Bagaimana merangkum perjalanan karir fashion di dalam satu koleksi rancangan? Bagaimana memutuskan temanya agar tidak random dan mudah dimengerti? Mari kita lihat bagaimana Billy Tjong dan perjalanan kreatifnya selama 25 tahun yang ia rangkum melalui satu kata warna: fuchsia. Pilihan yang ringkas dan modern. Koleksi ini ia tampilkan perhelatan JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta. Billy mempersembahkan FUCHSIA – A Journey of Growth, sebuah koleksi yang tidak sekadar berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana kenangan mampu bertumbuh menjadi filosofi hidup.

Dari Mana Datang Fuchsia?
Kenangan itu bermula ketika Billy masih berusia sekitar sepuluh tahun. Ia membantu menjaga toko kosmetik milik keluarganya, tempat sebuah kemasan berwarna fuchsia terus menarik pandangannya di antara deretan produk lain. Saat itu ia belum mengenal dunia mode, tetapi warna tersebut diam-diam menetap dalam memorinya. Bertahun-tahun kemudian, ia menyadari bahwa inspirasi terbesar sering kali lahir dari pengalaman yang tampak sederhana. “Kadang inspirasi terbesar datang dari hal yang paling sederhana. Kita tidak pernah tahu kenangan mana yang akan menemani kita seumur hidup,” ungkap Billy, menjelaskan bagaimana sebuah warna mampu menjadi benang merah yang menghubungkan masa kecil dengan perjalanan profesionalnya.

Billy Tjong Fashion Lab
Koleksi ini juga menjadi catatan penting mengenai transformasi hidup Billy di luar dunia desain. Ketika pandemi memperlambat laju industri mode, ia tidak berhenti berkarya. Sebaliknya, ia memilih membuka ruang baru melalui Billy Tjong Fashion Lab, tempat ia membagikan pengalaman kepada generasi muda. Mengajar, baginya, bukanlah jeda dari kreativitas, melainkan bentuk kontribusi yang berbeda. Dari sinilah A Journey of Growth memperoleh makna yang lebih luas: bertumbuh bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang memberi kesempatan kepada orang lain untuk berkembang.

28 Look, 1 Warna
Semangat regenerasi itu diterjemahkan secara nyata di atas runway. Dari total 28 tampilan yang diperagakan, sebanyak 12 rancangan merupakan karya para siswa Billy Tjong Fashion Lab. Mereka tidak diposisikan sebagai pelengkap, melainkan hadir berdampingan dengan karya sang mentor dalam satu narasi yang utuh. Sebuah pendekatan yang memperlihatkan bahwa masa depan mode Indonesia dibangun melalui dialog antargenerasi, bukan sekadar estafet nama besar.

Keterbukaan pada prespektif baru
Gagasan kolaboratif tersebut diperluas melalui sebuah sayembara desain di platform Threads. Salah satu rancangan dalam koleksi ini lahir dari ide yang dikirimkan oleh komunitas, kemudian dikembangkan bersama Billy hingga menjadi busana yang tampil di panggung JF3. Langkah ini memperlihatkan keterbukaan seorang desainer senior terhadap perspektif baru, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas tidak lagi tumbuh secara eksklusif, melainkan melalui percakapan yang terus berlangsung.

Eksplorasi dan Gravitasi
Secara visual, fuchsia menjadi pusat gravitasi koleksi dengan eksplorasi berbagai gradasi merah yang mempertegas karakter hangat sekaligus percaya diri. Siluet fit-and-flare tampil dominan, berpadu dengan konstruksi corset yang selama ini menjadi salah satu identitas desain Billy Tjong. Pilihan material seperti jacquard, organza, tulle organza berlapis sentuhan DTF metalik, lace, hingga tulle menghadirkan permainan volume yang kaya. Detail bunga tiga dimensi, beading embroidery, serta teknik draping pada dartless bustier membentuk tekstur yang memberikan dimensi artistik tanpa kehilangan kelembutan feminin.

Kebaya Rajut
Salah satu rancangan yang paling menarik perhatian adalah interpretasi modern atas kebaya. Setelan tersebut memadukan kain yang dililit dan menjuntai hingga pertengahan betis dengan kebaya berbahan rajut yang tampil ringan sekaligus kontemporer. Sebuah korset berstruktur kokoh muncul dari bagian atas, menciptakan kontras yang elegan antara kelembutan tekstil rajut dan kekuatan konstruksi. Penampilan ini menjadi salah satu perwujudan paling berani dalam koleksi, sekaligus menunjukkan kemampuan Billy membaca kembali warisan busana Indonesia melalui pendekatan yang segar.

Kebaya untuk Ibu
Billy mempersembahkan rancangan kebaya rajut tersebut khusus bagi sang ibu yang kini mendekati usia satu abad. Sosok yang hadir menyaksikan peragaan tersebut bukan hanya seorang ibu, melainkan penjahit kebaya sekaligus pendidik yang pertama kali mengenalkan arti ketekunan, kesabaran, disiplin, dan pentingnya berbagi ilmu. Kebaya dengan siluet yang tenang itu terasa seperti surat cinta yang dijahit dalam bentuk busana—sebuah penghormatan kepada akar keluarga yang membentuk perjalanan kreatifnya sejak awal.

FUCHSIA – A Journey of Growth
Didukung penuh oleh Dpalais Moda, Bandung, sebagai mitra penyedia material utama, FUCHSIA – A Journey of Growth akhirnya tampil sebagai lebih dari sekadar koleksi mode. Ia menjadi refleksi seperempat abad perjalanan Billy Tjong, penghormatan kepada keluarga, apresiasi bagi murid-muridnya, sekaligus penegasan bahwa kreativitas akan terus bertumbuh ketika dibangun di atas keberanian untuk berbagi. Dalam waktu dekat, kisah tersebut akan berlanjut melalui peluncuran sebuah buku yang merangkum filosofi, pengalaman, dan pelajaran selama 25 tahun berkarya—mengajak publik memahami bahwa setiap perjalanan besar selalu berawal dari kenangan yang paling sederhana.











