Dua dunia yang terobsesi pada kecepatan kini bertemu dalam sebuah objek yang lebih personal daripada sekadar aksesori. Breitling, Official Watch Partner Aston Martin, membuka program bespoke Super Chronomat secara eksklusif bagi pemilik Aston Martin Valhalla. Untuk pertama kalinya, mereka dapat terlibat dalam proses desain koleksi ini melalui konfigurator khusus, menciptakan jam tangan yang mengambil inspirasi dari spesifikasi mobil sekaligus mencerminkan selera pribadi. Ini bukan sekadar kolaborasi dua nama besar, melainkan perpanjangan pengalaman memiliki supercar hingga ke pergelangan tangan.

Supercar plug-in hybrid (PHEV)
Aston Martin Valhalla membawa ambisi teknis yang serius. Sebagai supercar plug-in hybrid (PHEV) produksi massal pertama Aston Martin dengan mesin di posisi tengah, Valhalla menggabungkan aerodinamika canggih, rekayasa motorsport, dan teknologi Formula 1. Mesin 4.0-liter twin-turbo V8 yang bekerja bersama tiga motor listrik menghasilkan tenaga gabungan 1.079 PS. Akselerasi 0–62 mph tuntas dalam 2,5 detik, sementara kecepatan puncaknya mencapai 217 mph atau sekitar 349 km/jam. Produksinya dibatasi hanya 999 unit di seluruh dunia. Valhalla bukan sekadar kendaraan berperforma tinggi, melainkan pernyataan tentang bagaimana teknologi balap diterjemahkan menjadi pengalaman berkendara di jalan raya.


Breitling Valhalla
Program Breitling meneruskan pendekatan tersebut lewat dua varian Super Chronomat dengan karakter berbeda. Melalui konfigurator khusus, pemilik Valhalla dapat menentukan sejumlah detail desain yang menghubungkan jam tangan dengan konfigurasi mobil mereka. Marek Reichman, Executive Vice President sekaligus Chief Creative Officer Aston Martin, melihat program ini sebagai pertemuan antara inovasi, presisi, dan individualitas. CEO Breitling Georges Kern juga menekankan bahwa pengalaman Valhalla kini dapat diteruskan ke pergelangan tangan. Gagasannya sederhana: ketika sebuah supercar dirancang dengan identitas yang spesifik, jam tangan pendampingnya pun dapat memiliki karakter tersendiri.

Perpetual Calendar Chronograph
Pilihan pertama adalah Breitling Super Chronomat B19 44 Perpetual Calendar Chronograph, dengan casing titanium berdiameter 44 mm dan gelang Rouleaux khas Breitling. Di balik dial serat karbonnya, model ini menggabungkan chronograph otomatis dengan perpetual calendar, komplikasi horologi yang mampu memperhitungkan panjang bulan, tahun kabisat, dan fase bulan. Kalendernya tidak memerlukan penyesuaian manual hingga tahun 2100, sementara cadangan daya mencapai 96 jam. Bagian belakang casing transparan memperlihatkan rotor hitam dan mekanismenya. Untuk sentuhan akhir, tersedia pilihan warna rehaut, jarum detik, dan jarum penghitung chronograph, serta ukiran rotor. Kombinasi kompleksitas mekanis dan detail yang dapat disesuaikan menjadikannya pilihan bagi kolektor yang mengutamakan substansi teknis.

Breitling Super Chronomat Automatic 38
Model kedua, Breitling Super Chronomat Automatic 38, mengambil pendekatan lebih ringkas. Casing baja tahan karat berdiameter 38 mm dipadukan dengan gelang Rouleaux, dial bertekstur serat karbon, bezel bertatahkan berlian, serta crown titanium. Tampilan tiga jarum otomatis dan jendela tanggal pada posisi pukul enam mempertahankan fungsi sehari-hari tanpa menghilangkan bahasa desain yang terinspirasi dunia performa otomotif. Warna rehaut dan jarum dapat dipilih sesuai preferensi, sementara bagian belakang casing menyediakan ruang untuk ukiran khusus. Jika versi B19 menonjolkan kompleksitas kalender dan chronograph, Automatic 38 menawarkan interpretasi yang lebih kompak dengan perpaduan material teknis dan detail perhiasan.

Aston Martin di Gaydon
Material menjadi bagian penting dalam cerita ini. Serat karbon pada dial mengingatkan pada dunia konstruksi performa tinggi, sementara titanium memperkuat karakter teknis kedua model. Namun, program ini tidak hanya bertumpu pada kemiripan material atau warna, melainkan juga pada hubungan desain antara mobil dan jam tangan. Valhalla dibuat di markas global Aston Martin di Gaydon, Warwickshire, Inggris, sedangkan Super Chronomat diproduksi di fasilitas Breitling Chronometrie di La Chaux-de-Fonds, Swiss. Dua pusat keahlian, dua tradisi rekayasa, dan satu kolaborasi yang mempertemukan keduanya melalui perhatian terhadap detail.

Ambisi Istimewa
Bagi Aston Martin, kerja sama ini memperluas makna kepemilikan Valhalla. Stefano Saporetti, Director of Brand Diversification Aston Martin, menyebut program tersebut sebagai wujud ambisi bersama untuk menghadirkan produk dan pengalaman istimewa. Jam tangan ini tentu tidak menggantikan sensasi mengemudikan supercar, tetapi menjadi objek yang membawa sebagian identitas kendaraan ke luar kabin. Bagi kolektor yang memandang mobil dan jam mekanis sebagai dua bentuk rekayasa yang sama-sama layak diapresiasi, kolaborasi ini menawarkan perspektif menarik tentang pertemuan teknologi, desain, dan gaya hidup.
Individualitas
Program bespoke Breitling Super Chronomat x Aston Martin Valhalla tersedia eksklusif bagi pemilik Valhalla, supercar yang produksinya dibatasi 999 unit di seluruh dunia. Harga dan jumlah produksi jam tangan khusus ini belum dicantumkan dalam informasi resmi yang tersedia. Namun, daya tariknya terletak pada gagasan yang melampaui penggunaan logo bersama: kesempatan untuk menerjemahkan karakter sebuah supercar ke dalam jam tangan dengan detail pilihan sendiri. Di dunia ketika performa dapat diukur melalui tenaga dan akselerasi, individualitas tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa diringkas menjadi angka semata.

