Seragam resmi Tim Indonesia untuk 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi diluncurkan, dan kali ini wastra Nusantara tidak datang sebagai tempelan dekoratif. Sarinah sebagai kurator desain bersama Mills sebagai Official Apparel Partner menggandeng Ghea Panggabean melalui Ghea Fashion Studio untuk menerjemahkan kekayaan tekstil dan seni tradisional Indonesia ke dalam rangkaian apparel olahraga yang modern, berkarakter, sekaligus siap menghadapi tuntutan arena. Ini adalah pertemuan menarik antara warisan budaya dan performa—antara sesuatu yang lahir dari tradisi dan tubuh yang dipersiapkan untuk bertanding.

Gorga dan Limar
Bahasa visual koleksi ini bertumpu pada dua kekuatan: Gorga dan Limar. Gorga, seni ukir tradisional khas Toba, hadir dengan bentuk yang lebih tegas pada seragam tanding atlet. Maknanya tentang kekuatan dan perlindungan terasa pas untuk dunia olahraga, tempat keberanian, ketahanan mental, dan kemampuan bertahan di bawah tekanan menjadi bagian dari permainan. Di atas siluet apparel yang dinamis, Gorga berubah dari simbol tradisional menjadi semacam visual armor—tidak literal, tetapi memberikan energi.

Ragam Hias Indonesia
Kemudian datang Limar dari Sumatera Selatan dengan karakternya yang lebih elegan. Motif, permainan warna, dan efek gradasinya membawa pesan tentang kehormatan, keunggulan, dan kemuliaan. Tetapi yang paling menarik adalah makna di baliknya: para atlet Indonesia berasal dari begitu banyak daerah dan latar belakang, namun ketika mengenakan seragam yang sama, seluruh perbedaan tersebut bertemu dalam satu identitas. Merah Putih menjadi titik temu, sementara wastra menjadi bahasanya.

Ghea Panggabean dan Ghea Fashion Studio
Bagi Ghea Panggabean, peluncuran koleksi ini memiliki arti khusus. Selama 45 tahun, ia dikenal sebagai salah satu figur penting dalam eksplorasi dan pelestarian wastra Nusantara. Kini, untuk pertama kalinya, ia masuk ke dunia busana olahraga. Perpindahan medium ini membuat pendekatannya menjadi semakin menarik: bagaimana warisan budaya diterjemahkan menjadi pakaian yang harus bergerak cepat, mengikuti tubuh atlet, tetapi tetap memiliki karakter visual? Jawabannya hadir dalam koleksi yang tidak mencoba menjadikan olahraga sebagai alasan untuk meninggalkan estetika.


Warisan Budaya dalam Olahraga
Sarinah memainkan peran sebagai kurator arah visual, membawa gagasan bahwa warisan budaya Indonesia dapat memiliki kehidupan baru ketika ditempatkan dalam konteks yang relevan. Wastra tidak perlu selalu tampil dalam siluet tradisional untuk tetap berbicara tentang asal-usulnya. Bersama Ghea Fashion Studio dan Mills, motif dan simbol tersebut justru diberi ruang untuk bergerak ke wilayah baru: apparel yang dikenakan para atlet ketika Indonesia tampil di hadapan dunia.

Performa Mobilitas
Di sisi lain, Mills menerjemahkan bahasa desain tersebut ke dalam pakaian yang harus bekerja secara nyata. Karakter Gorga dan Limar kemudian berjalan berdampingan dengan kebutuhan performa, mobilitas, dan kenyamanan atlet. Dengan demikian, koleksi ini tidak berhenti sebagai fashion statement. Ia adalah perlengkapan kompetisi sekaligus identitas visual kontingen—dua fungsi yang harus bertemu tanpa saling mengorbankan.

Hope & Spirit
Semangat tersebut dirangkum dalam kalimat “Woven by Hope. Strengthened by the Same Spirit. Carrying Indonesia in Every Step.” Harapan dijalin melalui warisan, semangat diperkuat melalui persatuan, lalu semuanya dibawa dalam setiap langkah atlet. Chief de Mission Tim Indonesia Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, melihat apparel dan jersey ini sebagai bagian dari dukungan bagi atlet untuk bertanding dengan kepala tegak setelah bertahun-tahun menjalani latihan dan persiapan.

Representasi Identitas
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, turut menegaskan posisi apparel sebagai representasi identitas dan kebanggaan bangsa. Dalam konteks ini, seragam bekerja seperti kartu nama yang dikenakan di tubuh. Ia memperkenalkan Indonesia bahkan sebelum pertandingan dimulai. Gorga dan Limar menjadi pengingat bahwa identitas nasional tidak harus tampil dalam bentuk yang kaku; ia bisa modern, progresif, dan tetap berakar.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September–4 Oktober 2026 di Jepang. Ketika Tim Indonesia memasuki panggung kompetisi, mereka akan membawa lebih dari target medali. Mereka membawa cerita tentang sebuah negeri yang tekstil tradisionalnya terus menemukan bentuk baru. Dari Gorga yang powerful hingga Limar yang refined, koleksi ini membuat wastra Nusantara meninggalkan zona nyaman—lalu masuk ke arena, bergerak bersama para atlet, dan berbicara kepada dunia dengan caranya sendiri.



