Art & Bali 2025 akhirnya resmi dibuka di Nuanu Creative City, menandai debut pameran seni internasional pertama di Bali. Selama tiga hari, lebih dari 17 galeri, 150 seniman, dan 50 program mengubah Bali menjadi episentrum percakapan seni kontemporer Asia Tenggara. Dengan tema “Bridging Dichotomies”, pameran ini mempertemukan tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta kreativitas manusia dan kecerdasan buatan—sebuah narasi yang sejalan dengan jiwa Bali sebagai tanah budaya.

Trokomod Heri Dono: Ikon Baru Bali
Sorotan utama jatuh pada Trokomod karya Heri Dono, patung monumental setinggi 7,5 meter yang memadukan Trojan Horse dengan komodo. Karya yang pernah dipamerkan di Venice Biennale 2015 ini kini hadir di Bali, membawa simbol suara Indonesia ke kancah global. Kehadirannya diperkuat dengan pertunjukan site-specific dari Kitapoleng, yang menegaskan interaksi seni, ruang, dan masyarakat.

THK Tower: Seni Interaktif Masa Depan
Selain itu, peluncuran fase kedua THK Tower karya Arthur Mamou-Mani bersama seniman Bali Chiko Wirahadi mencuri perhatian. Instalasi raksasa berbahan material daur ulang ini memungkinkan pengunjung memproyeksikan harapan dan emosi ke dalam struktur, menjadikannya sebagai “perpustakaan suara” permanen. Kehadiran kolaborator internasional seperti Maksim Ha dan Slava Ha menegaskan bahwa Bali kini menjadi laboratorium seni interaktif kelas dunia.


Galeri Internasional dan Program Eksperiensial
Dari Santrian Art Gallery, Asia Pacific Print Club, hingga Feb Gallery Tokyo, Art & Bali menghadirkan spektrum seniman dari Indonesia, Jepang, Korea, Singapura hingga Spanyol. Selain pameran, pengunjung juga disuguhi program eksperiensial: pertunjukan Mei Tamazawa di Labyrinth Dome, Bumi Bajra di malam pembukaan, hingga After Dark Series oleh Graung, Kadapat, dan Bali Motion Club. Nuansa global berpadu erat dengan lanskap lokal Bali.

The Art Collector’s Pass: Seni Sebagai Gaya Hidup
Nuanu Real Estate menghadirkan inovasi unik melalui The Art Collector’s Pass. Pemilik rumah mendapatkan kredit seni USD 2.000, pendampingan kuratorial, hingga akses VIP ke acara budaya. Lebih dari sekadar pameran, Art & Bali 2025 mendorong seni sebagai bagian integral dari gaya hidup, memperluas makna koleksi menjadi pengalaman yang hidup dan berkelanjutan.

Bali, Ruang Dialog Dunia
Art & Bali 2025 bukan hanya festival seni, melainkan pernyataan bahwa Bali siap menjadi pusat percakapan budaya global. Dengan komitmen pada keberlanjutan, inovasi, dan penghormatan pada tradisi, pameran ini mengukuhkan Bali sebagai ruang di mana seni bukan sekadar tontonan, tetapi jembatan untuk menghubungkan manusia, komunitas, dan masa depan.




