Dari Laut Mediterania ke Marina Bay Sands, Menyusuri Cita Rasa Yunani di estiatorio Milos Singapura
Di tengah deretan destinasi kuliner premium yang menghuni Marina Bay Sands Singapura, estiatorio Milos hadir sebagai sebuah pengalaman yang berbeda. Restoran yang dikenal luas sebagai salah satu restoran Yunani terbaik di dunia ini tidak hanya menawarkan hidangan berkualitas tinggi, tetapi juga memperkenalkan filosofi hidup Yunani yang berpusat pada kebersamaan, kesederhanaan, dan penghargaan terhadap bahan-bahan terbaik.

Saat memasuki restoran yang berada di The Shoppes at Marina Bay Sands ini, kalimat yang dicetak pada menu langsung menggambarkan esensi pengalaman yang akan dijalani: “Sharing food at the table brings people together and enriches the culinary experience.” Sebuah filosofi yang dipegang erat oleh pendiri Milos, Costas Spiliadis.
Makan siang kali ini menjadi kesempatan untuk memahami mengapa nama estiatorio Milos begitu dihormati dalam dunia gastronomi internasional.
Cabang Pertama Milos di Asia
Perjalanan Milos dimulai pada tahun 1979 ketika Costas Spiliadis membuka restoran pertamanya di Montreal, Kanada. Berasal dari Patras, Yunani, Spiliadis memiliki visi sederhana namun kuat, yaitu memperkenalkan keindahan kuliner Yunani kepada dunia melalui bahan-bahan terbaik, teknik memasak yang sederhana, serta keramahan yang tulus.

Lebih dari empat dekade kemudian, Milos berkembang menjadi jaringan restoran internasional yang hadir di berbagai kota dunia seperti New York, London, Athena, Dubai, Los Cabos, hingga Singapura. Filosofinya tetap sama, yakni menyajikan pengalaman kuliner Yunani autentik dengan bahan-bahan pilihan yang diperoleh dari nelayan dan petani terbaik di kawasan Mediterania.
Cabang Singapura yang dibuka pada Juli 2024 menjadi lokasi pertama Milos di Asia sekaligus lokasi internasional ke-10. Restoran ini dibangun berdasarkan konsep philoxenia, seni keramahan Yunani yang membuat setiap tamu merasa seperti berada di rumah sendiri.
Interior yang Membawa Nuansa Kepulauan Yunani
Begitu melangkah ke dalam restoran, suasana Yunani terasa tanpa harus berlebihan dalam menampilkan ornamen khas Mediterania. Desain karya Alain Carle Architecte mengusung kesederhanaan arsitektur Yunani modern yang terinspirasi dari rumah-rumah di Kepulauan Cyclades. Material marmer Yunani, kayu oak Eropa, langit-langit Kalami, serta berbagai artefak yang didatangkan langsung dari Yunani berpadu menciptakan suasana yang hangat sekaligus elegan.

Salah satu daya tarik utama restoran ini adalah pasar ikan yang menjadi pusat perhatian. Beragam hasil laut premium dari Mediterania dipajang secara terbuka, memberikan pengalaman yang mengingatkan pada pasar ikan tradisional Yunani. Di sekitarnya terdapat raw bar, display sayuran musiman, dan dapur terbuka yang memungkinkan tamu menyaksikan langsung aktivitas para koki.
Atmosfernya terasa terang, lapang, dan menenangkan. Sebuah tempat yang ideal untuk menikmati santap siang yang santai namun tetap berkelas.
Milos Special, Pembuka yang Sulit Dilupakan
Perjalanan kuliner dimulai dengan salah satu hidangan paling ikonis di Milos, yakni Milos Special. Hidangan ini terdiri dari irisan tipis zucchini dan terung yang digoreng ringan hingga renyah, disusun membentuk menara dan disajikan bersama saganaki cheese serta tzatziki.
Ini adalah hidangan yang dirancang untuk dinikmati bersama di tengah meja makan, sesuai dengan filosofi berbagi khas Yunani.

Dari gigitan pertama, saya langsung memahami mengapa banyak orang merekomendasikan menu ini sebagai pesanan wajib. Tekstur zucchini yang digoreng ringan terasa begitu renyah dan tipis hingga mengingatkan pada keripik premium. Rasanya ringan, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan karakter alami sayurannya.
Ketika dipadukan dengan saganaki cheese, muncul sentuhan gurih dan asin yang menyenangkan. Sementara tzatziki memberikan elemen segar dan creamy yang membuat setiap gigitan terasa seimbang.
Satu hal yang menarik, “keripik” zucchini ini memang paling nikmat dinikmati segera setelah disajikan. Jika terlalu lama dibiarkan di meja, teksturnya perlahan kehilangan kerenyahannya. Namun justru di situlah daya tariknya, karena hidangan ini mengajak semua orang di meja untuk langsung berbagi dan menikmatinya bersama.
Menjelajahi Hidangan Milos Classics
Setelah Milos Special, rangkaian hidangan klasik Milos mulai berdatangan.
Yang pertama adalah Ceviche Loup de Mer, pembuka segar yang menghadirkan karakter ikan laut secara murni. Rasanya ringan dan bersih, memberikan transisi yang sempurna menuju hidangan berikutnya.
Kemudian hadir Grilled Octopus, salah satu hidangan khas Milos yang menggunakan gurita Mediterania berkualitas sashimi dan dipanggang di atas arang.

