Di jantung legenda Arthurian, tempat Merlin bersembunyi dan para Knights of the Round Table menunggang menuju takdirnya, Roger Dubuis kembali menyalakan fantasi horologi lewat dua arloji baru Excalibur Brocéliande berukuran 38 mm di Watches And Wonders 2026. Koleksi ini bukan sekadar interpretasi estetika tentang hutan Brocéliande, melainkan sebuah dunia miniatur yang bergerak, bernafas, dan memantulkan nuansa magis antara fajar dan senja.
Berbeda dari pendekatan sporty dan agresif yang selama ini melekat pada DNA Hyper Horology milik Roger Dubuis, Excalibur Brocéliande justru hadir seperti puisi visual. Ada kelembutan yang dibangun dari permainan cahaya, mother-of-pearl, hingga detail ivy leaves yang melilit permukaan dial transparan. Namun di balik romantisme itu, kompleksitas mekanikal tetap menjadi inti. Maison ini memperkenalkan calibre RD721SQ, movement skeletonized otomatis terbaru bersertifikasi Poinçon de Genève, salah satu standar tertinggi dalam dunia watchmaking Swiss.

Inspirasi utamanya datang dari “movements of the sky”, tema horologi Roger Dubuis tahun ini, yang diterjemahkan menjadi dua lanskap waktu berbeda: Dawn Rose dan Twilight Blue. Versi Dawn Rose menangkap momen pertama matahari menyentuh pepohonan, dengan nuansa merah muda, kuning, dan merah pada mother-of-pearl leaves serta bezel bertabur brilliant-cut diamonds. Sementara Twilight Blue menghadirkan atmosfer hutan saat senja turun, dengan translucent blue varnish dan kilau dingin seperti malam berbintang.

Keistimewaan koleksi ini justru berada pada detail-detail kecil yang nyaris teatrikal. Di balik sapphire crystal, tiga elemen bergerak menciptakan ilusi angin yang menggoyang dedaunan hutan. Micro-rotor tungsten dan emas berputar seperti mekanisme tersembunyi dari dunia fantasi, sementara dua sapphire discs kecil bergerak bebas menambahkan dimensi kinetik yang jarang ditemukan pada jam tangan feminin. Efeknya terasa hampir sinematik.
Meski tampil lembut, konstruksinya tetap serius. Case 38 mm berbahan 18K rose gold mempertahankan tiga lug khas Excalibur, lengkap dengan finishing satin dan polished bevels yang menjadi identitas Roger Dubuis modern. Di balik tampilannya yang artistik, calibre RD721SQ bekerja pada frekuensi 4 Hz dengan cadangan daya 72 jam. Semua dekorasi movement dikerjakan manual dengan 14 jenis finishing berbeda—mulai dari bevelled bridges hingga sandblasted surfaces—menunjukkan obsesinya terhadap craftmanship tingkat haute horlogerie.

Yang menarik, Roger Dubuis tampaknya sedang memperluas definisi jam tangan perempuan dalam kategori haute horlogerie-nya. Excalibur Brocéliande tidak dibangun sebagai jewelry watch biasa. Ia tetap mekanikal, skeletonized, dan kompleks, namun dibalut narasi emosional yang lebih puitis dibanding pendekatan teknikal maskulin tradisional. Di titik ini, Roger Dubuis seperti sedang mengatakan bahwa komplikasi dan fantasi bisa hidup berdampingan.
Masing-masing model diproduksi terbatas hanya 88 pieces, angka yang mempertegas aura eksklusif koleksi ini. Sebuah jumlah yang terasa tepat untuk arloji yang lahir dari dunia legenda, tempat realitas dan mitos saling bertumpuk tanpa batas.



