Kesuksesan monogram Fendi, Givency, Goyard, dan Louis Vuitton mendulang rejeki di peta luxury goods tentu membuat jenama-jenama lain ikut berpikir keras menciptakan monogram yang juga bisa melekat dihati konsumen, sekaligus …
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean adalah seorang penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku dan juga seorang jurnalis Mode dan Seni. Ia sudah meliput London Milan Paris Fashion Week sejak tahun 2000. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa Isntitut Seni Indonesia Yogyakarta, Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kemudian memulai karir jurnalistik di majalah Femina tahun 1996, lalu berturut-turut menapak naik ke media-media terkemuka nasional seperti majalah Harper’s Bazaar Indonesia, majalah Dewi, majalah SOAP, Harian Media Indonesia, dan majalah Estetika. Dengan segenap perjalanan karirnya, kini ia menjadi Co-Founder dan Editorial Director LUXINA.
Di antara sibuk-sibuk kalangan fashion memikirkan sustainability dan eco-fashion, Loewe tampil beda, Loewe melakukan usaha yang sangat mengesankan, mereka melihat ada yang juga perlu dimarakkan kembali, yaitu media cetak. Untuk …
Dari sekian banyak ide-ide desain pakaian yang satu set dengan maskernya, rasanya yang paling tampak pas dan sesuai dengan citra rancangan yang telah dibangun hanyalah desain karya Rick Owens. Mungkin …
Salah satu yang ditunggu-tunggu di Paris Fashion Week kali ini adalah debut Gabriela Hearst untuk rumah mode Chloé koleksi fall 2021. Chloé baru mengumumkan posisi Gabriela sebagai direktur kreatif menggantikan …
Seorang penunggang dan kudanya sedang melompat dengan jangkauan terpanjang dari rentang lompatan kaki kuda, visual ini adalah logo dari jenama Longchamp, mengekspresikan sikap yang dinamis dan seni dalam menjalani kehidupan. …
Walau sangat tenar di Amerika, Philipp Plein adalah jenama fashion yang berasal dari Swiss, tepatnya di Lugano (bagian Swiss yang berbahasa Italia, dan dekat dengan kota Milan). Plein menebarkan koleksi …