Teksturnya sangat mengesankan. Tidak alot seperti yang sering ditemui pada hidangan gurita, melainkan empuk dengan sedikit karakter smoky dari proses pemanggangan. Rasa laut yang alami tetap menjadi bintang utama tanpa tertutup bumbu berlebihan.
Selanjutnya adalah Tomato Salad, hidangan yang tampak sederhana tetapi justru menunjukkan filosofi Milos dalam menghormati kualitas bahan baku. Salad ini menggunakan tomat matang alami yang dipetik pada waktu terbaiknya.

Kesegaran tomat, minyak zaitun berkualitas, dan sentuhan garam laut menciptakan kombinasi rasa yang sederhana namun sangat memuaskan. Hidangan ini menjadi pengingat bahwa bahan terbaik sering kali tidak membutuhkan banyak intervensi.
Menikmati Seluruh Pilihan Main Course
Pengalaman makan siang kali ini semakin istimewa karena kami berkesempatan mencicipi seluruh pilihan hidangan utama yang disiapkan.
Sorotan pertama tentu saja Whole Fish Baked in Sea Salt, salah satu menu paling terkenal dari Milos. Hidangan ini menggunakan lavraki atau European seabass yang dipanggang dalam lapisan garam laut.

Penyajiannya menjadi sebuah pertunjukan tersendiri. Lapisan garam dibuka langsung di meja sebelum ikan difillet dan disajikan. Teknik ini membantu menjaga kelembapan alami ikan sehingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut dan juicy. Aroma citrus dari ladolemono memberikan kesegaran yang memperkaya rasa ikan tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Menu berikutnya adalah Astako-Makaronada, lobster pasta gaya Athena yang menjadi salah satu hidangan favorit para tamu Milos di seluruh dunia.

Lobster yang digunakan memiliki daging yang manis dan padat. Linguine yang dimasak sempurna dibalut saus berbasis lobster bisque dan tomat autentik yang kaya rasa. Setiap suapan menghadirkan keseimbangan antara rasa manis alami lobster dan kompleksitas saus yang mendalam.
Sebagai pelengkap, hadir pula Grilled Vegetables with Mint Yogurt.
Walaupun tampil sederhana, hidangan ini memberikan kontras yang menyenangkan di antara sajian seafood yang kaya rasa. Sayuran yang dipanggang mempertahankan rasa manis alaminya, sementara mint yogurt menghadirkan sensasi segar yang membuat keseluruhan santapan terasa lebih seimbang.
Santorini Sunrise yang Menyegarkan
Untuk minuman, saya memilih Santorini Sunrise, salah satu koktail khas yang terinspirasi dari keindahan pulau-pulau Yunani. Minuman ini memadukan grapefruit gin, Campari, jus grapefruit segar, madu dari Kythira, dan daun mint.

Karakter citrus yang dominan memberikan kesegaran yang sangat cocok untuk santap siang. Campari menghadirkan sedikit sentuhan pahit yang elegan, sementara madu memberikan kelembutan yang menyatukan seluruh elemen rasa. Hasil akhirnya adalah minuman yang kompleks namun tetap mudah dinikmati.
Penutup Manis yang Ringan
Sebagai penutup, kami menikmati Greek Yoghurt Ice Cream dengan caramelized walnuts dan thyme honey.

Es krim yoghurt ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan es krim pada umumnya. Rasanya lebih ringan dengan sentuhan asam yang menyegarkan. Walnut karamel memberikan tekstur renyah dan rasa manis yang kaya, sementara thyme honey menghadirkan aroma herbal lembut yang khas Mediterania.
Ini adalah akhir yang sempurna untuk sebuah makan siang yang berfokus pada kesegaran, kualitas bahan baku, dan keseimbangan rasa.
Sebuah Perjalanan ke Yunani Tanpa Meninggalkan Singapura
Makan siang di estiatorio Milos bukan sekadar pengalaman menikmati makanan Yunani. Restoran ini berhasil menghadirkan semangat Yunani itu sendiri, mulai dari konsep berbagi hidangan, penghormatan terhadap bahan-bahan terbaik, hingga keramahan yang terasa tulus sepanjang kunjungan.
Di tengah banyaknya restoran fine dining yang berlomba menghadirkan teknik memasak paling rumit, Milos justru menunjukkan kekuatannya melalui kesederhanaan yang dieksekusi dengan sempurna. Setiap hidangan terasa jujur terhadap asal-usulnya, membiarkan kualitas bahan berbicara dengan sendirinya.
Dan ketika meninggalkan restoran, satu hal menjadi jelas. Filosofi Costas Spiliadis tentang berbagi makanan di meja bukan sekadar slogan. Di estiatorio Milos, filosofi itu benar-benar hidup dalam setiap hidangan yang disajikan.

