Luxina, Peta industri luxury global terus berevolusi, dan kemewahan hari ini tidak lagi sekadar berbicara tentang presisi, heritage, atau eksklusivitas. Tapi juga tentang purpose. Dalam momentum perayaan 50 tahun program penghargaannya, Rolex menegaskan ulang narasi tersebut melalui pengumuman lima Laureates Rolex Awards 2026—sebuah kurasi tokoh perempuan global yang bekerja di garis depan perlindungan planet.
Langkah ini menandai babak baru bagi program yang kini berevolusi dari Rolex Awards for Enterprise menjadi Rolex Awards, bagian integral dari Perpetual Planet Initiative. Transformasi ini bukan kosmetik; ia mencerminkan intensi yang lebih tajam: memperluas dampak nyata di bidang konservasi lingkungan, sains, kesehatan, dan teknologi.
Perayaan 50 tahun program penghargaan Rolex tahun ini menghadirkan pesan yang semakin tegas: kemewahan modern bertaut erat dengan dampak nyata bagi planet. Melalui pengumuman Laureates Rolex Awards 2026, maison asal Jenewa ini kembali menempatkan purpose sebagai inti narasi prestige global.
Lima Laureates, Lima Frontline Planet
Rolex memilih lima perempuan dari berbagai belahan dunia yang masing-masing bekerja di garis depan perlindungan bumi. Mereka merepresentasikan pendekatan lintas disiplin yang semakin menjadi standar baru dalam filantropi kelas dunia.

Kali ini kita bisa berbangga (lagi), salah satu penerima penghargaan ini berasal dari Indonesia, Farwiza Farhan. Perempuan yang memimpin upaya mempertahankan Ekosistem Leuser di Sumatra—wilayah terakhir di bumi tempat gajah, harimau, orangutan, dan badak masih hidup berdampingan di alam liar. Strateginya berfokus pada pemberdayaan perempuan dan komunitas akar rumput untuk memantau serta melindungi hutan.

Sementara dari China, Binbin Li mengembangkan pendekatan penggembalaan ternak berkelanjutan bersama masyarakat lokal guna melindungi habitat panda liar yang populasinya kurang dari 2.000 ekor di alam bebas.

Yang ketiga, Pardis Sabeti membawa inovasi medis ke wilayah paling rentan wabah di Afrika Barat. Melalui teknologi diagnostik portabel dan algoritma mutakhir, ia berupaya mendeteksi serta menahan penyebaran penyakit menular sebelum berkembang menjadi pandemi.

Selanjutnya adalah Rachel Ikemeh, yang melakukan pendekatan berbasis komunitas, yang berhasil menyelamatkan monyet red colobus Delta Niger dari ambang kepunahan. Programnya telah melindungi lebih dari 5.800 hektare hutan sekaligus meningkatkan taraf hidup ribuan warga.

Dan yang terakhir adalah, Rosa Vásquez Espinoza dari Peru membuka perspektif baru tentang hubungan deforestasi Amazon dengan penurunan populasi lebah tanpa sengat—penyerbuk vital bagi tanaman endemik dan ketahanan pangan. Penelitiannya bahkan berkontribusi pada pengakuan perlindungan hukum bagi spesies tersebut.
Dari Eksplorasi ke Proteksi Planet
Didirikan pada 1976 untuk menandai 50 tahun jam tangan Oyster, program penghargaan ini sejak awal membawa semangat enterprise—keberanian melampaui batas. Namun, dalam satu abad perjalanan, arah kompas Rolex bergeser secara elegan: dari merayakan eksplorasi menuju melindungi bumi.
Sejak awal berdiri, 165 Laureates dari 52 kewarganegaraan telah menjalankan proyek di lebih dari 67 negara dengan dampak yang impresif, seperti:
- Lebih dari 50 juta pohon ditanam
- 137 spesies terancam dilindungi
- 32 ekosistem utama dijaga
- 57.600 km² hutan Amazon terlindungi
- 50 teknologi inovatif dikembangkan
Angka-angka ini bukan hanya sekadar statistik CSR, tapi adalah currency baru dalam ekonomi reputasi luxury.
Annual Impact, Elevated Prestige
Mulai 2026 ini, Rolex Awards akan digelar setiap tahun—bukan lagi dua tahunan. Perubahan ritme ini menunjukkan urgensi baru sekaligus ambisi mempercepat dampak global. Berbeda dari banyak penghargaan lain yang merayakan pencapaian masa lalu, Rolex Awards justru berinvestasi pada proyek yang masih berkembang namun berpotensi mengubah masa depan. Pendekatan forward-looking ini selaras dengan filosofi “Perpetual” yang menjadi DNA merek.
Bagi para Laureates, penghargaan bukan hanya pendanaan. Mereka memperoleh akses ke jaringan ahli global, mentoring jangka panjang, serta amplifikasi media internasional—sebuah ekosistem dukungan yang jarang ditandingi.
Redefinisi Luxury yang Relevan
Dalam lanskap konsumen high-end yang semakin sadar dampak, langkah Rolex terasa presisi secara strategis sekaligus autentik secara historis. Luxury hari ini menuntut narasi yang lebih dalam dari sekadar craftsmanship; ia menuntut kontribusi nyata terhadap masa depan planet.
Melalui Rolex Awards 2026, maison asal Jenewa ini mengirim sinyal jelas: prestige sejati kini diukur bukan hanya dari apa yang dikenakan di pergelangan tangan, tetapi dari jejak positif yang ditinggalkan di bumi.
Dan jika arah ini berlanjut, masa depan luxury tampaknya akan semakin, secara harfiah, perpetual.


