Lima bartender terbaik Indonesia bertemu di The St. Regis Bar Jakarta pada 13 Agustus 2026 untuk memperebutkan gelar Juara Nasional Hennessy MyWay 2026. Babak final menjadi tahap terakhir dari perjalanan kompetisi, dengan setiap peserta membawa kreasi, cerita, dan karakter mereka masing-masing ke hadapan para juri.
Kelima finalis tersebut adalah Putra Galantza dari Artesian Bar Jakarta, Dek Arya dari Padma Resort Legian Bali, I Kadek Wahyu Sastrawan dari Jumeirah Bali, Ni Ketut Fridayanti dari La Brisa Bali, dan Rheina Lydian dari Spiegel All Day Bar & Dining Semarang.
Cerita dan Sentuhan Personal dalam Koktail

National Final Hennessy MyWay 2026 terasa seperti sebuah pertunjukan. Para finalis tidak hanya datang membawa koktail. Mereka membawa konsep yang kemudian diterjemahkan melalui musik, cerita, gerakan, interaksi, dan cara penyajian.
Setiap peserta memiliki cara sendiri untuk membawa juri dan tamu masuk ke dalam cerita koktail yang mereka buat. Musik membangun suasana. Narasi memberikan konteks. Gerakan dan interaksi membuat proses penyajian terasa hidup. Koktail kemudian menjadi bagian dari pertunjukan tersebut. Misalnya, Rheina Lydian yang menghadirkan memori masa kecilnya lewat racikan cocktail dari buah kersen.
Format ini membuat babak final terasa berbeda dari kompetisi meracik minuman pada umumnya. Para bartender harus memikirkan keseluruhan pengalaman yang ingin mereka berikan kepada tamu. Hal tersebut sejalan dengan format penilaian Hennessy MyWay yang turut mempertimbangkan ritual serve dan visual presentation, selain rasa dan kemampuan teknis.
Lima Konsep, Lima Karakter

Setiap finalis mendapat tantangan untuk menciptakan koktail baru yang berbeda dari kreasi mereka pada babak semifinal. Setelah meraciknya, mereka harus mempresentasikan minuman tersebut bersama service ritual dan keseluruhan pengalaman yang ingin dihadirkan kepada tamu.
Di sinilah karakter masing-masing bartender mulai terlihat. Mulai dari yang mengandalkan cerita sebagai titik utama. Membangun atmosfer melalui musik. Ada pula yang menggunakan interaksi dan ritual penyajian untuk membuat koktail terasa seperti sebuah pengalaman yang utuh.
Lima juri kemudian menilai setiap penampilan melalui lima aspek yaitu drinkability, sustainability, ritual serve, product knowledge, dan visual presentation.
Sustainability Masuk ke Dalam Cerita

Salah satu aspek yang ikut menentukan hasil kompetisi adalah sustainability. Posisinya cukup menarik karena keberlanjutan ditempatkan bersama rasa, pengetahuan produk, ritual, dan presentasi. Artinya, cara bartender memikirkan koktail juga menjadi bagian dari penilaian.
Dalam sebuah kompetisi yang memberikan ruang besar pada kreativitas. Sustainability menjadi pengingat bahwa sebuah kreasi tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di atas meja. Proses dan pilihan di balik sajian juga memiliki peran.
Putra Galantza Memenangkan Panggung

Setelah seluruh finalis menyelesaikan kreasi dan presentasinya, Putra Galantza dari Artesian Bar Jakarta dinobatkan sebagai Juara Nasional Hennessy MyWay Indonesia 2026.
Presentasi Putra dinilai berhasil memadukan kreativitas dan craftsmanship. Koktail final, service ritual, serta keseluruhan presentasinya menunjukkan storytelling dan eksekusi yang matang.

Kemenangan tersebut membawa Putra ke babak berikutnya. Ia akan mewakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final di Cognac, Prancis, pada Oktober 2026, bersama para juara nasional dari berbagai negara.
“Saya berharap dapat membawa bukan hanya koktail saya, tetapi juga cerita, identitas, dan semangat Indonesia ke Global Final,” ujar Putra.
Dari lima bartender yang membawa cerita masing-masing ke panggung, Putra menjadi nama yang melanjutkan perjalanan Indonesia ke Prancis. Di sana, tantangannya akan kembali dimulai dengan satu hal yang sama, sebuah koktail, sebuah cerita, dan cara masing-masing bartender mengubahnya menjadi pengalaman.

