Ingatkah kalian bahwa jaket-jaket Chanel terkenal berlengan slim, kerung lengan yang fit, dan posisi bahu yang tetap ‘stay’ ketika lengan naik ke atas? Nah, kali ini terjadi perubahan besar, mungkin …
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean adalah seorang penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku dan juga seorang jurnalis Mode dan Seni. Ia sudah meliput London Milan Paris Fashion Week sejak tahun 2000. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa Isntitut Seni Indonesia Yogyakarta, Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kemudian memulai karir jurnalistik di majalah Femina tahun 1996, lalu berturut-turut menapak naik ke media-media terkemuka nasional seperti majalah Harper’s Bazaar Indonesia, majalah Dewi, majalah SOAP, Harian Media Indonesia, dan majalah Estetika. Dengan segenap perjalanan karirnya, kini ia menjadi Co-Founder dan Editorial Director LUXINA.
Banyak yang menunggu apa jadinya ‘wajah’ jenama high fashion GIVENCHY ketika rumah mode ini mengangkat Matthew Williams, seorang streetwear designer dari California, menjadi creative director Givenchy menggantikan Clare Waight Keller. …
Daniel Roseberry, creative director rumah mode Schiaparelli, tidak membiarkan suasana pandemi ini menghantam imajinasinya untuk berkreasi, tidak ada alasan untuk tunduk dengan keadaan dan ikut-ikut menciptakan lounge wear (yang begitu …
Loewe, salah satu jenama yang presentasi fashion nya selalu ditunggu-tunggu. Ini karena Jonathan Anderson, creative director Loewe, selalu mendorong imajinasi fashion ke taraf extremization namun masih dalam batas-batas realita, kebayang? …
Dengan ‘kekuatan’ romantisme Pierpaolo Piccioli, creative director rumah mode Valentino, mencotohkan cara berpakaian yang melawan sedu sedan dunia terhadap deraan pandemic. Ia menciptakan pakaian-pakaian yang mudah dan ringan, namun mengandung …
Sejak Maria Grazia Chiuri menjadi creative director Dior di bulan Juli tahun 2016, bisa disimpulkan bahwa Maria lebih mencintai fabric dari pada mengolah look. Ini terlihat dari pengulangan-pengulangan ‘cakep’ yang …

