Home LifestyleArt & CultureKetika Awan Menjadi Berwarna – Pameran Tunggal Prabu Perdana “Lanskap di Antara Dua Latar” (13 September – 13 Oktober 2025) Vice & Virtue Gallery Jakarta

Ketika Awan Menjadi Berwarna – Pameran Tunggal Prabu Perdana “Lanskap di Antara Dua Latar” (13 September – 13 Oktober 2025) Vice & Virtue Gallery Jakarta

by Syahmedi Dean
0 comments
Bagikan

Prabu Perdana, seniman asal Bandung yang dikenal lewat obsesinya pada lanskap, kembali meneguhkan jejak artistiknya lewat pameran tunggal bertajuk “Lanskap di antara Dua Latar”. Karya-karyanya tidak hanya menghadirkan panorama visual, tetapi juga membuka ruang refleksi yang mempertemukan realitas dan imajinasi. Sejak menorehkan prestasi dengan UOB Painting of the Year 2020 melalui karya “Isolated Garden”, nama Prabu kian menguat di kancah seni rupa, baik di Indonesia maupun internasional.

A Stalk of Moon Orchid – 100 x 100 cm – 2025

Babak Baru Awan Berwarna

Pameran ini terlihat seperti babak baru dalam eksplorasi lanskap Prabu. Sapuan kuasnya kini lebih berwarna, awan bisa berwarna pink hingga biru, menaungi dialektika visual antara gedung-gedung dan panorama urban sebagai latar belakang, dengan tetumbuhan—bunga, ranting, dedaunan—yang mendominasi ruang depan kanvas. Kontras itu tidak berhenti sebagai permainan estetik semata, melainkan cermin pergulatan manusia modern: kota yang nyata namun penuh dilema, berhadapan dengan alam yang hadir sebagai kerinduan.

Nature Infrastructure – aoc – 76 x 106 cm, 2025

Dukungan UOB Indonesia

UOB Indonesia kembali hadir sebagai pendukung perjalanan kreatif Prabu Perdana. Maya Rizano, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, menegaskan bahwa dukungan terhadap seni rupa merupakan komitmen jangka panjang. “Sejak 2011, kami konsisten mendukung lebih dari 750 seniman Indonesia, termasuk enam peraih UOB Southeast Asian Painting of the Year. Dukungan terhadap pameran Prabu Perdana memperkaya ekosistem seni rupa dan menginspirasi generasi baru untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Momen pembukaan pameran di Vice and Virtue Art Gallerie

Jembatan Masyarakat Urban dan Kerinduan Pada Alam

Di sisi lain, kurator Danuh Tyas Pradipta membaca karya Prabu sebagai jembatan antara keseharian urban dan kerinduan manusia terhadap alam. Menurutnya, pameran ini bukan sekadar menunjukkan kekuatan visual, melainkan ruang refleksi yang relevan bagi masyarakat kota. Vice & Virtue Gallery, sebagai tuan rumah pameran, menegaskan kebanggaan mereka dalam menghadirkan karya Prabu kepada publik yang lebih luas.

Suspense In A Sky – 15 x 15 cm – aoc – 2025

Lanskap Di Antara Dua Latar

Pameran “Lanskap di Antara Dua Latar” dibuka untuk umum di Vice and Virtue Gallery mulai 13 September hingga 13 Oktober 2025. Selama sebulan penuh, audiens diajak menelusuri bentangan lanskap yang tidak hanya menghadirkan estetika visual, tetapi juga gagasan tentang relasi manusia dengan modernitas dan alam. Dengan komposisi yang tegas dan warna yang kaya, Prabu mengajak penonton untuk menimbang ulang keseimbangan hidup di tengah arus kota yang terus berlari.

The Animals – 100 x 100 cm, aoc – 2025

Bahasa Lanskap di Vice & Virtue Gallerie Jakarta

Melalui karya ini, Prabu Perdana kembali memperlihatkan konsistensinya dalam menjadikan lanskap sebagai bahasa utama. Lanskap baginya bukan sekadar panorama, melainkan ruang lega di mana cerita, realitas, dan imajinasi berpadu. Ia mengukuhkan dirinya sebagai salah satu seniman kontemporer Indonesia yang tak sekadar menghadirkan keindahan, melainkan juga pertanyaan reflektif tentang siapa kita di tengah bentang modernitas.

1Sun is Up, Sky is Blue – aoc – 99 x 176 cm, 2025

Bagikan

You may also like

UA-98339383-1