Kemudahan hidup, kemudahan berpenampilan, dengan hasil yang sophisticated, sedikit sensual, tetapi sama sekali tidak membutuhkan kerumitan dan kehebohan ketika memakainya, bisa ditemukan di dalam koleksi SEBASTIANred 2026/2027, berjudul LA GARÇONNE, yang ditampilkan di The Langham Fashion Soirée 2026. Terinspirasi novel La Garçonne (1922) karya Victor Margueritte, koleksi ini berangkat dari kisah seorang perempuan yang memilih meninggalkan masa lalu setelah dikhianati tunangannya dan kemudian membangun kehidupan baru dengan kebebasan serta kemandirian.

Nikmati Tubuh dengan Ringan
Novel tersebut menjadi simbol perempuan modern era 1920-an yang berani mendobrak keadaan, meninggalkan korset dan busana yang membatasi, sekaligus memperkenalkan sentuhan maskulin ke dalam lemari pakaian perempuan. SEBASTIANred menyerap semangat tersebut ke era kini, ketika kebebasan perempuan bisa terasa dari cara ia berjalan, duduk, bergerak, dan menikmati tubuhnya sendiri dengan ringan.

Siluet Seringan Angin
LA GARÇONNE tidak tampil sebagai nostalgia 1920-an yang literal, yang diserap adalah spirit-nya, kemudian mengolahnya menjadi modern luxury yang ringan. Siluet-siluetnya terasa seperti bergerak mengikuti angin, floor-sweeping dress, tiered gown, hingga loose halter dress yang membiarkan tubuh bernapas lega. Fabric dibiarkan jatuh dan mengalir, menciptakan volume yang lembut tanpa membutuhkan konstruksi berat. Ada sesuatu yang riang dalam cara busana-busana ini bergerak, mereka romantis, sensual, tetapi tidak ada kesan didesain dengan usaha tingkat tinggi, semua tampak easy.

Tailoring vs. Fluidity
Walau begitu, ada sisi maskulin yang juga hadir melalui jaket boyish berpotongan asimetris, serta beberapa rancangan yang bergaris bahu tegas. Kontras antara tailoring dan fluidity membuat LA GARÇONNE terasa hidup. Inspirasi Louise Brooks dan Clara Bow, dua ikon silent film yang merepresentasikan perempuan berani, anggun, dan percaya diri, semakin mempertegas gagasan bahwa feminin dan maskulin bukan dua kutub yang harus dipisahkan. Keduanya dapat bernegosiasi dengan dinamis dalam satu penampilan.

Visual SEBASTIANred
Permainan klasik dan modern, hitam dan putih, dan aksen merah yang hadir seperti percikan keberanian, membuat rangkaian koleksi ini juga dipikirkan secara lentur dan ringan. Detail bordir, lace, payet, tekstur, dan layering disematkan dengan low-key, menciptakan kedalaman visual sambil menjaga kesan ringan pada gaun. Ada kemewahan yang terasa effortless di sini, jenis kemewahan yang tidak membutuhkan logo besar atau konstruksi berlebihan untuk meminta perhatian. Permainan volume dan layering menciptakan keseimbangan antara struktur dan gerak.

LA GARÇONNE dan aksesorinya
Peragaan busana LA GARÇONNE semakin lengkap melalui kolaborasi dengan Le Ciel, yang menghadirkan rangkaian aksesori khusus berupa anting, kalung, hingga tas beads. Detail-detail tersebut memberi sentuhan akhir yang feminin sekaligus playful, seperti perhiasan yang dipilih seorang perempuan sebelum keluar menikmati malam kota. Ia tidak mengenakan aksesori untuk membuktikan sesuatu. Ia mengenakannya karena menyukai bagaimana cahaya memantul di permukaannya.




























