Di tengah gemerlap Marina Bay Sands yang menjadi ikon modern Singapura, terdapat sebuah destinasi kuliner yang telah lama menjadi magnet bagi para pencinta steak premium dari berbagai penjuru dunia. Namanya CUT by Wolfgang Puck. Berlokasi di Basement 1 The Shoppes at Marina Bay Sands, restoran ini bukan sekadar steakhouse biasa, melainkan sebuah pengalaman gastronomi yang memadukan teknik kuliner kelas dunia, bahan baku terbaik, dan pelayanan yang nyaris sempurna.

Malam itu, saya berkesempatan menikmati pengalaman makan malam di restoran yang telah mempertahankan satu bintang Michelin sejak 2016 dan dikenal sebagai satu-satunya steakhouse berbintang Michelin di Singapura. Sejak melangkahkan kaki ke dalam restoran, jelas terlihat mengapa CUT menjadi salah satu destinasi kuliner paling prestisius di Asia.
Dari Beverly Hills ke Marina Bay Sands
CUT merupakan kreasi chef selebritas dunia Wolfgang Puck, sosok legendaris yang telah membangun lebih dari 50 restoran dan konsep kuliner di berbagai negara. Kariernya dimulai sejak usia muda di Prancis sebelum akhirnya meraih kesuksesan besar di Amerika Serikat melalui restoran ikonik Spago. Namanya kemudian identik dengan standar kuliner tinggi yang menggabungkan kreativitas, teknik klasik, dan kualitas bahan baku tanpa kompromi.
CUT by Wolfgang Puck pertama kali hadir di Marina Bay Sands pada tahun 2010 dan menjadi ekspansi pertama Wolfgang Puck ke Asia. Sejak awal, konsep yang diusung adalah menghadirkan interpretasi modern terhadap steakhouse klasik Amerika dengan fokus pada potongan daging terbaik dari berbagai negara, koleksi lebih dari seribu label anggur, serta layanan fine dining yang elegan.

Restoran ini juga dikenal karena menghadirkan berbagai potongan daging premium yang sulit ditemukan di tempat lain, termasuk Hokkaido Snow Beef dari Jepang, Kagoshima Wagyu, hingga USDA Prime Corn-Fed Beef dari Illinois. Semua steak dipersiapkan dengan presisi tinggi, dipanggang menggunakan arang aromatik dan kayu apel sebelum disempurnakan di bawah pemanggang bersuhu sangat tinggi untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa maksimal.
Interior Elegan yang Menggabungkan Kemewahan dan Kehangatan
Setelah melewati pintu masuk restoran, atmosfer khas CUT by Wolfgang Puck langsung terasa. Dirancang oleh desainer interior ternama Tony Chi, ruangannya memadukan kemewahan modern dengan sentuhan kehangatan yang membuat tamu merasa nyaman sejak pertama kali tiba. Elemen desain yang elegan namun tidak berlebihan menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap yang ditawarkan restoran ini.
Dari pintu masuk, pengunjung disambut fasad panel perunggu setinggi empat meter yang menciptakan kesan dramatis. Setelah melewati area resepsionis, mata langsung tertuju pada display khusus yang menampilkan berbagai hasil laut premium dan potongan daging eksklusif yang menjadi kebanggaan restoran.

Area bar dengan countertop marmer dan bangku kulit Mario Bellini menghadirkan nuansa sophisticated yang cocok untuk menikmati koktail sebelum makan malam. Sementara itu, ruang makan utama terasa hangat dan intim, menjadikannya pilihan ideal untuk jamuan bisnis maupun makan malam romantis.
Membuka Malam dengan Hidangan Pembuka yang Segar dan Berkarakter
Sebelum hidangan pembuka tiba di meja, saya memulai malam dengan salah satu koktail signature CUT, yaitu Forbidden Kiss. Disajikan dengan presentasi yang elegan, koktail ini menawarkan keseimbangan rasa yang menarik antara manis, segar, dan sedikit kompleks. Karakternya yang ringan namun berlapis menjadikannya aperitif yang ideal untuk membuka pengalaman bersantap malam. Setiap tegukan menghadirkan kesegaran yang mempersiapkan lidah untuk menikmati rangkaian hidangan berikutnya, sekaligus melengkapi suasana sophisticated yang menjadi ciri khas CUT by Wolfgang Puck.

Menu malam itu menawarkan beragam pilihan starter yang menggoda. Beberapa di antaranya adalah Maryland Blue Crab Cake, Grilled Octopus, Big Eye Tuna Tartare, Prime Sirloin Steak Tartare, hingga Hokkaido Scallop Carpaccio.
Pilihan saya jatuh pada Hokkaido Scallop “Carpaccio”, Shaved Myoga, Wasabi-Kosho, Ponzu. Sajian ini menjadi pembuka yang sangat elegan. Irisan tipis scallop Hokkaido menghadirkan rasa manis alami yang khas, dengan tekstur lembut dan nyaris meleleh di mulut. Sentuhan ponzu memberikan keseimbangan asam yang menyegarkan, sementara wasabi-kosho menghadirkan sensasi pedas yang halus tanpa mendominasi rasa utama. Irisan myoga menambahkan aroma herbal yang ringan dan memperkaya keseluruhan pengalaman menikmati hidangan ini.

