Ada alasan mengapa Tissot PRX memiliki daya tarik yang kuat. Siluet case yang tegas, gelang baja terintegrasi, serta permainan permukaan yang kontras membuatnya mudah dikenali tanpa harus bergantung pada detail yang berlebihan. Kini, Tissot memperluas karakter tersebut melalui PRX Quartz Chronograph, sebuah interpretasi yang menggabungkan bahasa desain PRX dengan fungsi pengukuran waktu yang lebih spesifik.
Berdiameter 41 mm, case stainless steel pada model ini mempertahankan proporsi geometris yang menjadi salah satu ciri utama PRX. Profilnya terlihat ramping dan terstruktur, sementara bezel serta permukaan case menghadirkan permainan pantulan antara bagian yang dipoles dan disikat. Dua pusher chronograph ditempatkan menyatu secara visual dengan profil case, sehingga tambahan fungsi tidak mengganggu kesinambungan desainnya.
Detail tersebut menjadi penting karena chronograph biasanya menghadirkan elemen tambahan pada tampilan jam, baik melalui pusher di sisi case maupun subdial pada permukaan dial. Pada PRX Quartz Chronograph, elemen-elemen itu ditempatkan sebagai bagian dari komposisi yang sudah terencana, bukan sekadar tambahan untuk menunjukkan kompleksitas teknis.
Tiga Counter dalam Komposisi Dial

Bagian paling menarik terlihat pada dial. Tissot menggunakan finishing vertical brushing yang menghasilkan garis-garis halus memanjang. Permukaan ini memberikan dimensi visual yang berbeda ketika terkena cahaya, sekaligus membuat dial terasa lebih bertekstur dibandingkan permukaan yang sepenuhnya rata.
Tiga counter chronograph dengan lingkaran konsentris membagi bidang dial menjadi beberapa elemen visual. Selain menunjukkan informasi waktu yang berkaitan dengan fungsi chronograph, bentuk melingkar tersebut menciptakan kontras terhadap garis-garis vertikal pada permukaan dial. Hasilnya adalah komposisi yang memiliki struktur, tetapi tetap mempertahankan keterbacaan.
Secara teknis, chronograph merupakan komplikasi yang memungkinkan pengguna mengukur durasi suatu aktivitas secara terpisah dari penunjuk waktu utama. Pada PRX Quartz Chronograph, fungsi ini dijalankan oleh mesin quartz chronograph. Perlu dibedakan bahwa quartz adalah jenis penggerak jam, sedangkan chronograph merupakan fungsi tambahan untuk pengukuran waktu. Keduanya bekerja bersama dalam satu arsitektur yang mengutamakan presisi dan kemudahan penggunaan.
Tampilan dial juga dilengkapi penunjuk tanggal pada posisi pukul empat. Penempatannya mengikuti susunan dial tanpa mendominasi tiga counter yang menjadi daya tarik utama. Sementara itu, jarum baton dan indeks berlapis Super-LumiNova membantu menjaga keterbacaan dalam kondisi pencahayaan yang berubah.
Tiga Warna, Tiga Karakter
Tissot menghadirkan PRX Quartz Chronograph dalam tiga pilihan dial: silver, black, dan blue. Perbedaannya bukan sekadar pilihan warna, sebab setiap versi membangun karakter visual yang berbeda melalui kombinasi warna dasar, indeks, dan finishing.
Dial silver dipadukan dengan indeks berwarna rose gold, memberikan kontras yang lebih hangat terhadap case stainless steel. Pilihan ini terasa lebih ringan secara visual, dengan detail warna yang menonjol tanpa mengubah karakter keseluruhan jam.
Versi black mengambil pendekatan yang lebih tegas. Indeks berwarna nikel memperkuat kontras terhadap latar gelap, sementara counter chronograph terlihat lebih terdefinisi. Karakternya cenderung teknis dan understated.
Sementara itu, dial blue menawarkan kedalaman visual yang berbeda. Finishing vertikalnya menangkap cahaya dengan cara yang berubah mengikuti pergerakan pergelangan tangan, membuat permukaan dial tidak terlihat statis. Warna biru juga memberikan kesinambungan dengan karakter PRX yang sporty dan kontemporer.
Ketiganya menggunakan konstruksi dasar yang sama, tetapi menghadirkan ekspresi desain yang berbeda. Pilihannya bergantung pada apakah pengguna lebih menyukai tampilan yang terang dan hangat, kontras yang kuat, atau permainan warna yang lebih dinamis.

Detail yang Mempertahankan Karakter PRX
Selain case stainless steel 41 mm, PRX Quartz Chronograph menggunakan kaca safir dan gelang logam terintegrasi. Gelang tersebut dilengkapi sistem Quick Release, yang memungkinkan penggantian gelang dilakukan dengan lebih praktis. Detail ini memberi fleksibilitas tambahan pada jam yang sejak awal dikenal melalui hubungan visual antara case dan gelangnya.
Tissot tidak mengubah identitas PRX secara drastis untuk menghadirkan fungsi chronograph. Sebaliknya, pendekatannya terletak pada penambahan kompleksitas dial dan pusher dengan tetap mempertahankan siluet yang sudah dikenal. Hasilnya adalah jam yang memiliki fungsi pengukuran waktu sekaligus komposisi visual yang lebih kaya.
PRX Quartz Chronograph memperlihatkan bahwa pengembangan desain sebuah koleksi tidak selalu membutuhkan perubahan bentuk yang radikal. Terkadang, karakter baru justru muncul dari cara sebuah fungsi ditempatkan, bagaimana permukaan memainkan cahaya, serta bagaimana setiap elemen teknis diatur agar tetap selaras dengan desain keseluruhan. Dalam model ini, chronograph bukan hanya tambahan fungsi. Ia menjadi bagian dari bahasa desain PRX itu sendiri.


