Power dressing dan power suit adalah busana yang menunjukkan otoritas, membangun kesan profesional. Karakternya tegas dari bentuk bahu strong silhouette. Teknik tailoring yang presisi membuat pakaian terasa constructed, tegas berwibawa. Umumnya pakaian ini polos tanpa motif, dengan warna-warna yang solid. Lalu Dery Rizkianto, dari jenama The Rizkianto, mengawinkan pemikiran baru untuk Power Dresssing dengan helai tradisi dari budaya Nusantara. Dery membentangkan Tenun Masalili dari Muna, Sulawesi Tenggara, memotongnya ke dalam pola Power Dressing yang ilmunya datang dari Eropa, melahirkan suatu gebrakan local to global yang powerful.

Tenun Masalili dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara
Tenun Masalili lahir dari tangan-tangan terampil para perempuan penenun di Desa Masalili, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang sejak 2017 mendapat pembinaan dari Bank Indonesia Sulawesi Tenggara. Keistimewaan tenun ini segera terbaca dari permainan garis yang khas dan warna-warna cerah seperti kuning, hijau, hingga oranye, yang membuatnya memiliki karakter visual yang kuat. Setiap pola motif membawa filosofi tersendiri dan pada tradisinya juga berkaitan dengan status sosial. Ada pula keyakinan yang membuat proses menenun terasa seperti sebuah laku batin, seorang perempuan sebaiknya menenun dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih, karena keindahan motif tidak hanya lahir dari keterampilan tangan, tetapi juga dari keadaan jiwa yang damai. Mungkin di situlah kekuatan Tenun Masalili sebenarnya berada, selembar kain yang tidak hanya ditenun dengan benang, tetapi juga dengan ketenangan dan keyakinan.

Dinamika Eksotika Modern
Dery Rizkianto menempatkan motif dengan presisi, membiarkan bentuk geometri seperti kambero atau fan, serta repetisi garis-garis etnik, bekerja sebagai energi grafis pada structured blazer, oversized suit, hingga pencil skirt. Di tangan Dery, power suit seperti membawa kita dari office hour menuju sebuah imajinasi perjalanan dari negeri Timur, eksotis tanpa menjadi kostum seremonial, modern tanpa kehilangan akar. Tekstur tenun tangan memberi bobot dan karakter pada kain, lalu dipertajam oleh konstruksi tailoring yang tegas. Namun Dery tidak membiarkannya menjadi kaku, ada garis lengkung pada lapel dan kerah, ada gelombang ruffle yang solid, yang memberi dinamika.

Power Suit Tenun Masalili
Yang membuat power suit Tenun Masalili semakin menarik adalah kemampuannya tampil sebagai statement piece tanpa kehilangan fungsi. Blazer penuh tenun, misalnya, dapat berdiri elegan bersama tailored trousers berwarna netral; sementara celana pipa lurus memberi ruang bagi jaket bermotif grafis untuk menjadi pusat perhatian. Warna terakota, indigo, earth tones hingga pastel modern kemudian membuka spektrum baru bagi office wear, membuat ruang profesional terasa lebih berwarna tanpa kehilangan otoritas. Di sini, hitam, navy, dan abu-abu untuk sementara parkir dulu di lemari. Tenun Masalili menawarkan kemungkinan yang lebih menarik, bahwa berpakaian powerful di tempat kerja juga bisa berarti membawa karakter, warna, dan identitas Nusantara ke dalam ruangan.


Tenun Masalili menapaki selera global
Bagi Dery Rizkianto, gagasan ini juga sangat personal. Sebagai CEO sekaligus Creative Director yang sedang membawa The Rizkianto menuju panggung global, ia memahami bahwa seorang desainer hari ini tidak cukup hanya menjadi perancang. Ia harus menjadi strategist dan entrepreneur, seseorang yang memahami bahwa apa yang dikenakan dan bagaimana dirinya tampil di panggung dunia ikut membangun persepsi terhadap sebuah brand. Karena itu, koleksi ini terasa seperti potret perjalanan personal Rizkianto sendiri, yaitu menapaki relevansi global tanpa meninggalkan akar Indonesia. Sebuah business chic yang tahu dari mana ia berasal, sekaligus tahu ke mana ia hendak pergi.

The Rizkianto dan KKI Bank Indonesia
Bersama dukungan Bank Indonesia, serta sentuhan aksesori dari Epajewel by Eliana Putri Antonio, jenama The Rizkianto menegaskan satu hal yang sederhana: ketika Indonesia semakin percaya diri memasuki percakapan global, identitas harus selalu disematkan dalam nada dan tonasi yang tepat. Identitas inilah yang, ketika dihelaikan, dijahit, dan dipresentasikan dengan yakin dan mantap (seperti yang sudah dicontohkan Dery), ia akan menjelma jadi kekuatan paling modern yang kita miliki, bukan sekadar untuk dikenakan, tetapi untuk membawa nama Indonesia sebagai salah satu pemain fashion di level global.








