Bukan masalah mengkotak-kotakkan gender, tetapi berdasarkan perjalanan fashion di Indonesia, kita bisa temukan bahwa ketika desainer wanita menciptakan kebaya, hasilnya selalu lembut anggun, halus, dan cantik. Karya desainer pria maupun wanita, tentu memiliki nilai seni yang luar biasa tingginya. Namun kebaya buatan desainer wanita kerap memancarkan aura inner grace, kelembutan, dan elegansi yang intim, kebaya buatan desainer pria sering kali unggul dalam presisi struktur, drama siluet, serta keberanian eksplorasi sensualitas yang memukau.

Kesadaran Tubuh dan Inner Grace
Perspektif ini lahir bukan karena perbedaan tingkat keterampilan, melainkan karena sudut pandang dan sensibilitas yang mendasari proses kreatifnya. Desainer wanita merancang kebaya dengan kesadaran tubuh (body awareness) yang dialaminya sendiri secara langsung, empirical. Hal yang tidak terbantahkan. Seperti desainer Jessie Gunawan yang baru saja meluncurkan satu koleksi berbasis ide Kebaya yang ia beri judul: NISKALA. Dalam bahasa Bali, Niskala merujuk pada sesuatu yang tidak kasatmata, ruang spiritual dan batin yang memberi kedalaman pada sesuatu yang tampak.

Niskala untuk Nusa Heritage
Koleksi NISKALA terasa memancarkan aura yang sopan bersahaja. Kemewahan pun ‘bersinar’ tanpa kilau yang intimidatif. Semua unsur beads, lace, renda, diatur dengan kinerja tangan yang halus dan diselesaikan dengan perfect finishing yang flawless. Embellishment dan beading disematkan dalam gradasi ukuran dan ditempatkan mengikuti kontur anatomi, menciptakan efek seolah ornamen tumbuh secara natural di lekuk tubuh. Dedaunan, rantai bunga, dan taburan beads memasir, tampil secara sophisticated, sementara pantulan cahaya dari mereka memberikan dimensi pada setiap gerak. Hasilnya adalah kemewahan yang low-key, tenang; dan berkilau. Lalu ada beberapa rancangan yang berornamentasi art nouveau dari motif dan susunan brocade.


Tiga Lini dari Kebaya
Bahan Velvet, brocade, embroiderry, dan taffeta dipilih untuk menciptakan spektrum karakter yang membuat setiap look memiliki atmosfer power berbeda. Setiap bersiluet lengan sangat slim bagai kulit kedua, plus ada satu yang bersiluet bell sleeve. Lewat NISKALA ini, Jessie membawa kebaya ke wilayah yang lebih universal. Lalu dikembangkan ke dalam tiga kategori, lini: ready-to-wear sebagai koleksi RTW pertama Jessie Gunawan, lalu kebaya wedding, serta yang perlu digaris bawahi adalah lini couture series yang mengeksplorasi konstruksi, dan detail kebaya dalam bahasa yang lebih kontemporer.

Kilau bersama Rinaldy A. Yunardi
Kultur couture semakin kuat karena segala akseori yang dipilih Jessie berasal dari kreasi desainer aksesori Rinaldiy A. Yunardi. Mereka mempertemukan kekuatan visi yang sama: membawa kebaya relevan dengan jaman namun tetap bersahaja. Kuku-kuku elegan para model, dibuat oleh SCULPTERA @sculptera.studio . Kecantikan wajah anggun mereka dipoles oleh Makeup Director: Vidi Daniel bersama Make Over. Bidikan yang mengabadikan pose para model adalah: Venema Pictures @venemapictures . NISKALA melihat kembali kebaya dengan mata yang lebih humble, sebagai rancangan yang mampu bersahabat kepada sesama perempuan di mana pun.

















