Dunia produksi visual terus bergerak ke arah yang semakin dinamis. Kamera tak lagi hanya dituntut menghasilkan kualitas gambar sinematik, tetapi juga harus mampu mengikuti ritme produksi yang berpindah-pindah, dari ruang sempit, pengambilan gambar handheld, hingga produksi yang membutuhkan mobilitas tinggi. Di titik inilah Sony memperkenalkan FX5, kamera full-frame terbaru dari lini Cinema Line yang dirancang untuk mempertemukan kualitas gambar profesional dengan bentuk yang lebih ringkas dan mudah dibawa.

Sony FX5 hadir dengan sejumlah teknologi yang sebelumnya belum tersedia pada seri FX, termasuk dukungan Open Gate shooting dan perekaman RAW internal menggunakan format X-OCN milik Sony. Kamera ini juga membawa sensor full-frame fully stacked CMOS terbaru, dynamic range lebih dari 15 stop ketika menggunakan S-Log3, serta Three Base ISO pada ISO 800, 4000, dan 12800.
Kombinasi tersebut membuat FX5 menarik bukan hanya sebagai perangkat produksi film, tetapi juga bagi kreator yang membutuhkan satu kamera untuk menangani berbagai kebutuhan visual dengan lebih leluasa.
Membawa DNA Cinema Line ke Bentuk yang Lebih Portabel
Di balik bodinya yang ringkas, FX5 membawa sensor full-frame Exmor RS CMOS fully stacked yang dipadukan dengan mesin pemrosesan gambar BIONZ XR2 terbaru dan unit pemrosesan AI khusus. Sony merancang sistem ini untuk menghasilkan gambar dengan latitude yang luas, noise rendah, serta transisi yang lebih halus antara area terang dan bayangan.
Kehadiran Dual Gain Shooting untuk pertama kalinya pada seri FX juga menjadi bagian penting dari kemampuan kamera ini. Teknologi tersebut membantu memaksimalkan performa sensor, mempertahankan detail pada area bayangan, sekaligus menekan noise.

Bagi produksi yang berpindah dari satu kondisi pencahayaan ke kondisi lainnya, kemampuan ini memberi ruang kreatif yang lebih luas. Tiga pilihan base ISO, yakni 800, 4000, dan 12800, juga memungkinkan FX5 digunakan dalam berbagai kondisi pengambilan gambar dengan tetap mempertahankan karakter gambar yang bersih.
Open Gate dan RAW Internal untuk Ruang Kreatif yang Lebih Luas
Salah satu fitur yang paling menarik dari FX5 adalah Open Gate shooting. Untuk pertama kalinya dalam seri FX, kamera ini mampu membaca piksel secara penuh dalam rasio 3:2 di seluruh area sensor.
Pendekatan ini memberi keleluasaan bagi kreator dalam menentukan framing dan format akhir sebuah produksi. FX5 juga mendukung berbagai mode pemindaian gambar, termasuk 17:9, 16:9, dan Super 35mm, sehingga kamera dapat disesuaikan dengan kebutuhan visual dan distribusi yang berbeda.

Lebih jauh lagi, Sony membawa kemampuan perekaman X-OCN secara internal. Format RAW 16-bit scene-linear ini memungkinkan pengguna merekam data gambar berkualitas tinggi tanpa harus menggunakan recorder eksternal.
FX5 mendukung X-OCN LT sekaligus codec baru X-OCN C1 dan C2. Dengan ukuran data yang lebih efisien, kedua codec tersebut dirancang untuk membantu mempercepat proses transfer sekaligus menyederhanakan alur kerja pascaproduksi.
Kemampuan perekamannya juga cukup luas. FX5 mampu merekam 5K hingga 60 frame per detik, 4K hingga 120 frame per detik, dan FHD hingga 240 frame per detik.
AI yang Membantu Kamera Tetap Mengikuti Subjek
Teknologi AI pada FX5 tak hanya hadir sebagai tambahan, tetapi menjadi bagian dari cara kamera bekerja di lapangan.
Sistem pengenalan subjek berbasis AI menggunakan teknologi estimasi pose manusia untuk mengenali bukan hanya mata, tetapi juga posisi kepala dan tubuh. Kemampuan ini membantu sistem autofocus mempertahankan fokus pada subjek, termasuk ketika pengambilan gambar dilakukan dalam kondisi minim cahaya.

Real-time Tracking juga memungkinkan kamera mengikuti subjek secara otomatis sehingga fokus tetap terjaga ketika subjek bergerak. Sementara itu, Auto Tracing White Balance memanfaatkan informasi dari sensor visible light dan infrared serta estimasi sumber cahaya berbasis deep learning untuk menghasilkan white balance yang lebih stabil di berbagai kondisi.
Untuk kebutuhan sinematografi yang lebih spesifik, FX5 juga memiliki fungsi de-squeeze untuk lensa anamorfik dengan pilihan 1.3x, 1.5x, 1.6x, 1.8x, hingga 2.0x.
Dirancang untuk Bergerak
Salah satu kekuatan FX5 justru terletak pada bentuknya. Dengan desain flat-top yang ringkas dan ringan, kamera ini dirancang untuk digunakan dalam berbagai gaya pengambilan gambar, mulai dari handheld hingga gimbal, termasuk ketika bekerja di ruang yang terbatas.
Sistem stabilisasi gambar optik 5-axis juga mendapat pengembangan. Rentang koreksi roll diperluas hingga sekitar dua kali lipat dibandingkan sistem sebelumnya, sementara Dynamic Active Mode membantu menjaga kestabilan gambar ketika kamera digunakan secara handheld.

