Tidak banyak kolaborasi yang mampu mengubah pengalaman menikmati es krim menjadi bahasa desain yang begitu puitis. Melalui A Quiet After; Senyap, Magnum menggandeng label perhiasan kontemporer Gelap Ruang Jiwa untuk menerjemahkan momen setelah gigitan pertama Magnum menjadi karya yang dapat dikenakan. Berangkat dari peluncuran Magnum Pistachio, setiap detail visual, mulai dari retakan cokelat Belgia yang tebal, lelehan krim pistachio, serpihan almond, hingga stik kayu ikonis Magnum, menjadi inspirasi bagi rangkaian perhiasan yang mengedepankan tekstur, siluet organik, dan eksplorasi material.

Design for Pleasure
Didirikan oleh Runa pada 2019, Gelap Ruang Jiwa dikenal melalui pendekatan artisanal yang memandang perhiasan sebagai medium narasi emosional. Dalam kolaborasi ini, filosofi tersebut berkembang menjadi eksplorasi baru bertajuk Design for Pleasure, ketika kenikmatan rasa diterjemahkan menjadi bentuk-bentuk skulptural yang tak simetris, permukaan yang kaya karakter, serta permainan material yang menghidupkan kesan hening setelah sensasi pertama mencicipi Magnum. Koleksi ini juga memperkenalkan aksesori modular pertama dari Gelap Ruang Jiwa, di mana anting maupun bros dapat dirangkai ulang menjadi komposisi berbeda sesuai ekspresi personal pemakainya.

Eksplorasi Perhiasan
Eksplorasi material menjadi salah satu kekuatan utama koleksi ini. Setiap karya dicetak menggunakan perunggu dengan lapisan Sterling Silver 925 atau rhodium, termasuk penyelesaian putih keperakan yang terinspirasi dari cokelat putih Magnum. Kehadiran batu alam seperti Tiger Eye, Smoky Quartz, dan Peridot memperkaya palet warna yang merefleksikan cokelat Belgia, pistachio, hingga kedalaman nuansa kacang panggang. Setiap batu dipilih bukan sekadar sebagai ornamen, tetapi sebagai elemen yang mempertegas karakter unik dari setiap perhiasan.

Magnum Pistachio X Gelap Ruang Jiwa
Kolaborasi Magnum dan Gelap Ruang Jiwa memperlihatkan bagaimana kemewahan masa kini lahir dari perhatian terhadap detail, keterampilan tangan, dan kemampuan mengolah pengalaman sehari-hari menjadi objek dengan nilai emosional. Seperti yang diungkapkan Runa, koleksi ini lahir dari “keheningan setelah gigitan pertama”, sementara Magnum memaknainya sebagai perayaan atas craftsmanship yang menyatukan kenikmatan rasa dan kreativitas. Hasilnya bukan sekadar koleksi perhiasan edisi kolaborasi, melainkan sebuah interpretasi baru tentang bagaimana desain dapat menyimpan memori, sensasi, dan kemewahan yang bertahan jauh setelah es krim terakhir meleleh.









