Material bukan sekadar permukaan yang membungkus sebuah ruang. Tekstur batu, ilusi serat kayu, permainan cahaya pada glass block, hingga karakter ubin berukuran besar dapat mengubah cara sebuah interior berbicara dan membangun suasana. Perspektif inilah yang dibawa Bellaquattro Experience Center di Taman Gandaria, Jakarta Selatan, ke dalam dunia desain interior Indonesia. Menghadirkan sekitar 15 jenis material arsitektur premium, ruang ini mengajak pengunjung melihat lebih jauh dari katalog dan sampel produk untuk memahami bagaimana material membentuk karakter, menghadirkan kejutan visual, serta membuka kemungkinan desain yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan.
Bellaquattro dan David Prawiro
Didirikan pada 2023, Bellaquattro membawa pengalaman bisnis keluarga selama 46 tahun di bidang material bangunan ke dalam percakapan desain interior yang lebih kontemporer. Di bawah arahan David Prawiro, perusahaan ini memperkenalkan sekitar 15 jenis material yang dapat diterapkan pada hunian maupun proyek komersial. Koleksinya mencakup Polyrock, Flexorock, VSPC Realwood, Rockslab, ubin berukuran besar, hingga modern glass block. Masing-masing menawarkan karakter visual, tekstur, dan potensi penggunaan yang berbeda. Bagi arsitek, desainer interior, kontraktor, maupun pemilik hunian, ragam ini membuka kesempatan untuk keluar dari pilihan konvensional dan mengeksplorasi material sebagai bagian penting dari identitas sebuah ruang.

Bellaquattro Experience Center
Persoalannya, memilih material interior tidak cukup dengan melihat gambar atau menyentuh sampel berukuran kecil. Skala, tekstur, warna, dan cara sebuah permukaan berinteraksi dengan elemen lain bisa menghasilkan kesan yang sama sekali berbeda ketika diaplikasikan pada ruang sebenarnya. Bellaquattro Experience Center menjawab kebutuhan tersebut melalui sejumlah contoh pemasangan langsung. Pengunjung dapat mengamati bagaimana material berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sekaligus berkonsultasi mengenai karakteristik produk, potensi penerapan, serta pertimbangan teknis pemasangan. Pendekatan ini membuat proses memilih material menjadi lebih terukur, tanpa menghilangkan sisi eksploratif yang membuat desain interior terasa personal.
Peran Bobos Design
Pengalaman ruangnya sendiri dirancang sebagai bagian dari cerita. Berkolaborasi dengan Bobos Design, Bellaquattro mengembangkan konsep interior eklektik yang mempertemukan beragam warna, bentuk, tekstur, dan karakter material dalam satu komposisi. Proses perancangan berlangsung sekitar dua tahun, dimulai dari pembicaraan awal pada 2024, termasuk kunjungan ke China untuk melihat material, hingga pengembangan desain yang menyesuaikan perkembangan koleksi. Bagi Reza Wahjudi, pendiri Bobos Design, tantangannya adalah mengubah rumah tinggal menjadi ruang eksplorasi yang mampu menampilkan berbagai material tanpa membuat karakter masing-masing saling meniadakan. Hasilnya, setiap elemen mendapat kesempatan untuk berbicara, tetapi tetap menjadi bagian dari narasi desain yang lebih besar.

Antelope Canyon
Inspirasi formasi batuan Antelope Canyon memberi pengalaman tersebut dimensi yang lebih dramatis. Bentuk menyerupai goa dan dinding batu menjadi titik berangkat untuk mengolah suasana, sementara nuansa gelap di area masuk membangun rasa penasaran sebelum pengunjung menjelajahi ruang-ruang berikutnya. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana material dapat berfungsi lebih jauh daripada sekadar lapisan permukaan. Ia mampu membentuk atmosfer, mengarahkan pengalaman, bahkan menciptakan kejutan visual. Dalam desain interior kontemporer, ketika batas antara fungsi dan ekspresi semakin cair, cara material dipresentasikan menjadi sama pentingnya dengan material itu sendiri.
Koleksi Bellaquattro
Eksplorasi Bellaquattro juga melampaui koleksi produknya sendiri. Experience Center ini menghadirkan sejumlah jenama dan mitra, termasuk Bobos Design, Allegra, Rangka Indah, Sandel, Enviro, Bendt, Blum, Sunscape, dan Simu. Produk-produk yang ditampilkan melengkapi referensi untuk berbagai kebutuhan interior, dengan proses kurasi yang mempertimbangkan kelengkapan, kualitas, dan komitmen terhadap layanan profesional. Kehadiran berbagai mitra tersebut memperluas perspektif pengunjung ketika menyusun konsep ruang, baik untuk rumah pribadi, vila, apartemen, hotel, maupun tempat komersial. Dengan demikian, eksplorasi tidak berhenti pada satu material atau satu gaya, melainkan berkembang menjadi pencarian kombinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter proyek.

One-stop shopping
Hal lain yang membuat pendekatan Bellaquattro relevan adalah layanan one-stop shopping yang mendampingi perjalanan proyek dari awal hingga akhir. Selain menyediakan material, perusahaan ini menawarkan konsultasi pemilihan produk, rekomendasi penerapan, pemasangan, supervisi pekerjaan, dan pengendalian kualitas. Pendampingan tersebut penting karena material yang menarik secara visual tetap membutuhkan pemahaman teknis agar hasil akhirnya sesuai dengan perencanaan. Pengalaman Bellaquattro dalam menangani berbagai proyek, termasuk Marriott Hotel di Nusa Dua, Aloft di Kebon Jeruk, Black Owl di SCBD, serta sebuah masjid di Kudus, memperlihatkan cakupan penerapan material yang melintasi beragam jenis bangunan. Fokusnya bukan hanya pada penampilan akhir, melainkan juga pada bagaimana material dapat memenuhi kebutuhan ruang secara tepat.

Ruang referensi desain interior
Di sinilah Bellaquattro Experience Center menemukan relevansinya sebagai ruang referensi desain interior di Jakarta. Ia mempertemukan produk, gagasan, dan konsultasi dalam satu pengalaman yang memungkinkan pengunjung memahami material sebelum mengambil keputusan. Untuk pemilik hunian, tempat ini menawarkan inspirasi dalam membangun suasana rumah yang lebih personal. Bagi arsitek dan desainer interior, koleksi serta contoh aplikasi langsung dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan pendekatan desain yang lebih berani. Kolaborasi dengan Bobos Design juga menegaskan bahwa desain yang baik tidak berhenti pada penampilan menarik, tetapi perlu menjawab kebutuhan pengguna melalui perpaduan estetika, fungsi, dan ergonomi.
Bahasa Arsitektur
Pada akhirnya, material bukan sekadar sesuatu yang menutupi dinding, membentuk lantai, atau menjadi aksen dekoratif. Ia merupakan bagian dari bahasa arsitektur yang menentukan bagaimana sebuah ruang terlihat, terasa, dan digunakan. Melalui Bellaquattro Experience Center, David Prawiro membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal lebih banyak alternatif material premium sekaligus memahami kemungkinan penerapannya secara nyata. Di Taman Gandaria, eksplorasi interior dimulai bukan dengan pertanyaan tentang produk apa yang sedang populer, melainkan dengan pertanyaan yang lebih menarik: karakter seperti apa yang ingin kita hadirkan dalam sebuah ruang?