Untuk produksi yang membutuhkan kualitas audio serius, FX5 dapat dipasangkan dengan XLR Handle Unit XLR-H2. Aksesori ini mendukung perekaman audio hingga 96 kHz, 32-bit float dan empat kanal audio. Dua terminal combo XLR/TRS serta dual AD converter membuat konfigurasi tersebut cocok untuk produksi yang membutuhkan mobilitas sekaligus kualitas suara tinggi, seperti dokumenter dan peliputan berita.
Sony juga menyediakan OLED Detachable Viewfinder DVF-EL1 berukuran 0,58 inci sebagai aksesori opsional. Dengan resolusi sekitar 7,07 juta titik, dukungan HDR, gamut warna setara DCI-P3, dan gradasi 10-bit, viewfinder ini dirancang untuk membantu pengguna melakukan pemantauan gambar secara lebih presisi, terutama dalam kondisi pencahayaan yang kontras.
Layar dan Antarmuka yang Lebih Bersahabat
FX5 membawa monitor LCD touchscreen multi-angle 4-axis berukuran 3,5 inci dengan resolusi sekitar 2,76 juta titik. Layarnya dapat diputar sepenuhnya, dimiringkan sekitar 98 derajat ke atas dan 40 derajat ke bawah, serta dibuka hingga sekitar 180 derajat ke samping.
Sony juga memperkenalkan layar utama BIG6 yang menggabungkan sejumlah pengaturan penting, termasuk frame rate, eksposur, dan LUT. Sistem menu baru pada FX5 dirancang memberikan pengalaman pengoperasian yang serupa dengan kamera CineAlta maupun FX6.


Dengan pendekatan tersebut, Sony tampaknya ingin membuat FX5 bukan hanya powerful di atas kertas, tetapi juga lebih intuitif ketika digunakan dalam situasi produksi yang menuntut keputusan cepat.
Siap Dibawa ke Lapangan
Untuk sebuah kamera yang ditujukan bagi produksi profesional, kemampuan bekerja dalam kondisi yang tidak ideal tentu menjadi pertimbangan penting. FX5 menggunakan sistem pendinginan dengan kipas berperforma tinggi dan desain pembuangan panas yang dioptimalkan untuk mendukung perekaman video berdurasi panjang.
Kamera ini juga memiliki desain yang tahan terhadap debu dan kelembapan. Bodi rigid dengan sejumlah lubang sekrup memungkinkan aksesori dipasang secara langsung tanpa selalu membutuhkan cage tambahan, sehingga konfigurasi kamera bisa dibuat lebih sederhana sesuai kebutuhan produksi.
Untuk kebutuhan produksi yang lebih kompleks, FX5 dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui aplikasi Monitor & Control menggunakan smartphone, tablet, atau Mac. Kamera juga memiliki dua port USB Type-C dengan dukungan USB Power Delivery serta terminal LAN untuk koneksi jaringan dan pengoperasian jarak jauh.


Sony juga memperkenalkan baterai NP-SA100 berkapasitas 2.670 mAh yang memiliki kapasitas daya sekitar 1,3 kali lebih besar dibandingkan baterai seri Z NP-FZ100. Baterai tersebut dirancang untuk mendukung pengambilan gambar berdurasi panjang.
Dibuat untuk Cara Produksi yang Terus Berubah
Menariknya, FX5 juga menunjukkan bagaimana kamera cinema mulai beradaptasi dengan kebutuhan distribusi visual yang semakin beragam. Sony telah merencanakan pembaruan firmware Ver. 2.0 yang dijadwalkan mulai Agustus 2027 atau setelahnya.
Pembaruan tersebut akan menambahkan dukungan HFR hingga 240 fps dalam X-OCN, XAVC S-I dengan rasio aspek 3:2 untuk Open Gate shooting, antarmuka pengguna yang dioptimalkan untuk pengambilan gambar vertikal, serta fungsi frame grab.

Artinya, kamera ini tak hanya diposisikan untuk kebutuhan produksi sinema konvensional. Fleksibilitas format dan rencana pengembangan perangkat lunaknya menunjukkan upaya Sony untuk menjawab kebutuhan produksi yang semakin melebar, termasuk konten digital dan media sosial.
Sony FX5 Resmi Hadir di Indonesia
Sony memperkenalkan FX5 di Indonesia dengan harga Rp94.999.000 untuk paket body plus XLR Handle, sementara versi body only dibanderol Rp85.999.000. Pre-order dibuka mulai 13 Agustus hingga 20 September 2026.
Selama periode pre-order, konsumen berkesempatan mendapatkan sejumlah hadiah eksklusif berupa baterai NP-SA100, CEA-G240T CFexpress Type A, dan Thule Accent2 Backpack. FX5 sendiri dijadwalkan tersedia secara luas di toko dan dealer resmi Sony Indonesia mulai akhir September 2026. OLED Viewfinder DVF-EL1 dijual terpisah dengan harga Rp11.499.000.
Kehadiran FX5 memperlihatkan satu arah yang semakin jelas dalam perkembangan kamera cinema: kemampuan profesional tak lagi harus selalu datang dalam bentuk perangkat yang besar dan rumit. Dengan sensor full-frame baru, Open Gate, RAW internal, autofocus berbasis AI, stabilisasi 5-axis, serta bodi yang ringkas, FX5 mencoba menempatkan kualitas produksi sinema ke dalam sebuah kamera yang lebih siap mengikuti pergerakan kreatornya.
Dan mungkin di situlah daya tarik utamanya. Bukan sekadar seberapa banyak teknologi yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah kamera, tetapi seberapa jauh teknologi tersebut memberi ruang bagi seorang kreator untuk bergerak, bereksperimen, dan akhirnya menghasilkan gambar sesuai visi yang ada di kepalanya.

