W Bali – Seminyak memperkenalkan Alunê, sebuah beachfront destination baru yang menjadikan laut, cahaya matahari, dan ritme sunset sebagai bagian dari pengalaman ruang. Dari desain hingga dining, semuanya bergerak mengikuti suasana pantai.
Seminyak punya satu ritual yang nyaris tidak pernah gagal: menunggu matahari turun ke laut. Kini, W Bali – Seminyak memberikan sebuah ruang baru untuk menikmati momen tersebut melalui Alunê, destinasi beachfront yang mengambil alih lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai Woobar.
Alunê tidak sekadar hadir sebagai beach club baru. Konsepnya dibangun dengan gagasan bahwa sunset bukan hanya pemandangan yang dinikmati dari kejauhan, tetapi sesuatu yang bisa diterjemahkan ke dalam desain, warna, material, makanan, minuman, hingga atmosfer sebuah tempat. Nama Alunê sendiri mengambil inspirasi dari kata Indonesia alunan, yang menggambarkan gerakan ombak dan alunan suara, dipadukan dengan lune, bahasa Prancis untuk bulan. Gagasan tentang gerak dan ritme tersebut kemudian menjadi benang merah dari keseluruhan pengalaman di tempat ini.
Sunset sebagai bagian dari interior

Salah satu hal yang menarik dari Alunê adalah bagaimana posisi geografis Seminyak diterjemahkan menjadi konsep desain. Karena menghadap barat daya, area ini mendapatkan pemandangan matahari yang turun langsung ke laut setiap sore.
Studio desain WELD kemudian menjadikan fenomena tersebut sebagai bagian dari arsitektur interior. Warna sunset, gerakan air dan perubahan cahaya tidak ditempatkan sekadar sebagai latar, tetapi diterjemahkan ke dalam material dan palet ruang.
Ini terlihat jelas pada area bar. Dinding di belakang counter menggunakan mosaic tile yang dipotong secara manual dan panel kaca berwarna oranye yang diberi pencahayaan dari belakang. Ketika matahari mulai turun, permukaannya ikut berubah menjadi permainan warna amber dan gold.
Counter bar sendiri dibuat dari kayu yang diukir dan dicat dengan tangan, dengan bentuk yang menyerupai gerakan gelombang. Warna biru laut dan burnt orange kemudian bertemu dengan Rosso Alicante marble, green quartzite dan grey teakwood. Bahkan kursi bar dibuat dengan bahasa bentuk yang sama, seolah seluruh ruang mengikuti satu gerakan yang mengalir.
Hasilnya adalah ruang yang terasa cukup kuat secara visual, tetapi tetap terhubung dengan karakter pantai di depannya.
Dari siang menuju ritual sunset

Pengalaman di Alunê tidak berhenti pada desain. Menu makanannya juga mencoba memberikan pendekatan yang lebih serius dibandingkan beach club fare pada umumnya.
Ada Lobster Roll dengan spring onion dan ikura, sementara Catch of the Day Sashimi menggunakan ikan lokal yang paling segar hari itu, disajikan dengan ponzu, chili oil dan lime. Untuk pilihan yang lebih ringan, tersedia Signature Frozen Bowls seperti Blue Tide, Golden Hour, Green Garden, Purple Power dan Ruby Bloom, masing-masing menggunakan kombinasi buah dan superfood yang berbeda.
Namun waktu terbaik untuk melihat karakter Alunê mungkin justru datang ketika sore mulai bergeser menuju malam. Menjelang sunset, tempat ini memasuki Sunset Ritual, sebuah rangkaian golden hour yang menggabungkan cocktail dan live sound, mengikuti waktu matahari tenggelam di sisi barat daya Seminyak. PRESS RELEASE – Introducing Alu…
Pilihan cocktail-nya pun dibuat dengan karakter yang cukup khas. Salah satunya Ivory Tide, kombinasi vodka, almond milk cordial, orgeat, elderflower dan cream dengan karakter creamy dan nutty. Ada pula Solaris Spritz dan Soft Current. Untuk mereka yang memilih minuman tanpa alkohol, tersedia enam wellness mocktails yang masing-masing dibangun berdasarkan mood seperti Calm, Balance, Vitality, Ease, Immunity dan Glow.

Sebuah tempat untuk memilih mood
Alunê juga menawarkan beberapa lapisan pengalaman. Area sosial terbuka berada lebih dekat dengan air, sementara mereka yang mencari suasana lebih privat dapat memilih cabana. Yang paling menonjol adalah private pool cabanas dengan jacuzzi dan pemandangan langsung ke Samudra Hindia.
Pilihan ini membuat Alunê terasa seperti tempat yang bisa berubah mengikuti agenda pengunjung: datang untuk makan siang, menghabiskan sore di tepi kolam, menikmati cocktail ketika matahari mulai turun, lalu membiarkan malam berjalan bersama musik. Konsep tersebut semakin diperluas dengan hadirnya Club Lacoste, yang membawa fasilitas padel dan elemen wellness ke area W Bali – Seminyak. Kombinasinya cukup menarik: aktivitas olahraga di sore hari, kemudian berpindah ke cocktail dan sunset tanpa harus meninggalkan kawasan beachfront yang sama.
Alunê terasa seperti sebuah interpretasi baru terhadap apa yang selama ini menjadi daya tarik utama Seminyak. Bukan hanya tentang berada di tepi pantai, tetapi tentang bagaimana cahaya, suara, makanan, desain dan suasana bergerak bersama sepanjang hari. Dan ketika matahari akhirnya jatuh ke laut, Alunê memang sudah menyiapkan ruangnya untuk momen tersebut—bukan sekadar sebagai pemandangan, tetapi sebagai bagian dari desain dan ritualnya.





