Perjalanan selalu menjadi bagian dari identitas Louis Vuitton. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan pengalaman yang membentuk kenangan melalui pemandangan, cahaya, aroma, dan emosi. Gagasan tersebut kembali diterjemahkan Maison asal Prancis ini lewat Woody Wagon Colognes, sebuah edisi koleksi yang memadukan parfum, seni kontemporer, dan craftsmanship dalam satu karya koleksi yang sangat eksklusif.
Proyek terbaru ini melanjutkan kolaborasi Louis Vuitton dengan seniman asal Los Angeles, Alex Israel, yang telah dimulai sejak 2019. Dikenal melalui karya-karya berwarna cerah yang merepresentasikan gaya hidup dan kultur California, Israel menghadirkan interpretasi visual tentang kehidupan West Coast yang berpadu dengan kreasi parfum racikan Master Perfumer Jacques Cavallier Belletrud. Hasilnya bukan hanya sebuah gift set parfum, tetapi sebuah objek desain yang memiliki nilai artistik layaknya karya galeri.

Inspirasinya datang dari Woody Wagon, mobil station wagon berpanel kayu yang menjadi ikon budaya Amerika pada era 1950 hingga 1960-an. Kendaraan tersebut identik dengan perjalanan keluarga menuju pantai, papan selancar di atas atap, serta gaya hidup santai khas California. Louis Vuitton menghidupkan kembali ikon tersebut melalui interpretasi mewah yang memadukan desain vintage dengan standar pengerjaan khas Maison.
Setiap Woody Wagon dibuat melalui lebih dari 7.000 jam pengerjaan oleh sekitar 60 artisan, terdiri dari 219 komponen yang dirakit secara presisi. Detailnya menunjukkan tingkat craftsmanship yang luar biasa, mulai dari pintu kayu yang dihiasi ukiran Monogram, roda bermotif Monogram Flower, hingga penggunaan kulit natural beige semi-aged yang menjadi ciri khas Louis Vuitton, dipadukan dengan kayu mahogany bercorak serat alami yang memberikan karakter hangat dan elegan. Seluruh proses tersebut menghasilkan sebuah collectible object yang berada di persimpangan desain, seni, dan haute parfumerie.
Mobil kayu ini diproduksi hanya 66 unit, sebuah penghormatan terhadap legenda Route 66, jalan raya yang menjadi simbol kebebasan dan petualangan di Amerika Serikat. Di bagian atap, sebuah papan selancar mini dengan gradasi warna merah, jingga, hingga biru menjadi sentuhan penutup yang merujuk pada karya Alex Israel saat peluncuran parfum On The Beach beberapa tahun lalu.
Di balik tampilannya yang artistik, Woody Wagon yang hanya bisa dipesan lewat sistem pre-order ini menyimpan enam parfum Cologne karya Jacques Cavallier Belletrud yang masing-masing merepresentasikan lanskap berbeda di California.
Afternoon Swim membuka perjalanan dengan semburan citrus yang didominasi aroma jeruk, menghadirkan sensasi menyegarkan layaknya menyelam ke laut pada siang hari. Pacific Chill menawarkan karakter yang lebih tenang melalui perpaduan cédrat, lemon, dan blackcurrant yang terasa ringan sekaligus memberi energi.
Nuansa musim panas berlanjut lewat Sun Song, komposisi citrus yang perlahan berkembang menjadi aroma musk lembut di kulit, menghadirkan kesan hangat seperti sinar matahari California. California Dream menangkap momen matahari terbenam melalui perpaduan mandarin yang bercahaya dengan ambrette yang sensual, menghasilkan aroma yang romantis sekaligus modern.
Perjalanan kemudian memasuki suasana malam bersama City of Stars, parfum yang menggabungkan blood orange dengan bunga tiaré, menggambarkan kehidupan Los Angeles setelah matahari terbenam. Sementara On The Beach menjadi penutup yang membangkitkan aroma pasir hangat, yuzu, dan udara laut yang asin, menghadirkan memori tentang garis pantai California yang ikonik.

Louis Vuitton juga memperkenalkan rangkaian Travel Case baru untuk tiga Cologne favorit, yakni Sun Song, California Dream, dan Afternoon Swim. Tidak lagi menggunakan pendekatan konvensional, travel case ini dibuat dari resin transparan dengan gradasi warna yang merepresentasikan karakter masing-masing parfum. Sun Song tampil dalam semburat kuning hingga oranye menyerupai cahaya matahari musim panas. California Dream memadukan gradasi merah muda menuju biru langit yang mengingatkan pada langit senja di pesisir Pasifik. Afternoon Swim hadir dengan spektrum biru laut yang merefleksikan energi air samudra. Setiap travel case dilengkapi pengunci logam berlapis warna emas, motif Monogram transparan, serta panel kulit natural beige yang dipasang menggunakan rivet kuningan berlapis emas.
Woody Wagon memperlihatkan bagaimana Louis Vuitton memperlakukan wewangian sebagai medium bercerita. Aroma, desain, seni kontemporer, hingga tradisi craftsmanship bertemu dalam satu objek koleksi yang mengabadikan imajinasi tentang California, sebuah destinasi yang tidak hanya dikenang lewat pemandangannya, tetapi juga melalui sensasi yang tertinggal setelah perjalanan berakhir.



