Home WatchesFranck Muller Long Island Evolution Master Jumper Skeleton, Mekanisme Yang Menjadi Bagian dari Desain

Franck Muller Long Island Evolution Master Jumper Skeleton, Mekanisme Yang Menjadi Bagian dari Desain

by Ion Akhmad
0 comments
Bagikan

Saat sebagian besar jam tangan menempatkan dial sebagai pusat perhatian, jam tangan skeleton justru mengajak kita melihat lebih jauh ke dalam mekanisme yang menggerakkan waktu. Franck Muller membawa pendekatan ini ke tingkat yang lebih kompleks melalui Long Island Evolution Master Jumper Skeleton, sebuah kreasi yang memperlihatkan bagaimana keahlian mekanis dapat menjadi bagian dari ekspresi desain.

Jam tangan ini menampilkan triple jumping complication pertama Franck Muller. Melalui lima cakram yang bekerja secara sinkron, jam, menit, dan tanggal berpindah secara instan pada saat yang telah ditentukan. Mekanisme tersebut menjadi semakin menarik karena seluruh prosesnya dapat diamati langsung dari bagian depan jam tangan, tanpa tertutup oleh dial konvensional.

Di balik tampilannya, terdapat tantangan teknis yang tidak sederhana. Ketiga indikasi harus melakukan lompatan secara bersamaan dengan presisi, termasuk ketika pergantian hari berlangsung. Untuk mengelola kebutuhan energi tersebut, Franck Muller mengembangkan arsitektur double barrel. Satu barrel menggerakkan mekanisme utama dan tanggal, sementara barrel lainnya didedikasikan untuk indikator jam dan menit. Pembagian ini membantu menjaga kestabilan tenaga sekaligus memastikan setiap indikasi bergerak secara konsisten.

Seluruh mekanisme tersebut digerakkan oleh movement in-house MVT FM 3100-L, sebuah movement manual winding yang terdiri dari 371 komponen. Dengan power reserve 30 jam, movement ini dirancang untuk menggerakkan ketiga indikasi jumping secara presisi. Kompleksitas konstruksinya juga terlihat melalui berbagai teknik finishing, mulai dari Côtes de Genève pada bridge hingga perlage pada mainplate.

Konstruksi skeleton pada Long Island Evolution Master Jumper Skeleton memperlihatkan bagaimana kompleksitas tersebut diterjemahkan menjadi komposisi visual. Lima cakram penunjuk waktu beserta roda-roda penggeraknya terlihat melalui sebuah bridge yang dirancang mengikuti proporsi memanjang movement. Setiap elemen memiliki fungsi mekanis sekaligus berperan dalam membentuk tampilan yang terstruktur.

Sebuah kristal safir tambahan pada bagian inner bezel turut menghadirkan dimensi visual yang berbeda. Bingkai untuk indikasi jam, menit, dan tanggal ditempatkan langsung pada kristal tersebut, menciptakan lapisan transparansi yang mempertegas kedalaman movement. Hasilnya adalah tampilan yang terasa lebih arsitektural, dengan mekanisme yang menjadi bagian utama dari keseluruhan desain.

Interpretasi terbaru Long Island Evolution Master Jumper Skeleton hadir melalui kombinasi titanium berlapis black PVD pada bagian luar dan rose gold pada bezel. Case berukuran 35,3 x 48,1 mm dengan ketebalan 12,5 mm ini mempertahankan karakter memanjang khas koleksi Long Island. Kontras kedua material memberikan karakter yang tegas, sekaligus memiliki fungsi teknis untuk meningkatkan perlindungan movement terhadap guncangan. Sapphire crystal display juga dapat dipasang tanpa sekrup pengikat yang terlihat, sehingga mempertahankan kesan terbuka dan seamless.

Lewat Long Island Evolution Master Jumper Skeleton, Franck Muller memperlihatkan bahwa skeletonisation bukan sekadar mengurangi material pada sebuah movement agar terlihat lebih terbuka. Proses ini menuntut setiap komponen tetap memiliki kekuatan dan fungsi, sekaligus membentuk komposisi visual yang harmonis.

Di sini, mekanisme tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya bekerja di balik dial. Ia menjadi bagian dari pengalaman melihat waktu, memperlihatkan bagaimana presisi, konstruksi, dan desain dapat bertemu dalam satu kreasi haute horlogerie.


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1