Jakarta selalu punya cara sendiri dalam menyerap pengaruh baru. Gaya berpakaian berubah, referensi datang dari berbagai kota, lalu semuanya bercampur dengan karakter yang sudah lebih dulu hidup di dalamnya. Kehadiran Marc Jacobs menambah satu warna baru dalam lanskap tersebut.
Brand fashion asal New York ini resmi membuka store di Senayan City, Jakarta, menandai babak baru perjalanannya di Indonesia. Berada di bawah naungan Kanmo Group, store tersebut menghadirkan koleksi ready-to-wear, tas, aksesori, hingga footwear untuk konsumen Indonesia.
Bagi sebuah brand yang lahir dari jalanan New York, Jakarta tentu menawarkan konteks yang berbeda. Namun ada satu hal yang terasa dekat: kebebasan untuk mengenakan fashion dengan cara masing-masing.
New York, dengan Cara yang Lebih Dekat

Marc Jacobs didirikan di New York pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, namanya berkembang menjadi salah satu brand fashion yang lekat dengan individualitas, desain yang ekspresif, serta hubungan yang kuat dengan pop culture. Karakter tersebut terasa pula dalam store barunya di Jakarta.
Interiornya tampil modern dengan elemen playful dan sentuhan Daisy Yellow, warna yang menjadi bagian dari identitas visual Marc Jacobs. Nuansa tersebut membuat ruang retail terasa seperti perpanjangan dari dunia Marc Jacobs, bukan sekadar tempat untuk melihat koleksi.
Ada energi yang ringan di dalamnya. Sesuatu yang cukup sesuai dengan semangat brand untuk membuat fashion terasa personal dan tidak terlalu terikat aturan.
Tas sebagai Bahasa Personal

Di antara koleksi yang hadir di Jakarta, tas menjadi salah satu cara paling jelas untuk membaca karakter Marc Jacobs.
The Scene hadir dengan Pop J Marc hardware serta pilihan smooth leather, suede, dan denim. Siluetnya tersedia dalam bentuk shoulder bag, hobo bag, dan messenger bag, memberikan beberapa cara untuk membawa karakter yang sama ke dalam keseharian.
Lalu ada The Tote, salah satu ikon Marc Jacobs yang mengambil inspirasi dari arsip brand. Bentuk carryall-nya memiliki sisi utilitarian, namun tetap terasa elevated. Perubahan warna, material, dan capsule collection membuat desain tersebut terus mendapatkan interpretasi baru.
Sementara Snapshot, yang pertama kali diperkenalkan di runway Spring 2016, membawa detail yang lebih khas melalui webbing, dual zipper, dan permainan color blocking. Elemen-elemen tersebut membuatnya mudah dikenali sekaligus tetap terasa playful.
Ketiganya memperlihatkan satu hal yang cukup penting dalam memahami Marc Jacobs. Sebuah tas dapat menjadi bagian dari cara seseorang memperkenalkan dirinya.
Ketika Gaya Tidak Harus Seragam

Ada kecenderungan untuk melihat fashion sebagai sesuatu yang menentukan bagaimana seseorang seharusnya tampil. Marc Jacobs justru tumbuh dari gagasan yang lebih bebas.
Identitas brand-nya dibangun dari individualitas dan ekspresi personal. Desain yang berani dan playful memberi ruang bagi pemakainya untuk menentukan sendiri bagaimana sebuah item akan dikenakan.
Gagasan tersebut terasa relevan dengan Jakarta yang memiliki begitu banyak bahasa gaya. Ada yang bermain dengan warna, ada yang lebih menyukai tailoring, ada yang menjadikan tas sebagai pusat penampilan, dan ada pula yang memilih satu detail kecil untuk memberikan karakter.
Fashion di kota ini tidak memiliki satu wajah. Marc Jacobs datang dengan bahasa yang berbeda, lalu membiarkan konsumen Indonesia menerjemahkannya sendiri.
Satu Warna Baru di Jakarta
Pembukaan store di Senayan City turut dirayakan bersama sejumlah figur dari industri fashion dan hiburan Indonesia, termasuk Amanda Rawles, Naura Ayu, Della Dartyan, Ayla Dimitri, Jovi Adhiguna, Mandy CJ, Carina Agatha, Agnes Jennifer, dan Renata Kusmanto. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana sebuah brand global mulai menemukan tempatnya dalam percakapan fashion lokal.
Untuk Kanmo Group, masuknya Marc Jacobs juga memperluas pilihan fashion bagi konsumen Indonesia sekaligus membawa perspektif baru ke dalam portofolionya. Butik di Jakarta diharapkan menjadi ruang bagi Marc Jacobs untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen dan komunitas fashion di Indonesia.
Kini, Marc Jacobs dapat ditemui di Ground Floor, Senayan City, Jakarta dengan koleksi utama ready-to-wear, tas, aksesori, dan footwear.

