Di tengah gelombang tren minuman yang terus berganti, koktail klasik tetap punya tempat istimewa. Ada rasa akrab yang tidak lekang oleh waktu, sekaligus struktur rasa yang membuatnya selalu menarik untuk dinikmati berulang kali.
Dari Negroni hingga Old Fashioned, koktail klasik digemari karena keseimbangannya. Setiap resep membawa sejarah, teknik, dan karakter yang jelas. Tak heran, banyak penikmat koktail kembali ke racikan klasik saat mencari pengalaman minum yang lebih berkesadaran.
Pendekatan ini pula yang menjadi inspirasi Libros, sebuah bar koktail berkelas yang kini resmi membuka pintunya di Jakarta.
Bar Koktail dengan Ritme yang Lebih Pelan

Berlokasi di lantai tiga CasaLeña, Libros hadir sebagai ruang yang menawarkan suasana intim dan hangat. Tempat ini dirancang untuk pengunjung yang menghargai obrolan penuh makna, sambil menikmati koktail yang diracik dengan serius, di malam yang berjalan tanpa tergesa. Setiap detail diperhatikan dan terasa personal.
Libros mengambil inspirasi dari bar-bar Amerika Latin era Prohibition, periode ketika bar menjadi ruang aman untuk bertukar cerita, ide, dan perspektif. Nuansa klasik tersebut dipadukandengan sentuhan modern, menciptakan atmosfer yang elegan, tenang, dan cocok untuk gaya hidup urban hari ini.
Interior yang Berkarakter di Libros Jakarta

Begitu melangkah masuk, karakter Libros langsung terasa. Sentuhan kayu gelap, meja bar marmer, kursi berlapis linen, serta pencahayaan hangat membentuk suasana yang bersahaja namun berkelas.
Lukisan-lukisan kuno, cermin berbingkai, piringan hitam klasik, bola dunia, cahaya lilin, dan deretan buku memperkuat konsep perpustakaan yang menjadi benang merah ruang ini.
Pajangan botol premium di belakang bar melengkapi komposisi visual tanpa kesan berlebihan. Keseluruhannya menghadirkan kemewahan yang tenang, ruang yang mendorong untuk memperlambat langkah dan benar-benar menikmati momen.
Fleksibel untuk Berbagai Perayaan

Libros tidak hanya dirancang sebagai tempat bersantai selepas kerja. Dengan kapasitas hingga 60 tamu dalam format duduk dan berdiri, ruang ini mampu mengakomodasi berbagai pertemuan berskala kecil. Mulai dari perayaan ulang tahun, acara produk gaya hidup, pertemuan bisnis, hingga pesta privat yang dikurasi khusus.
Penataan tempat duduk yang fleksibel, dari sofa hingga bar seating, memungkinkan setiap acara disesuaikan tanpa mengorbankan karakter intim yang menjadi ciri khas Libros.
Pengalaman di Libros diperkuat dengan program musik mingguan yang dikurasi secara spesifik. Rabu menghadirkan Afro, Reggaeton, dan Latin. Kamis bergerak ke Tech House, Melodic Techno, Techno, dan Progressive. Jumat diisi R&B dan Hip Hop, sementara Sabtu ditutup dengan Top 40 dan Karaoke Night.
Libros beroperasi setiap Rabu hingga Sabtu, pukul 17.00–01.00 untuk jadi destinasi minum selepas kerja hingga malam yang lebih panjang.
Koktail Klasik dengan Sentuhan Personal

Di pusat pengalaman Libros, ada program koktail yang dipimpin oleh Bar Manager sekaligus Mixologist, Ozy Ahmad. Ia membawa pendekatan modern pada koktail klasik tanpa menghilangkan akarnya.
“Di Libros, kami ingin menciptakan bar yang terasa intim dan tidak terburu-buru, tempat tamu dapat menikmati koktail yang akrab dengan sentuhan yang dipikirkan matang,” ujarnya. Filosofi ini tercermin pada menu yang fokus pada koktail klasik lintas zaman dan reinterpretasi kontemporer.
Dari delapan koktail khas, Spicy Mathilda serta Coco and the Coconut menjadi favorit. Rasanya terasa familiar, namun diolah dengan sudut pandang baru.
Selain itu, Ozy juga berkolaborasi dengan Barback Apparel dan NTRA Artisan Perfume Oil untuk menciptakan parfum yang terinspirasi dari Negroni, memperluas pengalaman koktail ke ranah sensorik lain.
Dengan fokus pada koktail klasik, atmosfer terinspirasi literasi, dan personalisasi pengalaman, Libros menjadi destinasi untuk individu yang mencari kualitas, karakter, dan cara menikmati malam Jakarta dengan lebih nyaman.


