CHANEL tidak mencari wajah yang sekadar cantik. CHANEL mencari wanita yang meninggalkan jejak. Dan kali ini, jejak itu datang bersama Gracie Abrams, penyanyi, penulis lagu, dan salah satu suara paling unik dari generasi baru yang kini menjadi wajah COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU. Pilihan ini terasa nyaris seperti sebuah provokasi, bahwa seorang wanita muda yang tidak berusaha menjadi ikon ternama, justru dipilih oleh sebuah jenama yang telah melahirkan begitu banyak ikon, Chanel.

Gracie Abrams X Gabrielle Chanel
Ada sesuatu yang menghubungkan Gracie dengan Gabrielle Chanel selain rambut pendek, kulit yang luminous, dan mata cokelat yang intens. Keduanya memiliki keberanian untuk bergerak tanpa terlalu banyak menjelaskan diri ke siapa pun. Gabrielle pernah mendobrak konvensi dengan menciptakan parfum yang membawa gagasan kebebasan ke dalam botol. Gracie melakukannya melalui musik, lirik, dan caranya membentuk identitas sendiri. Satu berjalan sebelum zamannya, yang lain berlari mengikuti jalurnya sendiri.
“It’s unreal to be the new face of Coco Mademoiselle,” ujar Gracie Abrams, mengakui rasa bangga yang datang bersama posisi tersebut. Namun hubungan ini terasa lebih dari sekadar kampanye kecantikan. Gracie secara natural membawa kualitas yang sejak lama menjadi bagian dari DNA CHANEL: elegan tanpa terlalu dipoles, feminin tanpa kehilangan edge, dan memiliki keberanian untuk hadir di tempat yang tidak diperkirakan.

COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU
Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU, wewangian terbaru yang membawa karakter COCO MADEMOISELLE ke wilayah yang lebih intens. Olivier Polge, CHANEL In-House Perfumer-Creator, menciptakan komposisi yang bergerak dari semerbak grapefruit dan lychee menuju mawar dan melati, kemudian menemukan kedalaman melalui patchouli, vetiver, dan vanilla. Aromanya fruity, woody, ambery, dan sengaja dibuat sulit dilupakan. CRUSH ABSOLU bukan parfum yang ingin sekadar membuat seseorang harum. Ia ingin membuat kehadiran terasa. Seperti sebuah kejutan di kota yang belum dikenal, aromanya datang sebagai impulse: menarik, mengusik, kemudian menetap dalam ingatan. Intensitas menjadi bahasa barunya, sementara sensualitas tetap dijaga dalam keseimbangan yang refined.

Bergerak Progresif
Di titik ini, Gracie terasa seperti pasangan yang tepat. Ia tidak menjual gagasan tentang wanita yang sempurna, melainkan wanita yang tahu bagaimana menjadi dirinya sendiri. Seperti Gabrielle Chanel, ia memiliki semacam nerve-insting untuk bergerak progresif, mengambil risiko, dan tidak terlalu sibuk memenuhi ekspektasi. COCO MADEMOISELLE bukan sekadar aroma yang ia kenakan, ia menjadi attitude yang ia representasikan.

Sejak 2001
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2001, COCO MADEMOISELLE telah menjadi salah satu signature scent CHANEL, membawa energi muda, bebas, dan modern ke dalam warisan parfum Chanel. Kehadiran CRUSH ABSOLU memperluas narasi tersebut tanpa kehilangan identitasnya. Warisan tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang harus dibekukan, tetapi sebagai sesuatu yang terus bergerak mengikuti perempuan yang memakainya. Dan mungkin itulah daya tarik paling kuat dari COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU: ia tidak meminta wanita untuk menjadi orang lain. Ia justru mengundangnya untuk menjadi lebih dirinya sendiri. Pada kulit Gracie Abrams, gagasan itu menemukan wajah yang tepat—seorang perempuan yang tidak perlu berteriak untuk terdengar, tidak perlu berusaha keras untuk terlihat, namun tetap meninggalkan sesuatu setelah ia pergi.

