Dulu ketika novelis Fira Basuki melahirkan buku berjudul Jendela-Jendela, kita diberikan potret bagaimana seorang wanita menceritakan kehidupan rumah tangga dan cintanya dari gedung apartemen di Singapura, semua pembacanya merasakan apa …
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean
Syahmedi Dean adalah seorang penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku dan juga seorang jurnalis Mode dan Seni. Ia sudah meliput London Milan Paris Fashion Week sejak tahun 2000. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa Isntitut Seni Indonesia Yogyakarta, Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kemudian memulai karir jurnalistik di majalah Femina tahun 1996, lalu berturut-turut menapak naik ke media-media terkemuka nasional seperti majalah Harper’s Bazaar Indonesia, majalah Dewi, majalah SOAP, Harian Media Indonesia, dan majalah Estetika. Dengan segenap perjalanan karirnya, kini ia menjadi Co-Founder dan Editorial Director LUXINA.
Salah satu jenis pakaian yang tergolong sangat diminati selama masa pandemi ini adalah loungewear, pakaian ini memang diciptakan untuk nyaman dan lembut, cocok untuk leyeh-leyeh living at home in style. …
Bagaimana berpakaian versi Raf Simons di masa-masa ‘tak menentu’ seperti saat ini? Hindari sensuality, bungkus tubuh dengan modest, mainkan ilmu styling dengan berpakaian berlapis, layer demi layer. Pakai blazer-blazer besar …
Dari New York, Michael Kors mengirimkan kehangatan, kebersahajaan fashion, terlihat ramah dan optimis, berkultur metropolitan. “Walau dalam saat-saat yang paling gelap sekali pun, saya tetap seorang yang optimis,” ujar Kors …
Dari sekian banyak wastra Indonesia, tenun sutra alam Garut termasuk yang melesat dan digemari banyak wanita tanpa banyak gembar-gembor. Tenun ini memiliki pilihan warna yang variatif dan tekstur tenunannya yang …
Bagaimana membuat mood borjuis menjadi realistis agar sesuai dengan keadaan dunia saat ini? Jawabannya ternyata tidak sulit-sulit amat, apalagi jika dilakukan oleh jenama Celine yang selama ini memang piawai memegang …

