarum dan indeks, menghadirkan kontras yang tetap terasa proporsional.
Meski tampil sebagai pembaruan warna, pengembangan model ini sesungguhnya berpusat pada material. Keramik berwarna merupakan salah satu material yang paling sulit diproduksi secara konsisten karena setiap komponen mengalami perubahan dimensi dan warna selama proses sintering. IWC harus memastikan seluruh bagian, mulai dari bezel, case, bracelet hingga dial, memiliki rona hijau yang seragam agar keseluruhan desain terlihat utuh. Tantangan inilah yang membuat pengembangan coloured ceramic menjadi pencapaian tersendiri bagi manufaktur asal Schaffhausen tersebut.
Tidak hanya menguasai proses pembuatannya, IWC juga mempertahankan bahasa desain Ingenieur yang berasal dari rancangan Gérald Genta pada era 1970-an. Garis bezel, bentuk case, hingga integrated bracelet tetap dipertahankan, sementara konstruksi multi-part ceramic case memungkinkan seluruh proporsi tersebut diterjemahkan ke dalam material keramik tanpa mengubah identitas desainnya. Sebuah cincin titanium tipis ditempatkan di bagian dalam untuk menopang movement sekaligus menjaga ketahanan air hingga 10 bar.

Karakter teknis tersebut berlanjut pada proses finishing. Dengan tingkat kekerasan sekitar 1.300 pada skala Vickers, keramik hanya dapat diproses menggunakan alat berlian setelah proses pembakaran selesai. IWC kemudian mengombinasikan satin finishing, polishing, dan sandblasting pada berbagai permukaan case maupun bracelet sehingga cahaya dipantulkan secara berbeda pada setiap sisi jam. Hasilnya adalah tampilan yang terasa lebih dinamis dibanding permukaan keramik yang sepenuhnya mengilap ataupun matte.
Di balik dial berpola grid, IWC menyematkan manufacture calibre 82110 dengan sistem automatic winding Pellaton yang telah lama menjadi ciri khas manufaktur ini. Movement tersebut menawarkan cadangan daya hingga 60 jam dan menggunakan sejumlah komponen keramik pada bagian-bagian yang menerima beban paling besar, sebuah pendekatan yang selaras dengan filosofi IWC dalam mengembangkan material berperforma tinggi, tidak hanya pada eksterior tetapi juga di dalam movement.
Dengan diameter 42 mm, Ingenieur Automatic 42 tetap mempertahankan proporsi yang akrab bagi koleksi ini, sementara penggunaan keramik membuat bobotnya lebih ringan dibanding versi baja. Kehadirannya bukan sekadar menambah pilihan warna, tetapi memperlihatkan arah baru IWC dalam mengembangkan salah satu koleksi paling ikonisnya. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada desain warisan Gérald Genta, kini material menjadi elemen yang sama pentingnya dalam membentuk identitas modern Ingenieur.


