Apa yang membuat New York terasa begitu khas? Bukan hanya gedung tinggi dan jalanannya yang selalu bergerak. Kota ini juga punya cara sendiri dalam mempertemukan banyak budaya di satu meja. Comfort food, jajanan kaki lima, hidangan klasik, cocktail, hingga dessert nostalgia hidup berdampingan dalam ritme yang sama.
Semangat itulah yang kini dibawa The Coach Restaurant ke Jakarta melalui The City Bites, pembaruan menu yang memperkuat karakter New York dari restoran tersebut. Diluncurkan pada 12 Agustus 2026, rangkaian menu ini menghadirkan lebih banyak cita rasa dan cerita tentang kota asal Coach ke dalam pengalaman bersantap.
New York dalam Satu Meja

The City Bites berangkat dari keragaman kuliner New York. Ada hidangan yang terasa familiar. Ada pula sajian dengan karakter yang lebih indulgent.
Formatnya dibuat fleksibel. Beberapa menu cocok untuk dinikmati sendiri. Sebagian lainnya dirancang untuk berbagi. Ada juga pilihan untuk menemani waktu santai setelah bekerja.
Chef Gabriel Jamias, Executive Chef The Coach Restaurant, melihat karakter tersebut sebagai bagian penting dari identitas kuliner New York.
Menurutnya, makanan di kota tersebut dapat terasa casual, indulgent, playful, hingga sophisticated dalam satu pengalaman. Semangat itu kemudian diterjemahkan ke dalam menu yang tetap memiliki karakter The Coach Restaurant.
Dari New York Hotdog hingga Seafood Chowder

Salah satu bagian menarik dari The City Bites adalah pilihan bites yang mengambil inspirasi langsung dari makanan khas New York.
Ada The NY Hotdog, yang menggunakan all-beef frankfurter dengan bawang dan paprika dalam brioche bun. Selain itu, Fried Chicken Bucket yang disajikan bersama homemade honey mustard, hot sauce, dan creamy ranch.
Untuk pilihan yang lebih kaya, Chicken Nuggets & Caviar memadukan nugget dengan Oscietra caviar, salmon roe, dan crème fraîche. Sementara Seafood Dip menggunakan udang, lobster, dan US scallop.

Menu utama kemudian membawa karakter New York ke hidangan yang lebih substantial. Ada Manhattan Seafood Chowder dengan green mussels, Manila clams, dan blue swimmer crab. Pilihan lainnya mencakup New York Strip 300 gram dari USDA Prime Black Angus, Yellowfin Tuna NY Strip, serta Whole Maine Lobster dengan spicy béarnaise.
Pizza, Calzone, dan Energi Kota
New York juga terasa melalui pilihan pizza dan calzone. The Coach Restaurant memperluas pilihan pizza dengan menghadirkan calzone. Empat pilihan rasa tersedia, mulai dari Nonna-Style Braised Brisket, “Everything” Lox, Spicy Chicken Vodka, hingga Truffle & Mushroom.
Menu seperti ini terasa dekat dengan cara orang menikmati makanan di kota. Cepat, santai, dan mudah dibagikan. Namun tetap memiliki karakter yang kuat.
Saat New York Berlanjut hingga Malam
Cerita tentang New York tidak berhenti di meja makan. The City Bites juga membawa suasana tersebut ke bar.
Pilihan cocktail dan mocktail dirancang untuk menemani makanan sekaligus momen setelahnya. Ada Spiced & Brewed dengan barrel-aged rum blend, cold brew liqueur, dan espresso. Ada pula Bubblegum Martini serta Cotton Candy Martini yang menawarkan karakter lebih playful.
Untuk penutup, pilihan dessert menghadirkan sisi nostalgia New York. Classic Sundae, Vanilla Bean Panna Cotta, dan 20-Layer Chocolate Cake menjadi bagian dari rangkaian terbaru ini.
Dari New York ke Jakarta
Koneksi The Coach Restaurant dengan New York memang memiliki akar yang panjang. Coach didirikan di New York pada 1941 dan sejak awal membawa semangat kota tersebut dalam identitasnya. Brand ini menggambarkan New York sebagai kota yang inklusif dan berani, sebuah karakter yang kemudian ikut diterjemahkan ke dalam pengalaman The Coach Restaurant.
Melalui The City Bites, hubungan tersebut terasa dalam bentuk yang lebih dekat. Tidak perlu pergi ke New York untuk mencicipi salah satu sisi kulinernya. Cukup duduk di meja The Coach Restaurant dan memilih hidangan yang sesuai dengan suasana hati.
Karena New York memang selalu punya banyak wajah. Kali ini, salah satunya hadir di Jakarta melalui makanan, minuman, dan pengalaman yang dirancang untuk dinikmati bersama.

