Warna bukan sekadar dekorasi bagi Marimekko. Ia adalah bahasa. Sejak rumah desain asal Finlandia ini berdiri pada 1951, motif-motif berani dan permainan warna telah menjadi semacam tanda tangan visual yang membuat Marimekko mudah dikenali bahkan sebelum logonya terlihat. Kini, bahasa visual tersebut resmi masuk ke lanskap lifestyle Indonesia melalui empat Marimekko shop-in-shop yang dibuka serentak pada 29 September 2026 di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Plaza Senayan, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Bali Collection.

Semesta Desain Pop
Kehadiran ini menjadi langkah penting dalam ekspansi Marimekko di Asia Tenggara, sekaligus memperkenalkan sebuah cara pandang yang cukup menyegarkan tentang fashion dan lifestyle. Bersama MAP Group sebagai mitra franchise di Indonesia, Marimekko membawa semesta desain yang berangkat dari seni printmaking, lalu diterjemahkan ke dalam pakaian, tas, aksesori hingga home décor. Motif-motifnya tidak datang untuk menentukan bagaimana seseorang harus tampil, melainkan memberi ruang bagi personalitas untuk mengambil alih.


Marimekko Kebebasan Seni Rupa
Di situlah daya tarik Marimekko terasa relevan dengan lanskap mode Indonesia yang semakin terbuka terhadap individualitas. Handaka Santosa, Managing Director SOGO Department Stores, melihat kekuatan Marimekko terletak pada identitas desainnya yang kuat sekaligus kebebasan untuk menjadikannya personal. Prinsip tersebut membuat sebuah motif dapat tampil playful pada busana, grafis pada aksesori, atau menjadi aksen ekspresif di ruang domestik tanpa kehilangan karakter aslinya.

23 Marimekko
Secara regional, langkah Indonesia memperpanjang perjalanan Marimekko di Asia yang kini telah memiliki sekitar 23 toko dan online shop di Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Natacha Defrance, Senior Vice President, Sales, Region East Marimekko, menyebut peluncuran di Indonesia sebagai langkah natural untuk memperkuat kehadiran perusahaan di Asia Tenggara. Jaringan retail Indonesia juga akan dikembangkan secara bertahap, mengikuti strategi pertumbuhan internasional jangka panjang Marimekko.

Dari Tahun 1950an
Secara global, Marimekko kini memiliki lebih dari 170 toko dan shop-in-shop, dengan lebih dari 90 di antaranya berada di Asia. Angka tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kawasan Asia dalam strategi internasional perusahaan Finlandia ini. Namun, angka bukan satu-satunya cerita. Yang lebih menarik adalah bagaimana sebuah tradisi desain yang lahir dari kain cetak pada era 1950-an terus menemukan konteks baru di kota-kota yang berbeda, termasuk Jakarta yang bergerak cepat, eklektik, dan semakin visual.

Seni Printmaking Marimekko
Dengan kehadiran empat shop-in-shop tersebut, Marimekko tidak sekadar membuka pintu retail baru. Ia membawa sebuah filosofi desain: hidup boleh penuh warna, personal, dan sedikit playful. Dari Helsinki menuju Jakarta dan Bali, seni printmaking Marimekko kini mendapatkan panggung baru untuk berbicara kepada generasi konsumen Indonesia yang melihat fashion, interior, dan objek sehari-hari sebagai bagian dari satu bahasa gaya hidup.