Salah satu starter lain yang juga menarik perhatian adalah Maryland Blue Crab Cake, Heirloom Tomato Relish, Basil Aioli. Kue kepiting ini menampilkan daging kepiting yang padat dan manis dengan lapisan luar yang renyah. Kehadiran heirloom tomato relish memberikan karakter segar dan sedikit asam, sementara basil aioli menghadirkan aroma herbal yang memperkaya setiap gigitan. Hidangan ini menunjukkan kemampuan dapur CUT dalam mengolah bahan laut premium dengan pendekatan yang sederhana namun efektif.
Porterhouse Signature yang Menjadi Bintang Utama
Sebagai steakhouse kelas dunia, perhatian utama tentu tertuju pada menu utama. Pilihan yang tersedia malam itu mencakup USDA Prime Filet Mignon 170 gram, New York Sirloin 340 gram, Rib Eye Steak 400 gram, hingga Porterhouse 1 kilogram yang disajikan untuk dua orang. Bagi tamu yang tidak mengonsumsi daging merah, tersedia pula Baby Chicken Cooked On Rotisserie maupun Sautéed Dover Sole “Meunière”.
USDA Prime Filet Mignon menjadi salah satu pilihan yang paling menarik berkat penggunaan daging sapi corn-fed dari Illinois yang telah melalui proses aging selama 21 hari dan disajikan dengan saus Béarnaise. Namun malam itu, saya memilih menu yang menjadi salah satu signature CUT, yakni Porterhouse 1kg (For Two), Steak Sauce & Béarnaise.


Saat disajikan di meja, ukurannya langsung mencuri perhatian. Potongan besar Porterhouse ini menawarkan dua pengalaman berbeda dalam satu sajian, yaitu bagian striploin yang kaya rasa dan bagian tenderloin yang sangat lembut. Tingkat kematangan yang presisi menghasilkan bagian luar yang karamelisasi sempurna, sementara bagian dalam tetap juicy dan penuh rasa.
Steak sauce khas CUT memberikan sentuhan gurih yang memperkuat karakter daging tanpa menutupi cita rasa alaminya. Sementara saus Béarnaise menghadirkan kelembutan dan aroma herbal yang melengkapi setiap irisan. Tidak mengherankan jika hidangan ini menjadi salah satu menu favorit para tamu yang datang ke restoran ini.


Bagi mereka yang menghindari daging merah, pilihan seperti Baby Chicken Cooked On Rotisserie, Wild Field Mushrooms, Natural Jus menawarkan ayam dengan tekstur lembut dan juicy yang dipanggang perlahan hingga sempurna. Sementara itu, Sautéed Dover Sole “Meunière” menghadirkan alternatif seafood premium dengan sentuhan preserved lemon dan parsley yang ringan namun elegan.
Sides dan Penutup yang Menyempurnakan Pengalaman
Steak di CUT tidak pernah berdiri sendiri. Berbagai side dishes dirancang untuk melengkapi hidangan utama dan disajikan untuk dinikmati bersama.
Malam itu, meja kami dipenuhi tiga pilihan side yang berbeda. Peewee Potatoes “Patatas Bravas” dengan Garlic Aioli menawarkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Sautéed Broccolini dengan Sun Dried Tomatoes dan Chili menghadirkan keseimbangan rasa segar, gurih, dan sedikit pedas. Sementara Wild Field Mushrooms dengan Shishito Peppers menjadi pendamping ideal yang memperkuat karakter umami dari steak premium yang disajikan.
Sebagai penutup, saya memilih “Basque Style” Cheesecake, Farmer’s Market Raspberry, Raspberry Coulis. Berbeda dengan cheesecake klasik yang padat, versi Basque ini memiliki tekstur lebih ringan dengan bagian luar yang sedikit karamelisasi. Rasa creamy yang kaya berpadu sempurna dengan kesegaran raspberry dan raspberry coulis yang memberikan sentuhan asam menyenangkan di akhir santapan.

Momen tersebut menjadi penutup yang tepat untuk sebuah makan malam yang sejak awal hingga akhir menunjukkan perhatian terhadap detail, kualitas bahan baku, dan teknik memasak tingkat tinggi.
CUT by Wolfgang Puck bukan hanya destinasi bagi pencinta steak. Restoran ini merupakan representasi dari bagaimana sebuah pengalaman fine dining seharusnya hadir, mulai dari desain ruang yang elegan, pelayanan yang profesional, hingga hidangan yang dirancang dengan standar tertinggi. Di tengah kompetisi kuliner Singapura yang begitu ketat, tidak sulit memahami mengapa restoran ini terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu restoran terbaik di negara tersebut dan menjadi tujuan wajib bagi para penikmat gastronomi yang berkunjung ke Marina Bay Sands.

