Penfolds Grange adalah wine yang dibuat untuk dinikmati dan juga menjadi bagian dari sejarah. Selama 75 tahun, wine ikonis asal Australia ini tidak hanya mempertahankan identitasnya, tetapi juga membangun reputasi sebagai salah satu ekspresi tertinggi dari House Style Penfolds.
Kisah Grange berawal dari sebuah perjalanan. Pada 1950, Max Schubert, Chief Winemaker pertama Penfolds, dikirim ke Eropa untuk mempelajari praktik pembuatan wine di Spanyol dan Portugal. Persinggahannya di Bordeaux kemudian memberinya inspirasi untuk menciptakan sebuah red wine Australia dengan karakter penuh dan kemampuan untuk berkembang dalam waktu panjang.
Sekembalinya ke Adelaide, Schubert mulai bereksperimen. Ia menggabungkan teknik tradisional Australia, inspirasi dari Eropa, serta pendekatan presisi yang menjadi bagian dari Penfolds. Eksperimen pertama pada 1951 kemudian dikenal sebagai Grange Hermitage, mengambil nama dari Grange Cottage, rumah pertama Dr Christopher dan Mary Penfold, pendiri Penfolds. Namun, perjalanan Grange tidak langsung mendapatkan pengakuan.
Pada 1957, sebuah sesi pencicipan yang dihadiri jajaran manajemen senior dan para ahli wine justru berakhir dengan kritik tajam. Schubert bahkan diperintahkan untuk menghentikan proyek tersebut. Alih-alih menyerah, ia meneruskan eksperimennya secara diam-diam di cellar bawah tanah Magill Estate. Bersama Jeffrey Penfold Hyland, ia menghasilkan tiga vintage Grange yang kemudian dikenal sebagai vintage “tersembunyi”: 1957, 1958, dan 1959.
Keputusan untuk terus bereksperimen inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari karakter Grange. Pada 1960, jajaran direksi Penfolds akhirnya melihat potensi dari proses pematangan wine tersebut dan kembali memberikan pengakuan resmi terhadap Grange. Dari sana, perjalanan wine ini menuju status ikonis mulai terbentuk.
Sebuah gaya yang tidak berubah

Ada sesuatu yang menarik dari Grange: meski dunia wine terus berkembang, karakter dasarnya tetap dijaga. Grange dikenal sebagai wine yang aromatik dan pekat, dengan karakter buah Shiraz yang kaya, tanin matang, serta aroma dan nuansa yang berasal dari penggunaan American oak. Sebagian proses fermentasi berlangsung di dalam barrel, kemudian wine dimatangkan selama 18 hingga 20 bulan dalam oak sebelum kembali berkembang di dalam botol.
Pendekatan Penfolds juga tidak bergantung pada satu kawasan saja. Grange lahir dari filosofi multi-regional sourcing dan blending, dengan buah anggur terbaik dari berbagai wilayah di Australia Selatan yang dipilih setiap tahun untuk kemudian dimatangkan di cellar Penfolds. Menariknya, terdapat sejumlah vintage yang dibuat menggunakan 100 persen Shiraz, termasuk 1951, 1952, 1963, 1999, 2000, 2001, dan 2011.
Bagi sebuah wine yang telah melewati tujuh dekade, konsistensi seperti ini menjadi bagian penting dari identitasnya. Setiap vintage boleh memiliki karakter dan perkembangan yang berbeda, tetapi benang merah House Style tetap dipertahankan.
Angka yang ikut menulis sejarah
Reputasi Grange juga tercermin dari respons dunia wine terhadap berbagai vintage-nya. Sepanjang hampir 75 tahun, Grange telah memperoleh lebih dari 37 perfect scores dari para kritikus wine. Salah satu pencapaian penting datang dari Grange 2008, yang menjadi wine Australia pertama yang mendapatkan skor sempurna 100 dari Wine Spectator dan The Wine Advocate secara bersamaan.
Grange 2018 bahkan mendapatkan sejumlah skor sempurna 100 dari berbagai kritikus dan publikasi internasional, termasuk Andrew Caillard MW, Ken Gargett, Nick Stock, Tony Love, Lisa Perrotti-Brown, Anders Enquist, dan Wilfred Wong, selain penilaian 20/20 dari André Kunz.
Penghargaan tersebut tentu bukan satu-satunya cara untuk melihat nilai sebuah wine. Namun, bagi Grange, catatan panjang tersebut menunjukkan bagaimana konsistensi gaya dan kemampuan untuk berkembang dari waktu ke waktu telah mendapatkan pengakuan lintas generasi.
Ketika wine menjadi collectible

Grange juga telah memasuki wilayah yang lebih luas dari sekadar konsumsi wine. Ia menjadi bagian dari dunia collecting dan fine wine auction. Pada 2022, sebuah koleksi lengkap vintage Grange dari 1951 hingga 2018 terjual dalam lelang Langton’s Rewards of Patience dengan harga sekitar AUD 430.000 termasuk buyer’s premium. Sementara pada 2021, satu botol Grange 1951 terjual sekitar AUD 157.000 termasuk buyer’s premium.
Angka-angka tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah botol wine dapat memiliki cerita yang jauh melampaui isi di dalam botolnya. Tahun panen, sejarah pembuatannya, kelangkaan vintage, kondisi botol dan perjalanan penyimpanannya dapat menjadi bagian dari nilai yang melekat pada sebuah koleksi.
75 tahun, dan sebuah warisan yang terus berjalan
Pada 2001, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50, Grange secara resmi ditetapkan sebagai ikon warisan budaya Australia Selatan. Kini, 75 tahun setelah eksperimen pertama Max Schubert, Grange tetap dibangun di atas prinsip yang sama: keberanian untuk bereksperimen, ketekunan mempertahankan visi, serta keyakinan bahwa sebuah wine dapat terus berkembang seiring waktu.
Warisan itu juga tidak berhenti pada satu sosok. Tim Winemaking Penfolds menjadi penjaga kesinambungan Grange, membawa keahlian dan inovasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mungkin itulah yang membuat Grange menarik sebagai sebuah objek luxury. Kemewahan tidak selalu berbicara tentang sesuatu yang baru. Ada kalanya justru tentang kemampuan mempertahankan sesuatu yang memiliki karakter kuat selama puluhan tahun, tanpa kehilangan relevansinya.
Grange memulai perjalanannya sebagai eksperimen seorang winemaker yang tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Tujuh puluh lima tahun kemudian, eksperimen tersebut telah berubah menjadi salah satu simbol fine wine Australia—sebuah warisan yang masih terus ditulis, vintage demi vintage.

